Tampilkan postingan dengan label Hubertus Johannes van Mook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hubertus Johannes van Mook. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (9)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Bob kemungkinan juga mencoba membuat beberapa foto dari udara …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… tetapi tampaknya kameranya dipegang di tangan, bukan terpasang di badan pesawat, sehingga sudut pengambilan foto tidak selalu optimal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah perahu pinisi, kemungkian di perairan Jawa Timur, dan menunjukkan jauhnya rute pelayaran warga Bugis
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Beberapa warga di antara tumpukan bata yang tampaknya diturunkan dari sebuah truk (?), ada kemungkinan untuk dipakai sendiri atau bagian dari sebuah pekerjaan yang diberikan oleh pihak Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kunjungan Van Mook ke kalangan tentara Belanda yang tampaknya sempat difoto oleh Bob
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Surabaya dan/atau sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bob J. van Dijk
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 26 Oktober 2025

PM Belanda, Louis Joseph Maria Beel, di Indonesia 1947/1948 (2)

Kemungkinan di Kemayoran, 1947: Jan Jonkman (kiri) bersama Louis Beel (tengah) dan Van Mook (kanan berkacamata)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan di gedung yang kelak menjadi Istana Merdeka, 1948: Politisi Belanda, Lambertus Neher (kanan), dengan didampingi Louis Beel (berjas putih), menyalami perwakilan warga Sulawesi Selatan yang berpakain seperti warga Arab
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1947, kemungkinan di kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk: Kapten kapal USS Renville, William W. Ball (kanan) menjamu Willem Drees (kanan) dan Louis Beel (tengah) menjelang persiapan perundingan Renville.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 24 Oktober 2025

PM Belanda, Louis Joseph Maria Beel, di Indonesia 1947/1948 (1)

Jakarta, 1948: Louis Beel (kanan) berbicara dengan perwakilan warga bagian timur Nusantara di sebuah acara di gedung yang kelak menjadi Istana Merdeka. Kedua dari kiri berkumis kemungkinan adalah Don J. Thomas Ximenes da Silva dari Sikka (Flores), sementara di sebelah kirinya, berkacamata dan berjas terang, adalah Cokorda Gde Raka Sukawati dari Bali.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, November 1948: Louis Beel (kiri) berbicara dengan Wakil PM Belanda, Willem Drees (kanan) menjelang penyelenggaraan perundingan Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemayoran, 7 Mei 1947: Menteri Penerangan Mohammad Natsir (kiri), menyambut kedatangan Menteri Urusan Jajahan Belanda, Jan Jonkman (membelakangi), dengan disaksikan oleh Van Mook (bertopi) dan Louis Beel (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh:Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 28 September 2025

Van Mook, Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, dan para tamunya di tahun 1948 (3)

1 Agustus 1948: Van Mook menyambut kedatangan Uskup Agung Georges-Marie de Jonghe d'Ardoye yang diutus Vatikan sebagai Delegatus Apostolik pertama untuk wilayah Hindia-Belanda, di resepsi perpisahan dia sebagai Letna Gubernur Jenderal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1948, d.ki.k.ka.: Menlu Belanda Dirk Stikker, PM Belanda Louis Beel, Van Mook, Laksamana Madya Frederik Jentje Kist (Menteri Kelautan di Kabinet Pemerintahan Federal Sementara)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
11 Oktober 1948: Acara perpisahan Van Mook yang akan melepas Letnan Gubernur Jenderal empat hari kemudian. Acara dihadiri banyak kalangan, sipil dan militer, kulit putih dan lokal, termasuk Petrus Johannes Willekens (Vikaris Apostolik Batavia) dan seorang memakai kafiyeh a la Timur Tengah (tokoh masyarakat dari Sulawesi Selatan?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 26 September 2025

Van Mook, Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, dan para tamunya di tahun 1948 (2)

Acara resepsi perpisahan Van Mook sebagai Letnan Gubernur Jenderal: Van Mook dan istri menyambut kedatangan Wali Negara Pasundan, R.A.A. Wiranatakusumah, yang mengombinasikan pakaian barat dengan peci
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasangan Van Mook menerima kedatangan para tamu yang akan melepasnya sebagai Letnan Gubernur Jenderal 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook menyalami mantan PM Belanda, Willem Schermerhorn, yang datang untuk memberikan salam perpisahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook membubuhkan tanda tangan ke sebuah foto (?) yang disodorkan seorang pemuda di gedung yang kelak menjadi Istana Merdeka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1 Agustus 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh a.l.: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 24 September 2025

Van Mook, Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, dan para tamunya di tahun 1948 (1)

1 Januari 1948, resepsi awal tahun baru di Istana Gubernur Jenderal yang kelak menjadi Istana Merdeka: Istri Van Mook, Alberta Erika, menyambut kedatangan sepasang Indonesia, kemungkinan Rosihan Anwar dan istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Januari 1948: Pasangan Van Mook menyambut kedatangan Hussein Jayadiningrat, orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dan guru besar, yang datang bersama istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Agustus 1948, resepsi perpisahan Van Mook di Istana Gubernur Jenderal: Van Mook dan istri menyambut kedatangan para tamu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Agustus 1948: Pasangan Van Mook dan istri menyambut kedatangan mantan Gubernur Jawa Timur Charles Olke van der Plas dalam resepsi perpisahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 08 November 2024

Van Mook bersama para petinggi militer Belanda dan Inggris di Istana Gubernur Jenderal yang kelak menjadi Istana Merdeka, 1945

Van Mook dan para petinggi militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: akhir 1945 atau awal 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh (d.ki.k.ka.):
  • Laksamana Madya A.S. Pinke
  • kemungkinan Mayor Jenderal D.C. Hawthorne (Panglima Divisi XXIII Hindia, kesatuan yang terlibat langsung di Pertempuran Surabaya)
  • Jenderal Philip Christison (Panglima Sekutu untuk wilayah Asia Tenggara)
  • Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
  • Laksamana Conrad Emil Lambert Helfrich (Panglima KNIL Laut; perwira kapal selam yang ulang dan sangat anti Republik Indonesia)
  • Jenderal Simon Hendrik Spoor (Kepala Staf Tentara Belanda di Indonesia)
  • belum teridentifikasi
Peristiwa: Van Mook bersama para petinggi militer Belanda dan Inggris di Istana Gubernur Jenderal. Saat itu bangunan yang kelak menjadi Istana Merdeka ini masih dicat dengan warna kamuflase peninggalan Jepang, bukan putih seperti sebelumnya dan sekarang ini. Jepang mengubah cat gedung ini untuk memperkecil kemungkinan bangunan ini menjadi sasaran serangan militer (udara?).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 06 November 2024

Van Mook di Jakarta, Agustus/September 1946

25 Agustus 1946: Van Mook (bertolak pinggang) bersama Jenderal Mansergh (tengah) menyambut kedatangan diplomat Inggris Lord Killearn yang akan menjadi salah satu penengah dalam perundingan Linggajati
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
25 Agustus 1946: Van Mook berbincang bersama Lord Killearn dengan disaksikan Jenderal Mansergh, kemungkinan di landasan Kemayoran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1946: Van Mook duduk di samping mantan PM Belanda Willem Schermerhorn yang sedang berbicara, kemungkinan di sebuah acara terkait perundingan Linggajati. Di depan tampak sebuah papan nama dari kertas bertuliskan "Mr. Soetan Sjahrir". Kelak 20 tahun kemudian ketika Soetan Sjahrir wafat di luar negeri setelah "diasingkan" oleh Soekarno, Schermerhorn menjadi salah satu pelayat yang memberikan hormat kepada jenazah Sjahrir ketika disemayamkan di Belanda.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: Agustus/September 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh: 

Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Senin, 04 November 2024

Kedatangan kembali Van Mook ke Jakarta setelah konsultasi di Belanda dan Inggris mengenai nasib Indonesia, 8 Mei 1946

Van Mook turun dari pesawat yang membawanya ke Kemayoran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook disalami oleh Mr. Blom yang menyambutnya bersama Jenderal Spoor (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Mansergh (kiri) dan Komodor Udara Cecil Alfred Stevens (tengah) dari militer Inggris menyambut Van Mook di landasan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook (paling kiri) berbincang bersama para petinggi sipil Belanda: Count van Bijlandt, Mr. Blom, dan Baron van Asbeck
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 8 Mei 1946
Tempat: bandara Kemayoran, Jakarta
Tokoh: Peristiwa: Aspirasi kemerdekaan rakyat Indonesia beserta adu diplomasi dan pertikaian bersenjata yang menyertainya, yang juga melibatkan militer Inggris, membuat Van Mook harus terbang ke Belanda dan Inggris untuk berkonsultasi. Kedatangannya kembali ke Jakarta setelah konsultasi di Eropa disambut oleh para petinggi Belanda dan perwira tinggi militer Inggris yang saat itu masih ditugaskan Sekutu untuk memegang kendali keamanan di Jawa.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 02 November 2024

Van Mook berkantor di Istana Gubernur Jenderal yang kelak menjadi Istana Merdeka, 1945 (2)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 15 Oktober 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa: Van Mook menggelar konferensi pers yang dihadiri para wartawan dari negeri-negeri yang menjadi anggota Sekutu.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto pertama pernah dimuat di posting ini, yang menyebut tanggal kejadian sebagai 17, bukan 15, Oktober 1945.

Kamis, 31 Oktober 2024

Van Mook berkantor di Istana Gubernur Jenderal yang kelak menjadi Istana Merdeka, 1945 (1)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 15 Oktober 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa: Van Mook menggelar konferensi pers yang dihadiri para wartawan dari negeri-negeri yang menjadi anggota Sekutu.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 29 Oktober 2024

Van Mook berkunjung ke Morotai setelah Jepang kalah perang, 1945

Van Mook (berkacamata) bertemu dan berbincang dengan para pemuka masyarakat Morotai, kemungkinan dari kalangan umat Islam. Van Mook ditemani oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo (paling kanan).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook (berkacamata) bertemu dengan perwakilan masyarakat, kemungkinan dari kalangan Kristiani, yang membawa pamflet bertuliskan "Morotai bertempik karena kebebasa, terima kasih" dan "Hidoeplah kiranja Oranje". Van Mook ditemani oleh Letnan Kouwenhoven, seorang perwira NICA.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook memberi hormat kepada barisan yang menyambutnya, diiringi oleh Jenderal Van Oyen (kanan) dan Letnan Kouwenhoven.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Morotai
Tokoh: Hubertus van Mook (Menteri Urusan Wilayah Jajahan, kelak Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946), Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL asal Jawa yang sangat pro-Belanda; kelak menjadi ketua delegasi Belanda di perundingan Renville)
Peristiwa: Pihak Belanda diwakili Van Mook berkunjung ke berbagai wilayah Indonesia Timur, yang lebih dulu terbebas dari pendudukan Jepang, untuk mengukuhkan kembali kekuasaan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 08 April 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (6), 1946

Pendampingan atas peti jenazah yang kemungkinan berisi sisa jasad seorang tentara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Peletakan karangan bunga di monumen Ereveld Ancol
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook (dan istri?) bersama para pembesar militer Belanda dan Inggris, a.l. Jenderal Simon Hendrik Spoor (paling kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tukang gali kubur membersihkan sisa-sisa tanah penguburan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Alunan terompet penghormatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kuburan yang sudah tertutupi karangan bunga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rangkaian kuburan di Ereveld Ancol yang masih ada hingga sekarang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Jenderal Simon Hendrik Spoor (Kepala Staf Tentara Belanda di Indonesia)
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: