Tampilkan postingan dengan label masa penjajahan Belanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masa penjajahan Belanda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2026

Foto udara ke wilayah yang kelak menjadi Stasiun Kota, Museum Bank Indonesia, dan Museum Mandiri

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan akhir 1930an atau awal 1940an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 26 Februari 2024

Para tentara Jepang yang menjadi tawanan Sekutu di Papua setelah kalah perang (6), 1944/1945

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Agustus 1945
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa: Foto nomor 1,3 dan 5 berasal dari saat para tentara Jepang yang tertawan diangkut dengan truk, dalam pengawalan warga Papua bersenjata parang dan prajurit Belanda bersenjata api, untuk dibawa ke landasan udara dan selanjutnya diterbangkan ke Jayapura.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Ada kemungkinan foto nomor 4 tidak berasal dari Papua.

Minggu, 28 Januari 2024

GKR Timur, istri Mangkunegara VII, bersama tamu Eropa

GKR Timur (duduk ketiga dari kiri) bersama para tamu di Pura Mangkunegaran Solo …
(klik untuk memperbesar | © NGA)
… dan bersama para abdi dalem dan pemain wayang orang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan, kemungkinan 1930-an
Tempat: Solo
Tokoh: Gusti Kanjeng Ratu Timur (salah satu istri dari Mangkunegara VII, puteri dari Sultan Hamnegkubuwono VII)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 16 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Polisi pangreh praja

Polisi dan aparat keamanan di Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para pegawai di pangreh praja (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah acara yang dihadiri para pegawai dinas pangreh praja dan keluarga (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1936
Tempat: Jawa (a.l. Bandung)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Coklan (foto pertama)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 12 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pentas dan pertunjukan (2)

Pentas dengan moto "Verleden - Heden - Toekomst" (masa lalu, masa kini, masa depan), dekorasi gelap dengan burung gagak, bintang, dan bulan, serta pemeran berpakaian Gipsi (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pertunjukan dengan pemeran berpakaian seperti warga kawasan pegunungan Alpen (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Panggung dengan gadis-gadis Belanda mengenakan kimono, ketika Hindia-Belanda belum sadar bahwa Jepang kelak akan menguasai wilayah ini
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pertunjukan adu kerbau di lapangan terbuka
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: tidak ada keterangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 10 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pentas dan pertunjukan (1)

1926: Sebuah pertunjukan dengan pria berkostum kelasi dan wanita mengenakan kimono
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pertunjukan yang memeragakan Kleopatra (?) dengan para dayang-dayangnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pertunjukan dengan kostum dan tata panggung Germania
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pertunjukan dari kisah Kurcaci dan Pembuat Sepatu (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1926
Tempat: tidak ada keterangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 06 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pesta kostum (1)

Kemungkinan di sebuah sekolah khusus untuk anak-anak perempuan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua pasang warga Belanda dalam pakaian badut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tujuh gadis Belanda memeragakan peri dengan harfa, seruling, dan terompet
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: tidak ada keterangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 04 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Foto bersama kerabat, sahabat, dan sejawat (2)

Tujuh perempuan Eropa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Acara piknik delapan orang Eropa ke sebuah kawasan keramat (?) …
(klik untuk memperbesar | © NGA)
… dengan pohon beringin raksasa dan gubuk juru kunci (?) …
(klik untuk memperbesar | © NGA)
… serta sisa-sisa tembok pembatas yang sudah berluiimut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: tidak ada keterangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 02 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Foto bersama kerabat, sahabat, dan sejawat (1)

1900: Acara minum teh dan/atau kopi di halaman rumah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Acara makan minum di halaman rumah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Acara makan di gazebo; tampak a.l. seorang pria berpakaian Jawa, dan dua orang wanita berwajah Indonesia dengan model pakaian serta rambut seperti orang Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1911: Keluarga Berg bersama sejawat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1900, 1911
Tempat: tidak ada keterangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 29 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio foto ternama (1)

Studio foto Lux (Thilly Weissenborn), 1921: Seorang bocah Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Lux (Thilly Weissenborn), 1921: Sebuah keluarga dengan satu anak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Christian Nieuwenhuis: Seorang gadis Belanda, kemungkinan mengenakan kostum Esmeralda, tokoh dari kisah Notre Dame de Paris karya Victor Hugo
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1921
Tempat: dua foto pertama di Jawa, foto ketiga kemungkinan di Sumatera
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn, Christian Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 27 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (4)

Studio foto Keng Seng, Solo (Warung Pelem): Sebuah keluarga (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Ong Lian Khaij, Pekalongan: Sepasang ningrat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tanpa keterangan
Tempat: Pekalongan, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Keng Seng, Ong Lian Khaij
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 25 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (3)

Studio foto Thio Piek, Bogor, ~1910: Seorang bayi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Tio, Cimahi: Seorang perwira KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Gahien, Yogyakarta: Seorang anak perempuan berpita rambut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1910
Tempat: Bogor, Cimahi, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Thio Piek, Tio, Gahien
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 23 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (2)

Studio foto Keng Seng, Solo (Warung Pelem): Seorang wanita Belanda memegang kipas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Gah Hin, Semarang: Seorang wanita Belanda mengendarai sepeda hias
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Wah Seng, Makassar, 1913: Dua gadis (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1913
Tempat: Makassar, Semarang, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Keng Seng, Gah Hin, Wah Seng
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 21 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (1)

Studio foto Tong Sing, ~1920: Seorang bocah (campuran?) dengan boneka anjing
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Tan Tjie Lan, Jakarta, 1909: Seorang Belanda bernama C. A. Vosmaer bersama empat anak perempuannya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Tee Han Sioe, Rembang: Soerang Belanda berkumis baplang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1909, 1920
Tempat: a.l. Jakarta, Rembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Tong Sing, Tan Tjie Lan, Tee Han Sioe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 19 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (10)

Ibu dan anak di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pria dengan kumis baplang di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ibu dan anak balita di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 17 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (9)

~1900: Seorang wanita muda di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah keluarga Belanda dengan dua anak di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua anak perempuan Belanda di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1900
Tempat: Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: