Tampilkan postingan dengan label Hein ter Poorten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hein ter Poorten. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2023

Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang, 8 Maret 1942

Panglima KNIL Letjen Hein ter Poorten (duduk kiri) didampingi Letkol P.G. Mantel (duduk, kanan) mewakili pemerintahan Hindia-Belanda dalam acara penyerahan tanpa syarat ke militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank W,O2 / NIOD)
Jenderal Hitoshi Imamura (duduk, kanan) mewakili militer Jepang dalam acara penyerahan Hindia-Belanda kepada kekuasaan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama militer Jepang dan Hindia-Belanda …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dalam acara penyerahan Hindia-Belanda ke kekuasaan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 8 Maret 1942
Tempat: Pangkalan udara Kalijati
Tokoh: Letjen Hein ter Poorten (Panglima KNIL), Jenderal Hitoshi Imamura (Panglima Tentara XVI Jepang)
Peristiwa: Penyerahan tanpa syarat Hindia-Belanda kepada Jepang
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Sabtu, 24 Desember 2022

Pertemuan para perwira tinggi Sekutu di Jawa menjelang serangan Jepang ke Hindia-Belanda, 1942 (2)

D.ki.k.ka.: William Purnell, Thomas Hart, George Brett, kemungkinan Lewis Brereton
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pieter Koenraad, Archibald Percival Wavell, seorang perwira KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Geoffrey Layton, Conrad Helfrich, William Purnell, Thomas Hart
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
H.F.C. Walsh, Archibald Percival Wavell, Hein ter Poorten
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 22 Januari 1942
Tempat: kemungkinan di Surabaya
Tokoh: Peristiwa: Pertemuan para petinggi ABDACOM untuk mengatur strategi menghadapi serangan Jepang, yang dua bulan kemudian sudah tidak bisa dibendung lagi.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 22 Desember 2022

Pertemuan para perwira tinggi Sekutu di Jawa menjelang serangan Jepang ke Hindia-Belanda, 1942 (1)

H.F.C. Walsh, Archibald Percival Wavell, Hein ter Poorten
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Archibald Percival Wavell bersama Gustav Ilgen (kanan) dan Pieter Koenraad (tengah)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Archibald Percival Wavell a.l. disambut oleh Gustav Ilgen, H.F.C. Walsh, Hein ter Poorten, dan Conrad Helfrich
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Archibald Percival Wavell bersama Thomas Hart dan George Brett
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Conrad Helfrich berbincang dengan Richard Peirse
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 22 Januari 1942
Tempat: kemungkinan di Surabaya
Tokoh: Peristiwa: Pertemuan para petinggi ABDACOM untuk mengatur strategi menghadapi serangan Jepang, yang dua bulan kemudian sudah tidak bisa dibendung lagi.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting sebelum ini.

Senin, 12 Desember 2022

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Sebagai tahanan perang Jepang di Manchuria

Kemungkinan 1942: Tjarda (berdasi) memasuki kamp tahanan di Manchuria bersama Panglima KNIL Letjen Hein ter Poorten (kanan) yang juga ditahan Jepang. Tampak Tjarda ditemani beberapa buku di tangannya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kartu tahanan Tjarda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: 1942
Tempat: Manchuria (Tiongkok)
Tokoh: Letjen Hein ter Poorten (Panglima Tertinggi KNIL); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Setelah menaklukan Hindia-Belanda di tahun 1942, Jepang menawarkan tahanan rumah kepada Tjarda, kemungkinan di Jakarta, dengan perlakuan khusus. Namun Tjarda menolak. Maka Gubernur Jenderal ini ikut diasingkan ke Manchuria bersama beberapa pembesar Hindia-Belanda lainnya. Mereka baru bebas di tahun 1945 setelah Jepang menyerah kepada Sekutu.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Selasa, 05 Juli 2022

Para panglima KNIL sebelum, ketika, dan sesudah konflik militer dengan Jepang

Kemungkinan di Bandung tahun 1941: Letjen Gerardus Johannes Berenschot
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… Panglima KNIL berdarah indo kelahiran Solok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekitar 1941: Pengganti Berenschot, Letnan Jenderal Hein ter Poorten, perwira kelahiran Bogor yang harus menyerah kepada Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekitar 1942: Pengganti Ter Poorten di pengasingan di Australia, Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen, yang kelak digantikan oleh Simon Hendrik Spoor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1941, 1942
Tempat: a.l. Bandung
Tokoh: Gerardus Johannes Berenschot; Hein ter Poorten; Ludolph Hendrik van Oyen
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 27 April 2013

Panglima ABDACOM Jenderal Wavell berkunjung ke Jawa

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 22 Januari 1942
Tempat: Jakarta
Tokoh: H.F.C. Walsh (kiri, Konsul Inggris di Batavia), Jenderal Archibald Percival Wavell (tengah, Panglima ABDACOM), Mayjen Hein ter Poorten (kanan, Panglima KNIL)
Peristiwa: Jenderal Wavell berkunjung ke Jakarta untuk membicarakan strategi menghadapi merengseknya pasukan Jepang ke Asia Tenggara
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: http://www.unithistories.com/officers/persons_dutch_knil.html
Catatan: 1. ABDACOM (American-British-Dutch-Australian Command) hanya hidup beberapa minggu dan tidak mampu menahan kemajuan pasukan Jepang. 2. Sebelum ini tokoh sipil yang berjas putih disebut sebagai Van Mook, padahal Konsul Inggris di Batavia yaitu H.F.C. Walsh; dengan ini informasi tsb. dikoreksi.

Rabu, 13 Maret 2013

Menyerahnya pemerintah Hindia-Belanda kepada tentara Jepang

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 8 Maret 1942
Tempat: Kalijati, Subang
Tokoh: Letjen Hein ter Poorten (Panglima Tertinggi KNIL, foto tengah, duduk, kiri), Letkol P.G. Mantel (perwira KNIL, foto tengah, duduk, kanan), Jenderal Hitoshi Imamura (Panglima Tentara ke-16 Angkatan Darat Jepang; foto bawah, duduk di tengah)
Peristiwa: Penyerahan tanpa syarat dari pemerintah Hindia-Belanda kepada tentara Jepang, di pangkalan udara Kalijati, Subang
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: forum.axishistory.com & http://www.unithistories.com/officers/persons_dutch_knil.html (foto tengah)
Catatan: