Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

Dari koleksi foto seorang warga Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956 (1)

Rangkaian foto berikut hanya memiliki sedikit catatan. Tetapi foto bisa teridentifikasi bahwa pemilik kumpulan foto ini merupakan warga dari Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956, kemungkinan salah satu tenaga pengajar.


Latihan senam untuk para siswa SGB, yang menurut catatan foto dipimpin oleh orang bernama "M. Moestam"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bioskop di Sambas yang sedang menayangkan film berjudul Ratapan Ibu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan inspektur pendidikan guru dari Banjarmasin ke SGB Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Masjid Jami Sultan Muhammad Syafiudin yang merupakan warisan dari Kesultanan Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1956
Tempat: Sambas
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 25 April 2025

Dua cuplikan dari sebuah film Indonesia di zaman Jepang

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Judul film dan nama bintang film masih belum terdeteksi.

Jumat, 31 Januari 2025

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (tanpa istri): Dalam beberapa foto (2)

Kemungkinan 1936: Tjarda dalam pakaian kebesaran gubernur jenderal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebelum 1942: Para pembesar Hindia Belanda dalam acara pembukaan sidang Volksraad Batavia. D.ki.k.ka.: L.G.C.A. van der Hoek (Gubernur Jawa Barat), J.H.B. Kuneman (Ketua Raad van IndiĆ«),  A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia Belanda), Ir. E.A. Voorneman (Walikota Batavia), Mr. P.A. Blaauw (Ketua Volksraad).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebelum 1942: Tjarda dalam pakaian sipil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Agustus 1945: Tjarda bersama petinggi militer KNIL setelah dibebaskan dari kamp tawanan Jepang. Kondidi kurus tampak tak tertutupi di badan beberapa orang di foto ini.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antara 1946 dan 1948: Setelah dibebaskan dari kamp tahanan Jepang di Manchuria, Tjarda kembali ke Belanda dan di 1946 ditunjuk menjadi Duta Besar Belanda di Perancis. Gambar di atas menunjukkan Pak Dubes Tjarda, kedua dari kiri, berkunjung ke Hollywood.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1936, 1940-an, 1945
Tempat: a.l. Jakarta, Los Angeles (California)
Tokoh: Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 27 Januari 2025

Bintang film kondang tempo doeloe: Dian Anggrianie & Farida Arriany

Farida Arriany
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dian Anggrianie
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1950-an
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Dian Anggrianie, Farida Arriany (bintang film)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 25 Januari 2025

Bintang film kondang tempo doeloe: Ermina Zaenah

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1950-an
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Ermina Zaenah (bintang film)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 23 Januari 2025

Bintang film kondang tempo doeloe: Mimi Mariani

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1950-an
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Mimi Mariani (bintang film)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 21 Januari 2025

Bintang film kondang tempo doeloe: Siti Aminah Cendrakasih

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1950-an
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Siti Aminah Cendrakasih (bintang film)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 18 Februari 2021

Foto-foto dari adegan di film Nyai Dasima, 1929

Tjerita Njai Dasima adalah sebuah kisah karya Gijsbert Francis yang diterbitkan di Jakarta pada tahun 1896. Cerita ini tampaknya sangat populer sehingga pada tahun 1929, sutradara Lie Tek Swie memfilmkannya dengan judul Njai Dasima; sebuah film bisu yang tampaknya sangat laku di masayarakat.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Film ini bercerita tentang Dasima, wanita lokal yang menjadi nyai (gundik) seorang Inggris bernama Edward William, dan dari hubungan ini mempunyai anak bernama Nancy. Seorang kusir delman bernama Samiun melirik Dasima, dan berusaha merebut hatinya, a.l. dengan jampi-jampi. Dasima meninggalkan Edward demi Samiun, tetapi kemudian tersadar bahwa Samiun ternyata mengincar hartanya belaka. Ketika sutau hari Dasima pergi ke kampung sebelah untuk menonton pertunjukan sandiwara, Dasima dicegat oleh orang suruhan Samiun yang kemudian membunuhnya dan membuang jasadnya ke sungai. Jenazah Dasima terbawa air hingga ke belakang rumah Edward yang kemudian menemukannya.

Waktu: 1929
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 15 November 2020

Miss Roekiah dan Raden Mochtar dalam film Siti Akbari, 1940

 Raden Mochtar dan Miss Roekiah dalam film Siti Akbari
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1940 (atau 1939?)
Tempat: Jawa
Tokoh: Miss Roekiah (penyanyi keroncong, aktris), Raden Mochtar (aktor)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 21 September 2019

Kamp tawanan Cideng setelah Jepang menyerah (4)

Tentara Jepang penjaga kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Jepang menyaksikan tanpa semangat bagaimana pembebasan kamp akan difilmkan di mana pintu gerbang kamp secara simbolis akan dibuka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah-rumah tempat tinggal wanita dan anak-anak Belanda di kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Banyaknya baskom di halaman kemungkinan menunjukan sulitnya air di kamp,dan air hujan harus ditampung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antri air di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pekarangan rumah yang dipenuhi berbagai barang dan jemuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan kerja bakti membersihkan area kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 05 Oktober 2018

Willy Mullens membuat film di sekitar Danau Toba, 1924

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 1924
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh: Willy Mullens (perintis dunia perfilman Belanda)
Peristiwa: Bataafsche Petroleum Maatschappij (Maskapai Minyak Batavia) mengontrak Willy Mullens untuk membuat film tentang Hindia-Belanda. Willy Mullens tampak memegang kamera di dua foto pertama; sementara foto ketiga memperlihatkan kedatangan para perahu di hari pasar pada saat Willy Mullens memfilmkan suasana di sekitar Danau Toba.
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Lihat juga posting tentang Willy Mullens membuat film di Surabaya.

Minggu, 18 Desember 2016

Willy Mullens membuat film di jalanan Surabaya, 1924

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1924
Tempat: Surabaya
Tokoh: Willy Mullens (perintis dunia perfilman Belanda)
Peristiwa: Bataafsche Petroleum Maatschappij (Maskapai Minyak Batavia) mengontrak Willy Mullens untuk membuat film tentang Hindia-Belanda. Willy Mullens tampak berdiri di atas mobil-trem listrik di depan kamera di Surabaya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Minggu, 11 Januari 2015

Bintang film dan pembuatan film di sekitar tahun 1955

Sang bintang film datang ke studio dengan becak.
(klik untuk memperbesar | © Three Lions/Getty Images)
Pengambilan gambar di studio.
(klik untuk memperbesar | © Three Lions/Getty Images)

Waktu: sekitar 1955
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan: