Tampilkan postingan dengan label Sungai Musi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungai Musi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2024

Pelimpahan kontrol militer dari pasukan Inggris kepada KNIL di wilayah Palembang, 1946

28 Oktober 1946: Letkol Wils dari Resimen Gurkha IV berbincang dengan Letkol Van Beek dari KNIL dalam pengalihan kontrol militer atas Palembang dari pasukan Inggris ke KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
28 Oktober 1946: Pasukan KNIL memenuhi tepian Sungai Musi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Belanda duduk di laras meriam artileri udara peninggalan tentara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menara pengawas militer peninggalan Jepang yang sekarang diambil alih pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Palembang dan sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 17 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (25)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


115. Bongkar muat rotan di Sungai Musi, Palembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
116. Arena pacuan kuda di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
117. Pertunjukan wayang kulit pada saat sekaten di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
118. Penari topeng di Kesultanan Kutai
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
121. Pemain sandiwara Tionghoa di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
122. Pernikahan dua pasang warga Abung, Lampung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Palembang, Bukittinggi, Yogyakarta, Kutai, Jawa Timur, Lampung
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 118 pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 18 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (10)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


135. Perahu pengangkut garam, Jawa
(klik untuk memperbesar | © AVS)
141. Kapal dan perahu di Sungai Musi, Palembang
(klik untuk memperbesar | © AVS)
145. Tambang emas di Rejang Lebong, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © AVS)
146. Pabrik garam, kemungkinan di Madura
(klik untuk memperbesar | © AVS)
149. Perkebunan tembakau di Deli
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jawa, Palembang, Rejang Lebong (Bengkulu), Madura, Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Atlas Van Stolk
Catatan: Edisi lain dari foto no. ## pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 05 Juli 2020

Infografik: Skema serangan Belanda ke Kesultanan Palembang, 24 Juni 1821

(klik untuk memperbesar | © AVS)
Waktu: 24 Juni 1821
Tempat: Palembang (di sekitar Pulo Kemaro, atau "Gombora")
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 03 Juli 2020

Infografik: Skema serangan Belanda ke Kesultanan Palembang, 21 Oktober 1819

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu:  21 Oktober 1819
Tempat:  Palembang (di sekitar Pulo Kemaro, atau "Gombora")
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto: P. le Comte
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 08 Juni 2016

Kegiatan tentara Belanda ketika tidak sedang menggempur pejuang Indonesia (8): lain-lain

Dicukur, Subang
(klik untuk memperbesar | © ,Th. van de Burgt / gahetna)
Mandi di sungai, Palembang, 21-29 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Balap sepeda, Ambarawa, Agustus 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Main kartu, Palembang, 17 Februari 1948
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Menguliti binatang, Jakarta, 24 Juli 1948
(klik untuk memperbesar | © R.G. Jonkman / gahetna)
Waktu: 1947, 1948
Tempat: Ambarawa, Jakarta, Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: R.G. Jonkman / Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 21 Juni 2019
Foto nomor dua dengan ukuran lebih besar dan kualitas lebih bagus.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Senin, 15 April 2013

Kapal Jepang pembersih ranjau di Sungai Musi

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1940-an
Tempat: Sungai Musi, Palembang
Tokoh:
Peristiwa: Sebuah kapal militer Jepang yang digunakan sebagai pembersih ranjau di Sungai Musi
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: forum.axishistory.com
Catatan: