Tampilkan postingan dengan label Sekolah Kartini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Kartini. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini (yang belum teridentifikasi lokasinya)

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

Murid-murid sebuah sekolah Kartini dalam pelajaran senam
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Sebuah sekolah Kartini yang tampaknya juga berfungsi sebagai perpustakaan umum
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Guru dan murid sebuah sekolah Kartini
(klik untuk memperbesar | © NMVW)

Waktu: ?
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan:

Sabtu, 23 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Madiun, Malang

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

12 Januari 1915: Peletakan batu pertama Sekolah Kartini di Madiun
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
12 Januari 1915: Peletakan batu pertama Sekolah Kartini di Madiun
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Sekitar 1930: Guru dan murid Sekolah Kartini di Malang
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
1937: Para murid Sekolah Kartini Malang berbaris di acara Pesta Oranye
(klik untuk memperbesar | © NMVW)

Waktu: 1915, 1930, 1937
Tempat: Madiun, Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan:

Kamis, 21 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Bandung, Semarang, Tulungagung

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

Sekitar 1930-an: Seorang biarawati membagikan buku di Sekolah Kartini di Bandung
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Sekitar 1930-an: Beberapa murid Sekolah Kartini di Bandung bersama seorang biarawati
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Tanpa catatan tahun: Para guru di Sekolah Kartini di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Antara 1937-1939: Sekolah Kartini di Tulungagung
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Waktu: 1930-an
Tempat: Bandung, Semarang, Tulungagung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan:

Selasa, 19 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Bogor (2)

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

Murid-murid kelas 1
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Murid-murid kelas 2
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Murid-murid kelas 3
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Murid-murid kelas 4
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Murid-murid kelas 5
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Murid-murid kelas 6
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Guru Belanda dan beberapa murid kelas tinggi
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Beberapa murid bermain di halaman
(klik untuk memperbesar | © NMVW)

Waktu: 1920-an
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan:

Minggu, 17 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Bogor (1)

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

Gedung Sekolah Kartini di Feitweg (sekarang SMAN 9 Bogor di Jalan Kartini, Ciwaringin)
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Kegiatan belajar-mengajar di kelas
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Guru bersama anak-anak yang bermain wayang dan dakon
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Beberapa murid di pintu utama sekolah
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Para murid dari berbagai kelas bersama penjaga sekolah
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Tenaga pengajar, Belanda dan Indonesia
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Empat guru bersama murid-murid
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Kemungkinan besar kunjungan murid-murid dari sekolah Belanda
(klik untuk memperbesar | © NMVW)

Waktu: 1920-an, kecuali foto terakhir dari tahun 1922
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan: Sebelumnya, Sekolah Kartini di Bogor baru memiliki bangunan kecil (lihat posting sebelum ini).

Jumat, 15 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Jakarta (2)

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

Murid-murid di ruang kelas
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Kemungkinan penjaga sekolah dan keluarganya
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Ruang kelas dengan peta Belanda dan teks berbahasa Belanda
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Kemungkinan penjaga sekolah di ruang guru, dengan potret Kartini di dinding
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Seorang guru Belanda dekat gerbang sekolah, dengan penjaga sekolah di latar belakang
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Murid-murid Sekolah Kartini Jakarta di awal 1950-an, tidak lagi memakai kain dan kebaya
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Waktu: 30 Oktober 1920 (kecuali foto terakhir yang berasal dari awal 1950-an)
Tempat: Jakarta
Tokoh: 
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan:

Rabu, 13 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Jakarta (1)

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

Sekolah Kartini di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © G. Kolff & Co. / NMVW)
Murid-murid Sekolah Kartini
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Seorang tenapa pengajar pria
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Para murid kelas tinggi
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Guru Belanda diiringi beberapa murid kelas tinggi
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Seorang binatu mencuci di kali depan sekolah
(klik untuk memperbesar | © NMVW)

Waktu: 30 Oktober 1920 (kecuali foto pertama yang tanpa catatan waktu)
Tempat: Jakarta
Tokoh: 
Peristiwa:
Fotografer: G. Kolff & Co. (foto pertama)
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan:

Minggu, 18 Oktober 2015

Pembukaan Sekolah Kartini di Bogor, 1915

(klik untuk memperbesar | © Koninklijk Instituut voor de Tropen)
Waktu: 2 Mei 1915
Tempat: Jakarta Bogor
Tokoh:
Peristiwa: Murid-murid (wanita semua), para guru dan pengurus Sekolah Kartini pada pembukaan sekolah bersejarah ini di Jakarta Bogor.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor de Tropen, Amsterdam
Catatan: Foto diambil dari buku karya Elsbeth Locher-Scholten yang berjudul Women and the Colonial State - Essays on Gender and Modernity in the Netherlands Indies 1900-1942 hal. 35.


UPDATE 20 April 2020

Berdasarkan sumber lain foto di atas bukanlah pembukaan Sekolah Kartini di Jakarta, melainkan di Bogor, tepatnya di Panaragan no. 19, pada tanggal 2 Mei 2015. Di bawah ini foto yang sama dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Sekolah Kartini di Bogor ini kemudian dipindahkan ke bangunan yang lebih besar di Ciwaringin, yang sekarang menjadi SMAN 9 Bogor. Foto-foto dari sekolah ini akan dimuat pada tanggal 17 dan 19 Mei 2020; sementara foto-foto tentang Sekolah Kartini Jakarta akan dimuat pada tanggal 13 dan 15 Mei 2020.