Tampilkan postingan dengan label angklung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label angklung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (16)

Bocah Sunda memeragakan angklung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita Jawa membatik, di ruangan dengan foto Ratu Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sepasang pengantin dan kenduri pernikahan di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan pemukiman di sekitar muara sungai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman rumah di sebuah area perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: a.l. Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 18 Mei 2023

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (3)

Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.


~1920: Situ Bagendit, Garut
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
~1920: Situ Bagendit, Garut
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
~1920: Sebuah danau di wilayah sekitar Tosari (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perumahan warga Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1920
Tempat: Garut, Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 08 Mei 2023

Dari serakan hasil jepretan fotografer M. Alberts

Nelayan dan perahunya di Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Peempuan Garut memainkan angklung di tepi Situ Bagendit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Telaga Cipanas di Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Toba di sisi Parapat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan di tempat yang tidak disebutkan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Bayuwangi, Garut, Parapat (Simalungun)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: M. Alberts
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 25 Oktober 2021

Museum Gajah ketika masih bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1928 (6)

Dinding kayu berukir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dinding kayu berukir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi ukiran kayu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi a.l. angklung, tombak, senapan, dan kayu ukiran
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi a.l. tombak, senapan, dan kotak kayu berukir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tombak dan maket perahu serta rumah tradisional
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi tombak dan maket rumah tradisional
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1928
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 23 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 25-30

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


25. Air terjun Curug Cibeureum, Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
26. Candi Pawon, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
27. Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
28. Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
29. Bagian dalam Keraton Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
30. Bocah-bocah Garut bermain angklung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Sukabumi, Magelang, Yogyakarta (3x), Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 28 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Senin, 30 Maret 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Topeng monyet

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: antara 1947 dan 1949
Tempat: Jakarta (?) di areal yang dulunya kamp internir Jepang (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Rabu, 07 Agustus 2019

Dari sebuah perkebunan teh di Priangan tahun 1915: budaya masyarakat sekitar

Pasar di sekitar perkebunan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Para nayaga tampil dengan gamelan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kelompok pemain angklung dan dogdog
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sepasang pengantin menunggang kuda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Berburu macan tutul
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Hajatan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1915
Tempat: Jawa Barat (kawasan Puncak?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 21 Juli 2018

Seni Sunda zaman dulu dari berbagai masa

Bandung, antara 1863-1865: Empat mojang penari serimpi
(klik untuk memperbesar | © van Kinsbergen / Universiteit Leiden)
Wayang golek di sekitar tahun 1900; kemungkinan besar dalam pose dan posisi yang diatur si fotografer
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sekitar 1905: Kuda lumping dengan iringan angklung
(klik untuk memperbesar | © Sigrist / Universiteit Leiden)
Garut, 1910: sekelompok mojang penari wayang orang
(klik untuk memperbesar | © Knackstedt & Co./ Universiteit Leiden)
Waktu: 1863, 1900-an, 1905, 1910
Tempat: Bandung, Garut, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 05 Juli 2018

Wajah gadis, mojang, dan perempuan Sunda dari berbagai masa

Sekitar 1880: Dua wanita Sunda di studio foto mengenakan kebaya yang terlihat mewah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bogor, sekitar 1910: Terkadang fotografer Belanda terkesan iseng, wanita sedang mandi difoto
(klik untuk memperbesar | © ARW-Kiekjes / Universiteit Leiden)
Antara 1925-1931: Empat mojang memegang angklung; kemungkinan diminta difoto karena ada kunjungan seorang pembesar dari Malang (disimpulkan dari nomer plat mobil)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sekitar 1930: sekelompok mojang berkebaya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1880, 1910, 1925, 1930
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Minggu, 05 Juni 2016

Kartu pos zaman dulu tentang Bandung (2)

Pieterspark (sekarang Taman Dewi Sartika)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Pemain angklung
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Warung di desa
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Penjual serabi
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)

Waktu: ?
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan:

UPDATE 22 Mei 2018

Foto no. 4 tersedia dalam versi yang diwarnai. Catatan foto menyebutkan bahwa gambar diambil sekitar tahun 1925.
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)