Tampilkan postingan dengan label Klaten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klaten. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Peninggalan purbakala Jawa (5)

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


~1890: Kassian Céphas di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1872: Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1901: Salah satu sisi Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Kassian Céphas di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1897: Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: akhir abad ke-19/awal abad ke-20 (a.l. 1890, 1897, 1901)
Tempat: Klaten, Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 28 Januari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Peninggalan purbakala Jawa (3)

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


~1901: Salah satu sisi Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Serakan batu di sekitar Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Relief Candi Borobudur yang terkenal dengan penggambaran kapalnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Kassian Céphas tanpa alas kaki di sebelah Arca Dwarpala (patung raksasa penjaga Candi Singhasari), Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19/awal abad ke-20 (a.l. 1898 dan 1901)
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 03 Oktober 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (7)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


36. Salah satu air terjun di Cimahi (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
37. Sebuah pemandangan di Jawa Barat (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
39. Reruntuhan Candi Sewu di Klaten (1870)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
40. Tepi laut kota Ambon (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
41. Sebuah pemandangan di Makassar (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
42. Sebuah pemandangan di Sulawesi (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1870, 1880
Tempat (d.a.k.b.): Cimahi, Jawa Barat, Klaten, Ambon, Makassar, Sulawesi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 39 dari koleksi Universiteit Leiden
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)


Jumat, 21 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 19-24

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


19. Sumur lumpur di kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
20. Pemandangan Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
21. Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
22. Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
23. Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
24. Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Garut (2x), Magelang, Klaten (2x), Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 23 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (28)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


142. Pelabuhan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
143. Lori pengangkut kayu di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
144. Tambang emas di Rejang Lebong, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
147. Gudang perkebunan tembakau yang meliputi a.l. Beji dan Kiringan di Tulung, Klaten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
148. Pekerja Tionghoa membabat hutan untuk pembukaan lahan bagi perkebunan tembakau di wilayah Deli
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
150. Perkebunan kina, kemungkinan di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jakarta, Jawa, Rejang Lebong, Klaten, Deli, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 142 pernah dimuat di posting ini, dan no. 148 di posting ini.

Minggu, 09 Agustus 2020

Reruntuhan candi di sekitar Yogyakarta dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis, 1901

Candi Kalasan, Sleman
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Candi Sari, Sleman
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1901
Tempat:  Klaten, Sleman
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: (1) Foto nomor dua pernah dimuat di posting ini sebelumnya dalam ukuran yang lebih kecil.
(2) Ketiga foto ini merupakan bagian dari 27 foto Nieuwenhuis tentang candi-candi di Yogyakarta/Jawa Tengah. Bagian lain akan dimuat di bulan Agustus 2021.

Selasa, 11 Desember 2018

Pos militer Belanda di sebuah persimpangan jalan di Klaten, 1949

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: Oktober 1949
Tempat: Klaten
Tokoh:
Peristiwa: Dua tentara Belanda berjaga di pos militer mereka di sebuah persimpangan jalan di Klaten, yang mereka namai "Toko Pak-Weg".
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 29 Mei 2018

Para pejuang TNI memasuki Klaten, 1949

PENGANTAR
Di tahun 1949, terutama menjelang akhir tahun di mana Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, di berbagai pelosok terjadi peristiwa yang sama: Militer Belanda menarik diri dari wilayah yang didudukinya, dan para pejuang kemerdekaan "turun gunung" mengambil alih daerah yang selama ini dikuasai Belanda. Beberapa foto dari berbagai daerah akan diperlihatkan di seri berikut ini.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 12 November 1949
Tempat: pabrik gula Gondang Winangun, Klaten
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 29 Maret 2015

Patung penjaga Candi Sewu di akhir abad ke-19, dari penjelajahan Odoardo Beccari

(klik untuk memperbesar | © Alinari via Getty Images)
(klik untuk memperbesar | © Alinari via Getty Images)

Waktu: akhir abad ke-19 (antara 1865 dan 1878)
Tempat: Klaten
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan: Foto di atas adalah salah satu dari catatan ilmuwan alam Italia, Odoardo Beccari, yang menjelajahi Nusantara selama 13 tahun dari 1865 hingga 1878.

Selasa, 24 Maret 2015

Reruntuhan Candi Sewu di awal abad ke-20

(klik untuk memperbesar | © C. Nieuwenhuis / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © A.R. Wagschal / gahetna)

Waktu: awal abad ke-20
Tempat: Klaten
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Nieuwenhuis / A.R. Wagschal
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto pertama akan dimuat ulang di posting tanggal 9 Agustus 2020 dalam ukuran yang lebih besar.