Tampilkan postingan dengan label Masjid Jami Taluk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Jami Taluk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (4)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Masjid Jami Taluk, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Air terjun di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu pesisir di Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Teluk Bayur, Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Singkarak
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:  Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 06 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 67-72

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


67. Berburu babi hutan di Tilatang Kamang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
68. Gua yang dijuluki Ngalau Kamang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
69. Gua Pauh (?)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
70. Mesjid di Padang Lua, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
71. Masjid Jami Taluk, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
72. Kolam renang di Sungai Tanang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat: Sumatera Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 67 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 70 & 71 di posting ini.

Sabtu, 03 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (18)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


63. Perumahan warga Papua di Danau Sentani
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
65. Warga Dayak Bahau di kawasan Mahakam membangun rumah panggung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
66. Tarian warga Dayak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
67. Mesjid Jami Taluk, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
68. Surau dan tempat mengaji di Lintau Buo, Tanah Datar
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
69. Bocah-bocah belajar mengaji, Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Papua, Mahakam, Kalimantan, Bukittinggi, Tanah Datar, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 67 pernah dimuat di posting ini.


UPDATE 21 Mei 2021: Edisi lain dari foto no. 66.
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Jumat, 27 November 2020

Dari album foto C.B. Nieuwenhuis tentang Bogor dan Minangkabau: Mesjid atap 3-susun gaya Minang

PENGANTAR

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis termasuk orang yang berjasa mengabadikan banyak wajah Nusantara zaman dulu dan mewariskannya ke dunia sepeninggalnya. Blog ini sudah memuat beberapa foto karya orang Belanda yang wafat di Padang ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Salah satu kumpulan dari foto-foto jepretan dia adalah sebuah album berjilid merah di atas ini, yang berisi 30 foto, 6 di antaranya tentang Bogor dan sisanya mengenai Minangkabau. Blog ini akan menampilkannya di sini.


(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Masjid Jami Taluk
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: Sekitar 1900
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C.B. Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 03 November 2014

Wajah beberapa mesjid di Minangkabau di awal abad ke-20

Koto Gadang, Agam
(klik untuk memperbesar | J. Demmeni © gahetna)
Sungai Pua, Agam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Sungai Pua, Agam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Taluk, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kutabaru (atau Bukittinggi?)
(klik untuk memperbesar | C. Nieuwenhuis © gahetna)
Waktu: awal abad ke-20
Tempat: Agam, Bukittinggi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: J. Demmeni, C. Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:


UPDATE 2 November 2016:
Untuk foto terakhir ada variasinya yang tampaknya diambil dari sudut yang kurang lebih sama, tetapi pada masa yang berbeda (perhatikan pepohonan di latar belakang).
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)