Tampilkan postingan dengan label Republik Indonesia Serikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Republik Indonesia Serikat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2024

Republik Indonesia Serikat (11) - Negara Sumatera Timur: Foto-foto tambahan dari unjuk rasa di Pematang Siantar mendukung pembentukan NST

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.


Pengunjuk rasa dengan spanduk yang a.l. bertuliskan "Kami minta(m) Daerah Istimewa Soematra Timoer" dan "Kembalikan keamanan dan keadilan pada kami"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerumunan para pengunjuk rasa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seri foto ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya yang dimuat sepuluh tahun lalu.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tokoh Negara Sumatera Timur di antara para pengunjuk rasa: Tengku Dzulkarnain (melambaikan tangan) dan Tengku Mansyur (berpeci)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 27 Agustus 1947
Tempat: Pematang Siantar
Tokoh: Tengku Mansyur (pemimpin Negara Sumatera Timur), Tengku Dzulkarnain (Ketua Dewan Sementara NST)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 21 Oktober 2020

Foto para politisi Indonesia dari koleksi Anefo 1946-1948: Sebagian tokoh Republik Indonesia Serikat

Tengku Dzulkarnain (petinggi Negara Sumatera Timur)
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Jumhana Wiriaatmaja (Perdana Menteri Negara Pasundan)
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Anak Agung Gde Agung (Perdana Menteri Negara Indonesia Timur)
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Tengku Mansyur (Wali Negara Sumatera Timur)
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)


Waktu: 1948 atau sebelumnya
Tempat: ?
Tokoh: Tengku Dzulkarnain, Jumhana Wiriaatmaja, Anak Agung Gde Agung, Tengku Mansyur
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: (1) Anak Agung dan Jumhana kemudian menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia dan aktif sebagai diplomat di luar negeri; (2) Foto Tengku Dzulkarnain dan Tengku Mansyur pernah dimuat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil.

Jumat, 16 Desember 2016

Johannes Latuharhary dan Anak Agung Gde Agung di acara pengakuan Negara Indonesia Timur oleh Republik Indonesia

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 17 Januari 1948 (?)
Tempat: Jakarta
Tokoh: Johannes Latuharhary (pejuang perintis kemerdekaan Indonesia; kiri tengah), Ida Anak Agung Gde Agung (Wali Negara Indonesia Timur; kanan tengah)
Peristiwa: Johannes Latuharhary mewakili pemerintah Republik Indonesia, memberikan pengakuan atas Negara Indonesia Timur yang diterima oleh Anak Agung Gde Agung.
Fotografer: Aneta
Sumber / Hak cipta: ANP / Spaarnestad Photo
Catatan:

Senin, 19 September 2016

Rabu, 07 September 2016

Presiden RIS Soekarno di bawah lambang Garuda Pancasila, 1950

(klik untuk memperbesar | © ANP)

Waktu: 15 Februari 1950
Tempat: Jakart
Tokoh: Soekarno (Presiden RIS)
Peristiwa: Soekarno sebagai Presiden RIS duduk mendengarkan pidato dari juru bicara DPR RIS (tidak terlihat di foto).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ANP
Catatan: Burung Garuda Pancasila masih belum memiliki jambul.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (10) - "Negara Sumatera Barat"

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.




"Negara Sumatera Barat

(c) gahetna
(c) gahetna
(c) gahetna
(c) gahetna
(c) gahetna
(c) gahetna
(c) gahetna
(c) gahetna
Waktu: 26 Oktober 1947 (atau 1948?)
Tempat: Padang
Tokoh:
Peristiwa: Foto-foto ini memperlihatkan sekelompok masyarakat Minang, yang menurut catatan foto-foto ini dimotori oleh "Saidi nan Poetih", mengajukan petisi pembentukan "Negara Sumatera Barat" kepada Residen Dr. L.B. van Stralen. Kita melihat ada pengerahan massa, orasi, pembubuhan tanda tangan, serta pertemuan dengan beberapa petinggi Belanda berseragam militer. Sejauh mana ini aspirasi murni dari masyarakat ini, harus dipelajari lebih lanjut. Tetapi sejarah memperlihatkan bahwa petisi akhirnya ini tidak berhasil, " Negara Sumatera Barat" tidak tercatat dalam sejarah. Kemungkinan karena mayoritas masyarakat Minang lebih memilih jejak Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, Agus Salim, Sutan Syahrir, Tan Malaka, dll. yang merupakan pendukung gigih Negara kesatuan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan:

>>> GARIS WAKTU <<<

Kamis, 07 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (8) - Negara Indonesia Timur

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.



Negara Indonesia Timur - Kunjungan Sukawati ke Sulawesi Selatan

Gedung Parlemen Negara Indonesia Timur di Makassar ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 17 Mei 1947 ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 17 Mei 1947 ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 30 April 1947 ((c) gahetna)
Sukawati meninjau PLTA Sadang, Pare-pare ((c) gahetna)
Sukawati bersama isteri meninjau PLTA Sadang, Pare-pare ((c) gahetna)
Sukawati dan kesatuan tentara Belanda di Makassar, 28 Januari 1948 ((c) gahetna)
Sukawati di Pare-pare ((c) gahetna)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Pare-pare, Makassar
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (Presiden Negara Indonesia Timur)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan: Isteri Sukawati berasal dari Perancis.

Rabu, 06 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (7) - Negara Pasundan

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.


Negara Pasundan

Presiden Negara Pasundan, R.A.A. M.M. Suria Kartalegawa (kiri) beserta "Menteri Penerangan" Kustomo, dalam proklamasi pendirian Negara Pasundan di Bandung, 4 Mei 1947, yang dimotori Partai Rakyat Pasundan.
[klik untuk memperbesar (c) gahetna]
Wali Negara Pasundan, R.A.A. Wiranatakusumah, berkunjung ke Purwakarta, dan disambut oleh murid sekolah menengah Purwakarta, 13 Agustus 1948 (?).
(c) gahetna

Waktu: 1947
Tempat: Bandung, Purwakarta
Tokoh: R.A.A. Wiranatakusumah (Wali Negara Pasundan), R.A.A. M.M. Suria Kartalegawa (Presiden Negara Pasundan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan:

Selasa, 05 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (6) - Negara Madura

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.


Negara Madura


Wali Negara Madura, R.A.A. Cakraningrat, berbicara di acara pembentukan tentara Madura di Bangkalan; di sebelah kanannya duduk Panglima Tentara Belanda di Jawa Timur Mayjen W.J.K. Baay.
gahetna)
Panglima Tentara Belanda di Jawa Timur Mayjen W.J.K. Baay, berbicara di acara pembentukan tentara Madura di Bangkalan; di sebelah kirinya duduk Wali Negara Madura, R.A.A. Cakraningrat.
gahetna)
Para anggota kesatuan tentara Madura di dalam acara pembentukan batalyon pertama mereka di Bangkalan.
gahetna)
Wali Negara Madura, R.A.A. Cakraningrat, berpidato di ulang tahun pertama batalyon tentara Madura di Bangkalan.
gahetna)
Wali Negara Madura, R.A.A. Cakraningrat, menginspeksi tentara Madura di Bangkalan, bersama Panglima Tentara Belanda di Jawa Timur Mayjen W.J.K. Baay.
gahetna)

Waktu: 1947-1948 (?)
Tempat: Bangkalan
Tokoh: R.A.A. Cakraningrat (Wali Negara Madura), Mayor Jenderal W.J.K. Baay (Panglima Tentara Belanda di Jawa Timur)
Peristiwa: Tiga foto pertama menunjukkan acara pembentukan batalyon pertama tentara Madura di Bangkalan; dua foto terakhir menunjukkan ulang tahun pertama kesatuan ini, juga di Bangkalan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan:

>>> GARIS WAKTU <<<

Senin, 04 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (5) - Negara Sumatera Timur: Kedekatan dengan militer Belanda

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.


Negara Sumatera Timur - Kedekatan dengan militer Belanda

Tengku Mansur bersama Mayjen Pieter Scholten menginspeksi Barisan Pengawal Sumatera Timur, di Glugur, Medan.
(c) gahetna
Tengku Mansyur, Mayjen Scholten, dan petinggi militer Belanda lainnya berkunjung ke dataran tinggi Karo.
(c) gahetna
Tengku Mansyur, Mayjen Scholten, dan petinggi militer Belanda lainnya berkunjung ke dataran tinggi Karo.
(c) gahetna
Tengku Mansur bersama Mayjen Pieter Scholten menginspeksi pasukan Belanda, di dataran tinggi Karo.
(c) gahetna

Waktu: 1948 (?)
Tempat: Medan, Karo
Tokoh: Tengku Mansur (Wali Negara Sumatera Timur), Mayor Jenderal Pieter Scholten (Panglima Tentara Belanda di Sumatera Utara)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan:


Minggu, 03 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (4) - Negara Sumatera Timur: Milisi, Polisi, dan Tentara NST

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.

Negara Sumatera Timur - Milisi, Polisi, dan Tentara NST 

Batakse Burgerwacht, Pematang Siantar, 27 Agustus 1947 ((c) gahetna)
Batakse Burgerwacht, Pematang Siantar, 27 Agustus 1947 ((c) gahetna)
Batakse Burgerwacht, Pematang Siantar, 27 Agustus 1947 ((c) gahetna)
Polisi Negara Sumatera Timur ((c) gahetna)
Polisi Negara Sumatera Timur ((c) gahetna)
Polisi Negara Sumatera Timur ((c) gahetna)
Polisi Negara Sumatera Timur ((c) gahetna)
Barisan Pengawal Negara Sumatera Timur, April 1948 ((c) gahetna)
Barisan Pengawal Negara Sumatera Timur, April 1948 ((c) gahetna)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Pematang Siantar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan:

UPDATE 16 September 2019
Foto pertama dari sudut kamera yang sedikit berbeda:

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Sabtu, 02 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (3) - Negara Sumatera Timur: Pentolan NST

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.

Negara Sumatera Timur - Pentolan NST
Tengku Mansyur, Pemimpin NST, 1948
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Tengku Dzulkarnain, Ketua Dewan Sementara NST, 1948
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Tengku Mansyur dan Tengku Dzulkarnain di Tanjungpura
((c) gahetna)
Tengku Mansyur diangkat sebagai Grootofficier di Orde van Oranje-Nassau oleh Menteri Urusan Koloni, Maan Sassen, 30 Agustus 1948,
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Tengku Mansyur menyambut kedatangan Abdul Malik, "Wali Negara" Sumatera Selatan, yang datang ke Medan untuk memimpin "Konferensi Sumatera", 10 April 1949
((c) gahetna)
Waktu: 1947-1949
Tempat: Medan, Tanjungpura, Den Haag (?)
Tokoh: Tengku Mansyur (pemimpin Negara Sumatera Timur), Tengku Dzulkarnain (tokoh Negara Sumatera Timur), Maan Sassen (Menteri Urusan Koloni Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan:
1. Maan Sassen terkenal sebagai politikus Belanda yang sangat anti Republik Indonesia.
2. Grootofficier adalah gelar kedua tertinggi sebelum Ridder Grootkruis di Orde van Oranje-Nassau.


UPDATE 11 Oktober 2020: Foto Tengku Mansyur dan Tengku Dzulkarnain dalam ukuran yang lebih besar akan dimuat di posting tanggal 21 Oktober 2020.