Tampilkan postingan dengan label Candi Mendut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Mendut. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 September 2023

Kumpulan foto tentang candi-candi di Jawa dari juru potret yang belum teridentifikasi (1)

Relief Candi Borobudur yang terkenal dengan penggambaran kapal lautnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu relief Candi Borobudur yang a.l. menggambarkan khalayak mendatangi Buddha dengan berbagai persembahan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Patung Bodhisatwa Awalokiteswara di Candi Mendut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 4 pernah dimuat di posting ini dan ini.

Kamis, 24 Agustus 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Jawa (2): Magelang dan Yogyakarta

Gerbang istana air Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi tanpa judul dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1915: Alun-alun Lor, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1912, 1915
Tempat: Magelang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #2 dan #3 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Kamis, 15 Juni 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (2)

1920-an: Dua wanita Bali dan seorang bocah laki-laki
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920-an: Seorang wanita Bali duduk di jalan menuju perkampungan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Adegan lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Pasar malam di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920: Patung Buddha di Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1920-an (a.l. 1920, 1922)
Tempat: Bali, Magelang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 20 Mei 2023

Serakan foto dari berbagai fotografer (1)

Surabaya, 1895: Seorang pria Eropa berpose di depan rumah dan kendaraan kebanggaannya
(klik untuk memperbesar | ©  H. G. Rimestad / NGA)
Bandung, ~1920: Curug Dago
(klik untuk memperbesar | © G. Bley / NGA)
Magelang, ~1920: Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge bersama istri dan pengiring berpose di tangga Candi Mendut
(klik untuk memperbesar | © Studio Hisgen / NGA)
Bogor, ~1920: Petani panen padi
(klik untuk memperbesar | © Tan Tjie Lan / NGA)
Tasikmalaya (?): Prosesi anak-anak sekolah bersama para gurunya (?)
(klik untuk memperbesar | © Studio King Sun & Co / NGA)

Waktu: a.l. 1895, 1920
Tempat: Surabaya, Bandung, Magelang, Bogor, Tasikmalaya (?)
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936)
Peristiwa:
Fotografer: H. G. Rimestad | G. Bley | Studio Hisgen | Tan Tjie Lan | Studio King Sun & Co
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 26 Januari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Peninggalan purbakala Jawa (2)

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


Patung Bodhisatwa Awalokiteswara di Candi Mendut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1890: Salah satu sudut Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1890: Salah satu dinding relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1872: Seorang lelaki Jawa di gebang Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto pertama
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi berikutnya dari foto pertama
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto keempat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (1872, 1890)
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 23 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (2)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Keluarga Keraton Kanoman di tahun 1931: Samsoedin memperlihatkan ayahnya (Sultan Anom?), ibunya, dan saudara-saudaranya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Acara ulang tahun keponakan Samsoedin, anak dari Mochtar, yang bernama Otje
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang menunjukkan Samsoedin bersama teman-teman sekolahnya di MULO-C, saat lebaran 1931, serta bersama mobil dan anjing herder di 1933
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perjalanan Samsoedin bersama ayah, ibu, dan saudara a.l. ke Surabaya, Mojokerto, dan Pantai Popoh di Tulungagung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perjalanan Samsoedin bersama ayah, ibu, dan saudara mengunjungi Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon, serta acara sekaten di Solo dan Yogyakarta, di samping Pasar Gede dan Sriwedari, Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Keluarga Samsoedin di Jakarta; di bagian atas ada tiga foto yang lepas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Cirebon, Jakarta, Magelang, Mojokerto, Semarang, Solo, Tulungagung, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 30 Juni 2022

Foto-foto tentang Jawa dari album "Groet uit Batavia 1913" (6)

Patung Bodhisatwa Awalokiteswara di Candi Mendut (bukan Boeroeboedoer)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tangga Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gerbang Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga Cipanas, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1913 atau sebelumnya
Tempat: Garut, Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 21 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 19-24

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


19. Sumur lumpur di kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
20. Pemandangan Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
21. Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
22. Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
23. Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
24. Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Garut (2x), Magelang, Klaten (2x), Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 05 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (19)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


70. Gereja, rumah sakit, dan sekolah di kawasan misi Kristen di Pea Raja, Tapanuli Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
71. Pura Dewi Durga di Bali
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
72. Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
73. Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
75. Perkebunan kapas di Palembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
79. Pembabatan hutan untuk dijadikan ladang oleh warga Dayak, Kalimantan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Tapanuli Tengah, Bali, Magelang, Magelang, Palembang, Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 28 November 2020

Kartu pos kuno "Salam dari Jawa" keluaran Surabaya 1898

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Gunung Bromo dan Semeru, pedagang pikulan, pedati, dan sebuah rumah Belanda di Surabaya, bersama Ratu Wilhelmina.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kereta hias, Koffieland, sebuah toko, semuanya di Surabaya, dan jembatan gantung di Pademangan, Blitar, bersama Ratu Wilhelmina.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Candi Mendut, Tretes dan pemandian Diana di Prigen (Pasuruan), serta sketsa seorang putri Dayak.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Candi Borobudur, gamelan, pohon beringin, dan sepasang pengantin.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Gunung Bromo, kawasan Kayun di Surabaya, rampogan sima di Blitar, dan Tosari.

Waktu: kartu-kartu pos di atas dikeluarkan tahun 1898
Tempat: kartu-kartu pos di atas mengacu ke hal-hal di Jawa (kecuali putri Dayak)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: F.W. Krapp | K. Fuchs
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: