Tampilkan postingan dengan label 1906. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1906. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2022

Dari arsip Atlas Van Stolk: Wajah beberapa warga Nusantara

Antara 1898 dan 1906: Sebuah pengadilan di Semarang (?)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Warga Karo di sekitar Brastagi
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Arak-arakan di Medan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1900 dan 1934: Benteng Rotterdam di Makassar
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1909: Dua misionaris Belanda bersama 3 warga Minahasa
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1906, 1909, 1934
Tempat: Brastagi, Makassar, Medan, Minahasa, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 24 Juni 2020

Potret studio perempuan Indonesia zaman dulu (4)

Antara 1885 dan 1895
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1885 dan 1895
(klik untuk memperbesar | © G.R. Lambert & Co. / NGA)
Perempuan Bogor, 1906
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1895, 1906
Tempat: Bogor (foto ketiga)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: G.R. Lambert & Co. (foto nomor 2)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 09 Mei 2020

Dari album foto keluarga Kartini: RM Singgih, anak Kartini

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

1904: Singgih ketika bayi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sekitar 1904: Singgih belum genap setahun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1906: Singgih di usia 17 bulan
(klik untuk memperbesar | © Tee Han Sioe / Universiteit Leiden)
Sekitar 1912: Singgih di umur 8 tahun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1914: Singgih di umur 10 tahun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1904, 1906, 1912, 1914
Tempat: Rembang
Tokoh: Raden Mas Singgih (anak Kartini)
Peristiwa:
Fotografer: Tee Han Sioe (foto ketiga)
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Minggu, 06 September 2015

Misionaris Johannes van der Steur di Magelang, 1906

Johannes van der Steur (berdiri) bersama misionaris lainnya di rumah yatim piatu Oranje Nassau
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Johannes van der Steur bersama anak-anak bimbingannya
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1906
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: