Tampilkan postingan dengan label Pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pontianak. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Januari 2026

Kunjungan Jenderal Van Oyen ke Keraton Kadariah, Pontianak 1946 (3)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1946
Tempat: Pontianak
Tokoh: Sultan Hamid II (Sultan Pontianak)
Peristiwa: Sultan Hamid II menaiki sebuah perahu motor ketika menyambut kedatangan Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946; tidak terlihat di foto) ke Pontianak.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga rangkaian foto terkait di posting ini dan ini.

Kamis, 08 Agustus 2024

Kunjungan Jenderal Van Oyen ke Keraton Kadariah, Pontianak 1946 (2)

Didi van Delden (kiri) dan suaminya, Sultan Hamid II (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayjen Van Oyen dan Didi van Delden dipayungi, sementara Sultan Hamid II berada di latar depan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang Belanda dan Indonesia dalam seragam KNIL di acara kunjungan Von Oyen ke Pontianak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1946
Tempat: Pontianak
Tokoh: Sultan Hamid II (Sultan Pontianak); Didi van Delden (istri Sultan Hamid II); Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa: Panglima KNIL, Mayjen Van Oyen, berkunjung ke Pontianak, disambut oleh Sultan Hamid II dan istrinya, Didi van Delden
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 06 Agustus 2024

Kunjungan Jenderal Van Oyen ke Keraton Kadariah, Pontianak 1946 (1)

Sultan Hamid II (kanan) dalam seragam KNIL pada acara kunjungan Mayjen Van Oyen ke Pontianak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Didi van Delden, Mayjen Van Oyen, dan Sultan Hamid II di Pontianak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Didi van Delden, Mayjen Van Oyen, dan Sultan Hamid II (kedua dari kanan) di depan Keraton Kadriah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1946
Tempat: Pontianak
Tokoh: Sultan Hamid II (Sultan Pontianak); Didi van Delden (istri Sultan Hamid II); Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa: Panglima KNIL, Mayjen Van Oyen, berkunjung ke Pontianak, disambut oleh Sultan Hamid II dan istrinya, Didi van Delden
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 26 Januari 2024

Sultan Syarif Muhammad Alkadrie (?) bersama para pembesar Belanda

Syarif Muhammad Alkadrie (berdiri di depan dengan pedang di pinggang) bersama kerabat Keraton Kadariah dan para pembesar Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1930
Tempat: kemungkinan besar Pontianak
Tokoh: Syarif Muhammad Alkadrie (? Sultan Pontianak, ayah dari Sultan Hamid II)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 31 Januari 2023

Pasukan Jepang masuk dan menguasai Hindia-Belanda (3): Merak, Pontianak, Salatiga 1942

Pontianak: Pasukan Jepang sampai di Tugu Khatulistiwa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Banten: Pasukan Jepang mendarat di Merak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jawa Tengah: Pasukan Jepang beristirahat di perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Jepang di depan sebuah gedung pemerintahan yang mereka rebut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salatiga: Seorang serdadu KNIL mengamati pasukan Jepang yang memasuki kota
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Pontianak, Jawa (a.l. Merak, Salatiga)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 29 Januari 2023

Pasukan Jepang masuk dan menguasai Hindia-Belanda (2): Pontianak, Surabaya, Temanggung 1942

Menuju Surabaya: Pasukan Jepang menghadapi jalan yang ditutup KNIL dengan batang-batang pohon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Jepang menyeberangkan truk militer mereka, kemungkinan di Kranggan (Temanggung) setelah jembatan di atas Sungai Progo dirusak KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jawa?: Sebuah gedung pemerintahan yang disita militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menuju Pontianak: Pasukan Jepang mencoba menyeberangkan sebuah mobil melalui jembatan yang dirusak KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Pontianak, Surabaya, Temanggung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 08 Maret 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Warga Pontianak dalam berbagai aktivitas, 1948

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: 1948
Tempat: Pontianak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Jumat, 06 Maret 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Kawasan pecinan Pontianak, 1948

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: 1948
Tempat: Pontianak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Jumat, 28 Februari 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal Kalimantan

Tiga jemaah asal Pontianak, didampingi seorang Hadrami (kiri)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
10 jemaah asal Martapura
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Enam jemaah asal Sambas, didampingi seorang wakil yang berdiri di belakang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.

Minggu, 28 September 2014

Penumpasan PGRS/Paraku di Pontianak (2), 1968

Warga Tionghoa tersangka PGRS/Paraku ditahan TNI di Singkawang, November 1968
(klik untuk memperbesar | © Keystone-France/Gamma-Keystone/Getty Images)

TNI melatih warga Dayak di dalam menggunakan senapan untuk membantu penumpasan PGRS/Paraku, 5 Desember 1968
(klik untuk memperbesar | ©Keystone-France/Gamma-Keystone/Getty Images)

Waktu: 1968
Tempat: Singkawang, Kalimantan Barat
Tokoh:
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan:

Sabtu, 19 April 2014

Penumpasan PGRS/Paraku di Pontianak (1), 1968

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 6 Januari 1968
Tempat: Pontianak
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan TNI menyisir rumah terbakar dalam memburu para gerilyawan PGRS/Paraku.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis

Minggu, 08 Desember 2013

Beberapa wajah Dayak di awal abad ke-20

General Photographic Agency/Getty Images
General Photographic Agency/Getty Images
Hulton Archive/Getty Images
Hulton Archive/Getty Images
Waktu: sekitar 1933 [1], 1935 [2], 1900 [3-4]
Tempat: Kalimantan [1-2], sekitar Pontianak [3-4]
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: l.d.a.