Tampilkan postingan dengan label Pieter Koenraad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pieter Koenraad. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2024

Kembalinya 6 jenderal Belanda dari kamp tawanan Jepang, 1945

Ketika Jepang merebut Hindia-Belanda, mereka menawan para pejabat tinggi sipil dan militer Belanda, dan membuangnya ke luar negeri seperti ke Manchuria atau Jepang sendiri. Yang paling terkenal adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer yang lebih memilih pengasingan daripada tahanan rumah di Jakarta. Selain itu ada enam mayor jenderal KNIL yang setelah Jepang kalah, mendapat kebebasan dan dipulangkan melalui Kolombo, Sri Lanka, menuju Melbourne, Australia. Mereka adalah

  • Mayjen J.D.A. de Dremery
  • Mayjen G.J.F. Statius Muller
  • Mayjen Jacob Jan Pesman (dikalahkan Jepang di Kalijati dan Ciater)
  • Mayjen J.H. Uhl
  • Mayjen J. van Rees
  • Mayjen R. Bakkers

D.ki.k.ka.: J.D.A. de Dremery, G.J.F. Statius Muller, J.J. Pesman, J.H. Uhl, J. van Rees, dan R. Bakkers disambut oleh perwira Australia Mayjen P. Mourer di Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para mayor jenderal disambut militer Australia (Mayjen P. Mourer, paling kiri) dan Belanda (Laksamana Pieter Koenraad, kedua dari kanan; dan Letkol dr. Brandon, paling kanan) di Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para jenderal diwawancarai wartawan di atas kapal Inggris "RMS Strathmore"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayjen J. van Rees (kiri) bersama Letkol dr. Brandon dari kesatuan kesehatan militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
R. Bakkers dan J.H. Uhl berbincang bersama perwira Australia Mayjen P. Mourer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan kapal Inggris "RMS Strathmore" yang membawa keenam jenderal dari Kolombo ke Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 25 September 1945
Tempat: Melbourne
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 22 Desember 2023

Para perwira tinggi Belanda di Balikpapan, 1945

Laksamana Madya Frederik Coster (paling kiri) dan Laksamana Madya Pieter Koenraad (keempat dari kiri)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Laksamana Madya Frederik Coster (kelima dari kiri) dan Laksamana Madya Pieter Koenraad (keempat dari kiri)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Van Oyen (kanan) berbincang dengan seorang perwira senior Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Balikpapan
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 03 Agustus 2023

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Van Mook tiba di Melbourne (2)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


D.ki.k.ka.: P. Wessels, Van Mook, Lt. Bakker, Pieter Koenraad, Van der Plas, Kol Otten, Kol De Vries
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook, Pieter Koenraad, Lt. Bakker, P. Wessels, Van der Plas, Kol. Otten
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Kol. De Vries, A. Schuurman, Van der Plas, Van Mook, Van der Loeff
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 2 November 1944
Tempat: Melbourne (Australia)
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 01 Agustus 2023

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Van Mook tiba di Melbourne (1)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Pesawat pembom B-25 yang membawa Van Mook ke Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Delegasi yang menyambut kedatangan Van Mook
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van der Plas (berjanggut) dan Van Mook
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 2 November 1944
Tempat: Melbourne (Australia)
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 16 Juli 2023

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Kelasi KNIL Laut berwajah Indonesia

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Laksamana Conrad Emil Lambert Helfrich (tengah) bersama para petinggi KNIL Laut (a.l. Laksamana Madya Pieter Koenraad, mantan Panglima Laut Armada Surabaya; barisan belakang, tersenyum paling kanan) dan para kelasi asal Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 21 Februari 1945
Tempat: Melbourne (Australia)
Tokoh: Laksamana Conrad Emil Lambert Helfrich (Panglima KNIL Laut), Laksamana Madya Pieter Koenraad (mantan Panglima KNIL Laut Armada Surabaya)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Catatan foto menyebutkan bahwa para kelasi ini berasal dari Manado dan Maluku Selatan.

Sabtu, 24 Desember 2022

Pertemuan para perwira tinggi Sekutu di Jawa menjelang serangan Jepang ke Hindia-Belanda, 1942 (2)

D.ki.k.ka.: William Purnell, Thomas Hart, George Brett, kemungkinan Lewis Brereton
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pieter Koenraad, Archibald Percival Wavell, seorang perwira KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Geoffrey Layton, Conrad Helfrich, William Purnell, Thomas Hart
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
H.F.C. Walsh, Archibald Percival Wavell, Hein ter Poorten
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 22 Januari 1942
Tempat: kemungkinan di Surabaya
Tokoh: Peristiwa: Pertemuan para petinggi ABDACOM untuk mengatur strategi menghadapi serangan Jepang, yang dua bulan kemudian sudah tidak bisa dibendung lagi.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 22 Desember 2022

Pertemuan para perwira tinggi Sekutu di Jawa menjelang serangan Jepang ke Hindia-Belanda, 1942 (1)

H.F.C. Walsh, Archibald Percival Wavell, Hein ter Poorten
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Archibald Percival Wavell bersama Gustav Ilgen (kanan) dan Pieter Koenraad (tengah)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Archibald Percival Wavell a.l. disambut oleh Gustav Ilgen, H.F.C. Walsh, Hein ter Poorten, dan Conrad Helfrich
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Archibald Percival Wavell bersama Thomas Hart dan George Brett
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Conrad Helfrich berbincang dengan Richard Peirse
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 22 Januari 1942
Tempat: kemungkinan di Surabaya
Tokoh: Peristiwa: Pertemuan para petinggi ABDACOM untuk mengatur strategi menghadapi serangan Jepang, yang dua bulan kemudian sudah tidak bisa dibendung lagi.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting sebelum ini.