Tampilkan postingan dengan label reruntuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reruntuhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang reruntuhan peninggalan Kerajaan Majapahit di sekitar Surabaya

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1852
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: kemungkinan Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Carl Wilhelm Mieling
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 18 April 2026

Kamp tawanan Kampili di Gowa setelah hancur terbakar akibat salah dibom oleh pihak Sekutu, 1945 (4)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya; blog ini sudah menampilkan beberapa foto dari kamp ini sebelumnya. Di tahun 1945, ketika Jepang di Perang Dunia II makin terdesak, dan Sekutu makin gencar membom posisi-posisi Jepang, kamp Kampili menjadi sasaran serangan udara Sekutu, padahal di dalamnya tinggal wanita dan anak-anak warga mereka sendiri. Kekeliruan ini membuat kamp porak poranda, dan babi peliharaan yang menjadi sumber makanan para penghuni kamp menjadi hangus terbakar. Foto-foto berikut menampilkan situasi di kamp ini setelah jatuhnya bom yang salah sasaran ini.


Seorang wanita penghuni kamp (bernama Lita Chamberlain?) mencari sisa-sisa barang yang masih bisa dimanfaatkan di antara reruntuhan yang hangus terbakar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita Belanda bernama Van de Noen bersama anaknya, bernama Henny, mengumpulkan peralatan dapur yang tampak gosong
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para biarawati bersama penghuni kamp lainnya di salah satu pojok reruntuhan yang dijadikan dapur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lima anak-anak Belanda berjalan di antara reruntuhan. Catatan foto menyebut nama Helga van Driest (kedua dari kanan) dan Hermmien den Hondt (tengah)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 31 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (10)

Sebuah bangunan dengan judul "Kantor Oeroesan Peranakan" yang kemungkinan menangani persoalan terkait warga campuran pribumi dan asing
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerumunan warga di depan bangunan yang dicoreti para pemuda dengan tulisan "Freedom the glory of any nation!" (Kemerdekaan, kemuliaan setpa bangsa!)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang tampak mengalami kerusakan, kemungkinan akibat serangan udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang hancur, kemungkinan akibat serangan udara Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Kamis, 07 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (4)

Pemeriksaan atas sumur nomor 256 oleh perwakilan NICA bernama J. van Willigen bersama pekerja Indonesia bernama Sagute
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rongsokan berbagai kendaraan di Pamusian yang rusak akibat pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesibukan di sebuah stasiun pompa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto jarak jauh memperlihatkan beberapa menara sumur minyak tampak masih berdiri tegak di antara reruntuhan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang tampaknya menjadi salah satu pusat perbengkelan dan rehabilitasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Australia berusaha membetulkan jaringan listrik di kawasan kilang minyak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Kilang minyak Pamusian (Tarakan)
Tokoh:
Peristiwa: 
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 05 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (3)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Kilang minyak Pamusian (Tarakan)
Tokoh:
Peristiwa: Usaha-usaha pihak Belanda untuk memulihkan kembali operasi kilang minyak Pamusian di Tarakan yang hancur akibat pertempuran antara Sekutu dan Jepang, a.l. dengan mengerahkan pekerja-pekerja lapangan Indonesia dalam pengawasan pihak NICA.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 03 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (2)

Beberapa warga tampak berkumpul di kawasan kilang minyak Pamusian …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… di tengah-tengah kehancuran dan kerusakan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… seperti pria bernama Turman ini, yang dikerahkan untuk melakukan perbaikan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… seperti di sumur nomor 813 ini, yang awalnya dibor oleh Jepang …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan kemudian dimanfaatkan oleh pihak Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Tarakan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 01 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (1)

Kilang minyak di Pamusian, Tarakan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang porak poranda akibat pemboman Sekutu dan pertempuran antara pasukan Jepang dan Sekutu …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang bukan hanya merusak bangunan pergudangan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… tetapi juga hampir segenap kawasan kilang minyak …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan menyisakan reruntuhan serta kehancuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Tarakan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 25 Mei 2025

Kerusakan di Makassar akibat perang antara Jepang dan Sekutu (3), 1945

Bangunan-bangunan di pelabuhan Makassar yang memperlihatkan kehancuran setelah pertempuran antara Jepang dan Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sudut foto yang hanya memperlihatkan kerusakan kecil di dermaga sementara para bangunan tampak seolah-olah masih kokoh
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Ini merupakan lanjutan dari rangkaian foto yang dimuat di posting ini sebelumnya.

Jumat, 09 Mei 2025

Kamp tawanan Kampili di Gowa setelah hancur terbakar akibat salah dibom oleh pihak Sekutu, 1945 (3)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya; blog ini sudah menampilkan beberapa foto dari kamp ini sebelumnya. Di tahun 1945, ketika Jepang di Perang Dunia II makin terdesak, dan Sekutu makin gencar membom posisi-posisi Jepang, kamp Kampili menjadi sasaran serangan udara Sekutu, padahal di dalamnya tinggal wanita dan anak-anak warga mereka sendiri. Kekeliruan ini membuat kamp porak poranda, dan babi peliharaan yang menjadi sumber makanan para penghuni kamp menjadi hangus terbakar. Foto-foto berikut menampilkan situasi di kamp ini setelah jatuhnya bom yang salah sasaran ini.


Bangkai dari belasan, atau malah puluhan, dari babi yang hangus terbakar akibat serangan bom Sekutu, yang sebelumnya diternakan sebagai sumber makanan penghuni kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para wanita penghuni kamp mengumpulkan alat-alat dapur yang masih bisa diselamatkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para penghuni kamp di bangunan yang tampaknya selamat dari serangan udara Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 07 Mei 2025

Kamp tawanan Kampili di Gowa setelah hancur terbakar akibat salah dibom oleh pihak Sekutu, 1945 (2)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya; blog ini sudah menampilkan beberapa foto dari kamp ini sebelumnya. Di tahun 1945, ketika Jepang di Perang Dunia II makin terdesak, dan Sekutu makin gencar membom posisi-posisi Jepang, kamp Kampili menjadi sasaran serangan udara Sekutu, padahal di dalamnya tinggal wanita dan anak-anak warga mereka sendiri. Kekeliruan ini membuat kamp porak poranda, dan babi peliharaan yang menjadi sumber makanan para penghuni kamp menjadi hangus terbakar. Foto-foto berikut menampilkan situasi di kamp ini setelah jatuhnya bom yang salah sasaran ini.


Bangunan kamp yang hancur dan terbakar …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan menyisakan puing-puing yang berserakan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Beberapa biarawati penghuni kamp yang kemudian pindah (?) ke bangunan berdinding anyaman bambu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para wanita dan anak-anak penghuni kamp beramai-ramai mengangkut air dengan ember, kemungkinan untuk memadamkan api yang masih menyala di reruntuhan kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto nomor empat pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Senin, 05 Mei 2025

Kamp tawanan Kampili di Gowa setelah hancur terbakar akibat salah dibom oleh pihak Sekutu, 1945 (1)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya; blog ini sudah menampilkan beberapa foto dari kamp ini sebelumnya. Di tahun 1945, ketika Jepang di Perang Dunia II makin terdesak, dan Sekutu makin gencar membom posisi-posisi Jepang, kamp Kampili menjadi sasaran serangan udara Sekutu, padahal di dalamnya tinggal wanita dan anak-anak warga mereka sendiri. Kekeliruan ini membuat kamp porak poranda, dan babi peliharaan yang menjadi sumber makanan para penghuni kamp menjadi hangus terbakar. Foto-foto berikut menampilkan situasi di kamp ini setelah jatuhnya bom yang salah sasaran ini.


Dua wanita Belanda tanpa alas kaki membawa barang yang masih bisa diselamatkan dari puing-puing kamp yang terbakar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang biarawati penghuni kamp menyaksikan bangunan kamp yang sudah porak-poranda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda mengais-ngais di antara reruntuhan, mencari barang yang masih diselamatkan, dan tampaknya sudah menemukan dua gelas kelang untuk minum
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bangunan yang terkena serangan bom dengan latar belakang tembok kamp yang masih berdiri tapi tampak rusak berat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 02 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (11)

Kampung Andai di Manokwari, Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Kampung Ayambori di Manokwari, Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Jumat, 14 Maret 2025

Perkebunan teh "Pangerango" di Sukabumi di sekitar awal tahun 1950-an - 2b: Usaha pendirian kembali bangunan pabrik

Perkebunan teh "Pangerango" didirikan perusahaan "H.G.Th. Crone" di sekitar akhir abad ke-19/awal abad ke-20 di Pasir Datar, sebuah desa di kaki Gunung Pangrango, yang sekarang masuk Kecamatan Caringin, Sukabumi. "Henrich Gottfried Theodor Crone" sendiri merupakan sebuah usaha dagang di Amsterdam yang mengimpor hasil bumi dari Hindia-Belanda dan menjualnya di Eropa. Foto-foto berikut tidak mencantumkan tanggal, dan hanya berisi keterangan singkat. Jadi kemungkinan foto-foto ini berisi hal-hal ini:

  • Wajah area perkebunan setelah pemilik Belanda-nya kembali menyusul selesainya Perang Kemerdekaan dan adanya pengakuan kedaulatan dari Belanda terhadap Republik Indonesia.
  • Usaha membangun kembali bangunan pabrik yang tampaknya sebelumnya dibumihanguskan para pejuang kemerdekaan.
  • Wajah warga sekitar yang bekerja di pabrik teh.
  • Wajah para pegawai, termasuk bagian keamanan yang bersenjata api ketika suasana paska-pengakuan kedaulatan situasi masih dianggap belum stabil.
  • Foto perpisahan yang kemungkinan muncul setelah Soekarno menyerukan nasionalisasi aset-aset yang sebelumnya dikuasai dan dijalankan orang dan perusahaan Belanda.

Bagunan ketel uap yang dipasang kembali dikelilingi sisa-sisa tembok bangunan lama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pekerjaan bongkar pasang di area pabrik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pekerjaan di rangka atap
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu area difoto dari ketinggian, memperlihatkan berapa besar ukuran satu bangunan saja, dengan bangunan lain di latar belakang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1950-an
Tempat: Desa Pasir Datar (Sukabumi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: