Tampilkan postingan dengan label Nandi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nandi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (4)

1875: Salah satu sudut Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Seorang warga Eropa di lorong Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung Ganesha dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung kerbau Nandi dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung raksasa penjaga Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1875
Tempat: Magelang, Singosari (Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 3, 4, dan 5 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 18 September 2022

Foto interior rumah seorang pembesar Belanda di Surabaya (2)

Ruangan dengan koleksi guci dan piring porselen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Beranda dengan furnitur dari kayu dan rotan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan ruang makan, dengan hanya dua kursi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tampaknya sudut lain dari beranda yang didominasi kursi rotan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Teras dengan peninggalan purbakala a.l. patung Nandi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: kemungkinan awal abad ke-20
Tempat: kemungkinan Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 19 Februari 2022

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (3)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Blog ini akan menampilkan kesebelas lukisan ini. Masing-masing gambar akan diawali dengan edisi Belanda tahun 1850, kemudian terbitan Jerman tahun 1853, dan ditutup dengan cetakan Jerman 1857.


Gunung Sumbing, Jawa Tengah

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Kawah Gunung Patuha, Bandung

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: gambar dibuat sekitar 1830-an, dan diterbitkan di tahun 1850-an
Tempat: Jawa Tengah, Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Franz Junghuhn
Sumber: Internet Archive
Catatan:

Kamis, 13 Agustus 2020

Peninggalan Candi Singhasari dalam jepretan Carl Julius Herman Salzwedel, 1875

Candi Singhasari yang sudah dikerumuni tetumbuhan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beberapa patung Hindu
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Patung Ganesha
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Patung Nandi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Patung raksasa penjaga candi (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu:  1875
Tempat:  Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:  Foto-foto di atas, kecuali nomor 2, pernah dimuat di posting ini dan sebelumnya dalam kualitas dan/atau ukuran yang lebih kecil.

Kamis, 02 Januari 2020

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung dan situs kuno

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

Patung-patung Hindu, a.l. Nandi dan Ganesha
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Arca-arca pra-Hindu/Buddha di Batutulis, a.l. Purwagalih dan Kidang Pananjung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Tahta Rangga Gading di Batu Tumpang
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Tahta Rangga Gading di Batu Tumpang
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Situs Batutulis
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Sabtu, 21 Desember 2019

Peninggalan purbakala dari bagian tenggara Jawa Barat: Sekitar Gunung Ciremai

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di bagian tenggara Jawa Barat, yang sekarang meliputi wilayah Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya.
(klik untuk memperbesar)

Empat patung pra-Hindu/Buddha di Kertawangunan, Kuningan; paling kiri dan kanan kemungkinan menggambarkan perempuan, sementara dua di tengah laki-laki dengan penis menonjol
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung-patung pra-Hindu/Buddha di Pasir Aki-aki di kaki Gunung Ciremai
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Yoni dan Lingga di Gunung Bitung, Cikijing (Majalengka)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dua yoni di Batu Cupu, Kuningan
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dua Nandi tanpa kepala di Batu Cupu, Kuningan
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung gajah di Kertawangunan, Kuningan
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Kuningan, Majalengka
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan: Foto pertama dan terakhir sebelumnya dimuat di posting ini, yang mengambil sumber dari Universiteit Leiden. Lihat juga posting yang lebih tua.

Rabu, 11 Desember 2019

Peninggalan purbakala dari bagian tenggara Jawa Barat: Cipaku, Kawali, Nagarawangi (Ciamis)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di bagian tenggara Jawa Barat, yang sekarang meliputi wilayah Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya.
(klik untuk memperbesar)

Sisa arca Ganesha, dewa berlengan empat, dan lembu Nandi dari Nagarawangi
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dua lingga, satu arca dari masa sebelum Hindu-Buddha, dan sebuah batu dengan tapak kaki dari Cipaku
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Sebuah mazbah batu di depan pohon beringin di Kawali
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Cipaku, Kawali, Nagarawangi (Ciamis)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Kamis, 05 Desember 2019

Peninggalan purbakala dari bagian tenggara Jawa Barat: Kawali (Ciamis)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di bagian tenggara Jawa Barat, yang sekarang meliputi wilayah Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya.
(klik untuk memperbesar)

Dua bokor perungu
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Bokor yang sama, difoto dari arah sebaliknya
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Benda ritual Hindu-Buddha berupa genta dan pinggan dengan lambang lembu Nandi
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Peralatan ritual Hindu-Buddha lainnya, salah satunya berwujud ayam menggigit cicak dengan ular naga di bawahnya
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dua genta dan tempat dupa
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Senjata tangan bermesiu
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciamis
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan: