Tampilkan postingan dengan label komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2026

Penampilan KNIL Darat sebelum Perang Dunia II (1)

22 Januari 1927: Para opsir Batalion XX di tangsi mereka di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
11 Desember 1937: Kesatuan KNIL menangkap dan menggiring para "pemberontak" di Seram Barat (di Kamal, Kairatu Barat?). Catatan foto memakai istilah de deelnemers aan het verzet (pelaku perlawanan) tanpa memberi rincian lebih lanjut tentang perlawanan yang dilakukan warga Maluku ini.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
2 Juli 1938: KNIL mencoba pemakaian alat komunikasi militer yang mereka kembangkan sendiri. Alat ini beratnya sekitar 25 kg, masih bisa diangkut dengan punggung, dan memiliki jangkauan kirim-terima signal sekitar 10 km.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kesatuan artileri KNIL berpose dengan meriam mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1927, 1937, 1938
Tempat: a.l. Jakarta, Maluku
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 10 Februari 2025

Radio Dienst Luchtmacht Andir, sekitar pertengahan 1920-an (2)

Belanda tampaknya berencana menjadikan Bandung dan sekitarnya sebagai pusat sarana komunikasi. Dinas pos ditempatkan di Bandung, begitu juga jawatan telepon. Belanda kemudian membangun Stasiun Malabar yang pada saat itu menjadi sarana komunikasi tercanggih tanpa tanding di belahan bumi bagian selatan. Di pangkalan udara Andir, Belanda menempatkan Radio Dienst Luchtmacht (Dinas Radio Angkatan Udara) yang penampakan luar dan dalamnya akan ditampilkan di posting ini. Ketika Jepang menyerang Hindia-Belanda di tahun 1942, fasilitas-fasilitas di Bandung ini menjadi salah satu serangan utama Jepang guna mematahkan keunggulan Belanda dalam hal komunikasi, dan membuat beberapa bangunan dan sarana ini hancur tinggal kenangan.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 08 Februari 2025

Radio Dienst Luchtmacht Andir, sekitar pertengahan 1920-an (1)

Belanda tampaknya berencana menjadikan Bandung dan sekitarnya sebagai pusat sarana komunikasi. Dinas pos ditempatkan di Bandung, begitu juga jawatan telepon. Belanda kemudian membangun Stasiun Malabar yang pada saat itu menjadi sarana komunikasi tercanggih tanpa tanding di belahan bumi bagian selatan. Di pangkalan udara Andir, Belanda menempatkan Radio Dienst Luchtmacht (Dinas Radio Angkatan Udara) yang penampakan luar dan dalamnya akan ditampilkan di posting ini. Ketika Jepang menyerang Hindia-Belanda di tahun 1942, fasilitas-fasilitas di Bandung ini menjadi salah satu serangan utama Jepang guna mematahkan keunggulan Belanda dalam hal komunikasi, dan membuat beberapa bangunan dan sarana ini hancur tinggal kenangan.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 04 Februari 2025

Bandung dilihat dari udara, sekitar pertengahan 1920-an (2)

Foto udara dari ke arah pangkalan udara Andir dari ketinggian yang lebih jauh. Kawasan di tengah dengan empat menara telekomunikasi adalah Radio Dienst Luchtmacht (Dinas Radio Angkatan Udara) Andir, yang penampakan dalamnya akan dimuat di posting berikutnya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Formasi sejajar dari lima pesawat Fokker di atas kawasan Bandung yang tampak sudah padat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 23 September 2024

Atribut komunisme yang ditemukan pasukan Belanda pada masa perang kemerdekaan (2)

Lukisan di sebuah tembok dari bangunan yang tammpaknya dibumihanguskan pejuang kemerdekaan. Di sebelah kiri tertulis "pedjoeang kita", sementara di sebelah kanan gambar dari Karl Marx, Friedrich Engels, Vladimir Lenin, dan Josef Stalin.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua prajurit Belanda berpose di depan tembok ini.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan besar Juli/Agustus 1947
Tempat: kemungkinan di Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 05 Oktober 2023

Fasilitas umum di Merauke setelah Belanda dan Sekutu mengukuhkan kekuasaan, 1945 (2)

Barak pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kantor cabang Bank van Nederlands-Indië
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah Asisten-Residen Merauke
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kantor pos dengan papan petunjuk dalam bahasa Belanda dan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Merauke
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 17 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (18)

Sebuah kantor pos dan telegraf
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1933: Seorang perwira KNIL (kiri) menyambut kedatangan seorang petinggi/tamu (Jepang?) yang dikawal seorang tentara (Jepang?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1930: Sebuah gedung yang bermandikan cahaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang lelaki Belanda dan beberapa wanita lokal
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1900: Gamelan keraton
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1900, 1930, 1933
Tempat: a.l. Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 14 November 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Kegiatan sukarelawan perempuan anggota Comité voor Vrouwenarbeid in Mobilisatietijd (COVIM) [1]

Mojokerto: Pengumpulan bahan sandang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Solo: Pencatatan bahan pemadam kebakaran untuk LBD (Luchtbeschermingsdienst)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Solo: Latihan operator telepon untuk keperluan LBD (Luchtbeschermingsdienst)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung: Latihan pemasangan perban luka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Bandung, Mojokerto, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 03 September 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Kuping gajah dan komunikasi radio (3)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 01 September 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Kuping gajah dan komunikasi radio (2)

Alat yang mobil ini dioperasikan dua orang …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… seorang yang memikul, dan seorang lagi yang duduk menguping …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan menyampaikan informasi ke operator telekomunikasi …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… untuk diteruskan ke kesatuan lain lewat radio
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: kemungkinan di Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 30 Agustus 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Kuping gajah dan komunikasi radio (1)

"Kuping gajah": Sebuah alat yang diyakini …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… bisa membantu mendeteksi …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… datangnya pesawat tempur musuh.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Meski mungkin terlihat aneh, ini merupakan perangkat canggih pada masanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: kemungkinan di Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 11 Februari 2022

Dari arsip Atlas Van Stolk: Wajah beberapa warga dan tokoh Belanda

7 Januari 1927: Pembukaan komunikasi jarak jauh Belanda-Nusantara melalui signal radio
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1927: Ratu Wilhelmina menyampaikan pesan radio dari Belanda ke Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1900 dan 1920: Berpose di atas dan depan mobil
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Medan, 1929: Sebuah jamuan makan warga Belanda dengan dua pelayan lokal
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1930 dan 1939: Rumah sakit Angkatan Laut di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Rotterdam, 1939: Pangeran Bernhard van Lippe-Biesterfeld mengamati maket Mesjid Demak
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1972: Sukmawati Soekarnoputri di Belanda
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1920, 1927, 1929, 1939, 1972
Tempat: Belanda, Medan, Surabaya
Tokoh: Wilhelmina Helena Pauline Maria (Ratu Belanda); Bernhard van Lippe-Biesterfeld (suami Ratu Juliana); Sukmawati Soekarnoputri (anak Soekarno)
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: