Tampilkan postingan dengan label Stasiun Malabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stasiun Malabar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2020

Kartu pos kuno dari Jawa Barat

1900: Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © F.B. Smits / AVS)

1908: Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Tio Tek Hong / AVS)

Bandung, sekitar 1915: Anak-anak sekolah membaca koran Bintang Hindia
(klik untuk memperbesar | © Visser & Co. / AVS)

1930-1934: Stasiun radio Malabar, Bandung
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rumag di perkampungan Sunda
(klik untuk memperbesar | © Kawai & Co. / AVS)

Waktu (dari atas ke bawah): 1900, 1908, 1915, antara 1930 dan 1934, ?
Tempat: Bandung; Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto: F.B. Smits / Tio Tek Hong / Visser & Co. / ? / Kawai & Co.
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Foto nomor 3 pernah dimuat di posting ini dalam versi diwarnai.

Jumat, 14 Agustus 2020

Monumen Doktor de Groot di stasiun radio Malabar

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1923 dan 1942
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Stasiun radio Malabar pada zamannya merupakan sarana komunikasi tercanggih tanpa tanding di belahan bumi bagian selatan. Salah satu ilmuwan yang berperan penting dalam pendiriannya adalah Dr. Ir. Cornelius de Groot, yang dikenang oleh monumen ini. Disain monumen ini cukup menarik karena menampilkan dua orang di belahan dunia yang berbeda yang mencoba untuk berkomunikasi teriak-dengar tanpa melihat satu sama lain.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 31 Juli 2016

Stasiun Radio Malabar Bandung (2): 1923-1933

Peresmian stasiun Malabar oleh Gubernur Jenderal Dirk Fock, 23 Mei 1923
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Para peserta peresmian stasiun Malabar, 23 Mei 1923
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Ruangan di stasiun Malabar, dengan alat dengar dan bicara, 1933
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Interior stasiun Malabar, 1933
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Waktu: 1923, 1933
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo / Fotoleren
Catatan: Pada saat itu Stasiun Radio Malabar merupakan sebuah sensasi teknologi karena merupakan stasiun komunikas tercanggih dan terkuat di belahan bumi bagian Selatan. Belanda memerlukan sarana ini agar bisa berkomunikasi langsung tanpa kabel dengan Hindia-Belanda. Tidak mengherankan, Jepang menjadikan stasiun ini sebagai target serangan utama di saat Perang Dunia II. Perang kemerdekaan membawa kerusakan berikutnya kepada stasiun ini; yang hingga sekarang hanya tinggal nama dan kenangan.

Jumat, 29 Juli 2016

Stasiun Radio Malabar Bandung (1): 1927-1932

Kompleks stasiun Malabar di tahun 1927
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Bagian dari teknologi komunikasi yang digunakan di stasiun Malabar, 1927
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Bagian dari jaringan antene Malabarm 1932
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Jaringan antene yang menghubungkan stasiun Malabar dengan tempat lain di Jawa, 1934
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Waktu: 1927, 1934, 1932
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo / Fotoleren
Catatan: Pada saat itu Stasiun Radio Malabar merupakan sebuah sensasi teknologi karena merupakan stasiun komunikas tercanggih dan terkuat di belahan bumi bagian Selatan. Belanda memerlukan sarana ini agar bisa berkomunikasi langsung tanpa kabel dengan Hindia-Belanda. Tidak mengherankan, Jepang menjadikan stasiun ini sebagai target serangan utama di saat Perang Dunia II. Perang kemerdekaan membawa kerusakan berikutnya kepada stasiun ini; yang hingga sekarang hanya tinggal nama dan kenangan.


UPDATE 24 Mei 2018

Foto yang diwarnai dari kompleks stasiun Malabar:
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)