Tampilkan postingan dengan label Bengkulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bengkulu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Perangkap hewan liar

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Alat penangkap ayam liar (jare ayam ratie, jare ruak-ruak, jare kuwauw)
(klik untuk memperbesar)
Alat penangkap dan ranjau hewan (jare balam, ranjau dukuw, ranjau harimau)
(klik untuk memperbesar)
Perangkap harimau (panjaro harimau, tinjo)
(klik untuk memperbesar)
Perangkap harimau dan alat pembunuhnya (panjaro harimau, kambang buwai)
(klik untuk memperbesar)
Alat pembunuh harimau (ranjau lerak) dan perangkap gajah (pancabu gajah)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Selasa, 29 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Atap dan bagian-bagian rumah tradisional

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Tutup jendela dan atap rumbia (tinjauan baukiye, atok lolo, atok ilalang)
(klik untuk memperbesar)
Atok sike, atok sadang, atok salo, atok pua
(klik untuk memperbesar)
Detail ukiran rumah di Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar)
Detail ukiran rumah di Beda Alam dan Napal Licin
(klik untuk memperbesar)
Detail ukiran di tiang, pintu, dan dinding rumah di Minangkabau (1-2) dan Lebong (3)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt / Johannes François Snelleman
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Jumat, 23 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (28)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


142. Pelabuhan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
143. Lori pengangkut kayu di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
144. Tambang emas di Rejang Lebong, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
147. Gudang perkebunan tembakau yang meliputi a.l. Beji dan Kiringan di Tulung, Klaten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
148. Pekerja Tionghoa membabat hutan untuk pembukaan lahan bagi perkebunan tembakau di wilayah Deli
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
150. Perkebunan kina, kemungkinan di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jakarta, Jawa, Rejang Lebong, Klaten, Deli, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 142 pernah dimuat di posting ini, dan no. 148 di posting ini.

Kamis, 18 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (10)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


135. Perahu pengangkut garam, Jawa
(klik untuk memperbesar | © AVS)
141. Kapal dan perahu di Sungai Musi, Palembang
(klik untuk memperbesar | © AVS)
145. Tambang emas di Rejang Lebong, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © AVS)
146. Pabrik garam, kemungkinan di Madura
(klik untuk memperbesar | © AVS)
149. Perkebunan tembakau di Deli
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jawa, Palembang, Rejang Lebong (Bengkulu), Madura, Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Atlas Van Stolk
Catatan: Edisi lain dari foto no. ## pernah dimuat di posting ini.

Senin, 17 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pemuka masyarakat Alahan Panjang dan warga lokal pendamping penjelajahan

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Halaman pertama yang berisi potret
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mantri kopi Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bujang kuda ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kuli angkut ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kuli angkut ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jaksa Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Juru tulis ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Mantri kopi Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kuli angkut ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kuli angkut ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bujang kuda ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jaksa Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Juru tulis ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat:  Alahan Panjang (Solok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:


UPDATE 24 Agustus 2020: Tambahan sketsa

Pendamping ekspedisi dari warga lokal dengan nama-nama julukan Si Pakan, Si Angkat, Si Gai, Si Dulah, Si Mail, Si Jemam, Si Mageh, dan Si Akal
(klik untuk memperbesar)

Lembah Harau, salah satu tempat yang dikunjungi tim penjelajahan
(klik untuk memperbesar)

Meski lokasi utama yang dikunjungi tim penjelajahan adalah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan, mereka sempat juga meninjau Lebong di Bengkulu
(klik untuk memperbesar)

Kamis, 30 April 2020

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (7): Lintas bagian selatan Sumatera

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Sebuah iring-iringan di Manna, Lubuk Tapi, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah sekolah di Tanjung Sakti, Lahat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Tinggi Hari di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar awal abad ke-20
Tempat: Bengkulu, Lahat, Pagar Alam
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: W. van Wessem
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 21 Oktober 2019

Tiga gambar warga bagian selatan Sumatera zaman dulu

Seorang pemuda Bengkulu, 1811
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Sketsa pengantin perempuan dan pria bersama pendampingnya di Palembang pedalaman, sekitar 1879
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Tiga wanita Lampung, 1925
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: 1811, 1879, 1925
Tempat: Sumatera bagian selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

UPDATE 21 Agustus 2020:
Foto asli dari sketsa di gambar nomor 2 akan dimuat di posting tanggal 8 Oktober 2020. Informasi tentang sketsa ini juga sekarang diperbaiki.