Tampilkan postingan dengan label Kassian Cephas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kassian Cephas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juni 2023

Wajah masyarakat Jawa dalam jepretan Kassian Céphas di sekitar penghujung abad ke-19 (3)

~1880: Seorang pedagang nasi bersama para pembeli; pria berkumis di belakang kemungkinan besar adalah Kassian Céphas sendiri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Seorang wanita Jawa menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Tiga perajin kayu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Empat penari (kemungkinan di halaman Keraton Yogyakarta)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1888: Lelaki Jawa memikul kayu bakar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1888
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 05 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Yogyakarta dan sekitarnya

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


~1894: Sultan Hamengkubuwono VII bersama Residen C.M. Ketting Olivier
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1894: Kediaman Residen Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1897: Kassian Céphas di Macingan, Parangtritis
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Rongkop, Gunung Kidul
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Gerbang Keraton Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Tebing sarang burung walet di Rongkop, Gunung Kidul
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1890, 1894, 1895, 1897
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Sultan Hamengkubuwono VII
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 01 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Peninggalan purbakala Jawa (5)

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


~1890: Kassian Céphas di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1872: Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1901: Salah satu sisi Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Kassian Céphas di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1897: Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: akhir abad ke-19/awal abad ke-20 (a.l. 1890, 1897, 1901)
Tempat: Klaten, Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 28 Januari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Peninggalan purbakala Jawa (3)

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


~1901: Salah satu sisi Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Serakan batu di sekitar Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Relief Candi Borobudur yang terkenal dengan penggambaran kapalnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Kassian Céphas tanpa alas kaki di sebelah Arca Dwarpala (patung raksasa penjaga Candi Singhasari), Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19/awal abad ke-20 (a.l. 1898 dan 1901)
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 13 Agustus 2022

Dari buku foto "Tjandi Parambanan op Midden-Java" karya Isaäc Groneman dan Kassian Céphas, 1893 (13)

PENGANTAR

Sejarawan Belanda, Isaäc Groneman, serta warga lokal perintis fotografi profesional, Kassian Céphas, bekerja sama mempublikasikan satu aspek budaya Jawa dalam buku foto In den Kedáton te Jogjåkártå yang terbit tahun 1888; arsip buku ini sudah dimuat di blog ini sebelumnya. Kolaborasi kedua tokoh ini berlanjut di tahun 1893, ketika penerbit Belanda, Brill, meluncurkan buku Tjandi Parambanan op Midden-Java yang memperlihatkan reruntuhan Candi Prambanan menjelang akhir abad ke-19. Buku ini menjadi penting karena memperlihatkan suasana di kawasan candi ini sebelum (?) dipugar, ketika posisi bongkahan batu, patung, serta relief candi, masih belum diubah, dipindahkan ke museum, dijarah atau dijadikan bahan bangunan (?). Perlu dicatat, sosok Isaäc Groneman dan Kassian Céphas juga ikut muncul di beberapa foto.

Blog ini akan memperlihatkan foto-foto dari buku ini dalam dua versi. Pertama, tampilan halaman sebagaimana yang diarsipkan oleh National Gallery of Australia; kedua, versi fokus ke objek foto sebagaimana diarsipkan oleh Universiteit Leiden.


Dari arsip National Gallery of Australia

Sisi tenggara Candi Wisnu yang terdesak sebuah pohon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Isaäc Groneman dan Kassian Céphas di sisi timur Candi Brahma
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi timur Candi Nadi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Dari arsip Universiteit Leiden

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kassian Céphas di tangga sisi utara Candi Siwa; foto ini tidak ada di koleksi NGA
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1893 atau sebelumnya
Tempat: Prambanan (Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas (kemungkinan juga dengan bantuan anak-anaknya)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 20 Juli 2022

Dari buku foto "Tjandi Parambanan op Midden-Java" karya Isaäc Groneman dan Kassian Céphas, 1893 (1)

PENGANTAR

Sejarawan Belanda, Isaäc Groneman, serta warga lokal perintis fotografi profesional, Kassian Céphas, bekerja sama mempublikasikan satu aspek budaya Jawa dalam buku foto In den Kedáton te Jogjåkártå yang terbit tahun 1888; arsip buku ini sudah dimuat di blog ini sebelumnya. Kolaborasi kedua tokoh ini berlanjut di tahun 1893, ketika penerbit Belanda, Brill, meluncurkan buku Tjandi Parambanan op Midden-Java yang memperlihatkan reruntuhan Candi Prambanan menjelang akhir abad ke-19. Buku ini menjadi penting karena memperlihatkan suasana di kawasan candi ini sebelum (?) dipugar, ketika posisi bongkahan batu, patung, serta relief candi, masih belum diubah, dipindahkan ke museum, dijarah atau dijadikan bahan bangunan (?). Perlu dicatat, sosok Isaäc Groneman dan Kassian Céphas juga ikut muncul di beberapa foto.

Blog ini akan memperlihatkan foto-foto dari buku ini dalam dua versi. Pertama, tampilan halaman sebagaimana yang diarsipkan oleh National Gallery of Australia; kedua, versi fokus ke objek foto sebagaimana diarsipkan oleh Universiteit Leiden.


Dari arsip National Gallery of Australia

Sisi barat Candi Siwa; Isaäc Groneman berpose duduk di tangga dikelilingi asisten dan beberapa warga setempat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi timur Candi Siwa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi barat Candi Siwa; yang berdiri di tangga kemungkinan Kassian Céphas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi barat-laut Candi Siwa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi utara Candi Siwa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Dari arsip Universiteit Leiden

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1893 atau sebelumnya
Tempat: Prambanan (Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas (kemungkinan juga dengan bantuan anak-anaknya)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 01 Februari 2022

Dari arsip Atlas Van Stolk: Perempuan Belanda berpakaian Nusantara

Antara 1885 dan 1909: Sepasang Belanda dalam pakaian timur, ditemani Kassian Cephas (?) dan seorang bujang cilik
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1885 dan 1909: Empat perempuan berkebaya
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Seorang wanita Belanda berkebaya
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1900 dan 1909: Dua gadis Beland mencoba kostum Jawa ...
(klik untuk memperbesar | © AVS)
... dan berusaha berpose seperti penari Jawa
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1885 dan 1909
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 29 Juli 2020

Dari album foto perwira artileri Letnan H.A. Zeilmaker, 1900: Lokasi wisata di pulau Jawa

PENGANTAR

Letnan H.A. Zeilmaker adalah seorang perwira artileri Belanda yang bertugas di Hindia-Belanda paling tidak dari tahun 1894 hingga 1899. Dia diterjunkan di Perang Aceh, dan tampaknya kemudian tinggal di Surabaya. Dia membuat sebuah album album foto pada tahun 1900 dengan judul "1894 Souvenir 1899" yang kelihatannya ditujukan untuk kerabatnya di Belanda untuk memperlihatkan bagaimana itu Hindia-Belanda.

Selain foto-foto yang memang terkait dengan dia dan sejawatnya, album ini juga berisi foto-foto dari studio atau juru potret lain, yang juga bisa ditemukan di album atau kumpulan foto pihak lain. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu peredaran dan jual-beli foto dengan motif tertentu bukan hal yang jarang.

Album foto ini pada akhirnya menjadi salah satu sumber berharga untuk menengok sejarah negeri kita di masa lampau beserta manusia-manusia yang hidup di saat itu.


Kawah Papandayan
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kassian Cephas di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Kassian Cephas / AVS)

Hotel Tosari
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Zeilmaker (paling kanan) di sekitar Tosari
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Perjalanan di sekitar Tosari
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Gunung Bromo
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat:  Garut, Magelang, Pasuruan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto: Kassian Cephas
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: