Tampilkan postingan dengan label mural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mural. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (5)

Sebuah trem jurusan Jakarta Kota dengan coretan para pemuda yang berbunyi ""Kami bangsa Indonesia maoe damai - Pemoeda, darahmoe panas, kemaoeanmoe ke[ras]" "
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sisa mural propaganda Jepang dengan teks "Benteng perjoeangan Djawa - Jakin menang! Pasti menang!"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rangkaian kereta yang sudah dipenuhi jejalan penumpang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sisa mural propaganda Jepang dengan teks "Bikin kapal! Alat pembela Asia Timoer Raja"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah gundukan tanah yang kemungkinan menjadi kuburan dari warga kulit putih yang dieksekusi Jepang di saat perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Minggu, 13 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (7)

Dua pemuda menyeberang sebuah kali; sebelumnya para pejuang merusak jembatan di atas kali ini guna menahan gerak maju pasukan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Inggris menahan beberapa warga Indonesia di dekat sebuah baguna yang dipenuhi coretan-coretan mendukung kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan para pemuda Surabaya, beberapa di antaranya berseragam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jual beli di sebuah emperan di sela-sela pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah gerobak berisi bongkahan arang menjadi tempat berkumpul beberapa warga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 23 September 2024

Atribut komunisme yang ditemukan pasukan Belanda pada masa perang kemerdekaan (2)

Lukisan di sebuah tembok dari bangunan yang tammpaknya dibumihanguskan pejuang kemerdekaan. Di sebelah kiri tertulis "pedjoeang kita", sementara di sebelah kanan gambar dari Karl Marx, Friedrich Engels, Vladimir Lenin, dan Josef Stalin.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua prajurit Belanda berpose di depan tembok ini.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan besar Juli/Agustus 1947
Tempat: kemungkinan di Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 23 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (4)

Oktober 1945: Pasukan Inggris asal India bersama suster Jongsma dan Letnan A Hengeveld dari AL Belanda (berpakaian serba putih) di RS Mater Dolorosa tempat para lansia Belanda diinternir oleh pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Seorang tentara Inggris, dengan senjata di tangan, bercukur di bawah pohon rindang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah mobil palang merah militer melintasi sebuah gedung yang penuh dengan coretan seruan kemerdekaan:
Freedom the Glory of Any Nation!
The Birthright of a Nation
The Right of Self-determination

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Pasukan Inggris menduduki Java Bank yang saat itu dicoba dikuasai oleh para pendukung kemerdekaan (berpakaian putih)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Pasukan Inggris menginterogasi pegawai Java Bank
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Bandingkan juga foto nomor 3 dengan posting ini.

Senin, 02 Mei 2022

Mural di Sidikalang menyambut ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, 1949

(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)


Waktu: 14 Januari 1949
Tempat: Sidikalang (Dairi, Sumatera Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: A.J.M. Loomans
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief
Catatan: Hiasan di atas sudah menempel sekitar lima bulan ketika pihak Belanda memotretnya.

Senin, 28 Desember 2020

Gapura-gapura di Jakarta menyambut hari ulang tahun Ratu Wilhelmina, 1898

Area yang sekarang merupakan kawasan Medan Merdeka
Hulde aan het stamhuis van Oranje
(Penghormatan atas Wangsa Oranje)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pasar Senen
Leve Koningin Wilhelmina
(Hidup Ratu Wilhelmina)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pecinan di Pasar Baru
Wij begroeten jubelend onze geliefde vorstin en den prins der Nederlanden
(Kami menyambut dengan sukacita Ratu tercinta kami dan Pangeran Belanda)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pecinan di Pasar Baru
God zij met onze Koningin
(Tuhan beserta Ratu kami)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu:1898
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Gapura-gapura di Jakarta menyambut hari ulang tahun Ratu Wilhelmina
Juru foto/gambar: 
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 07 Februari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Mural dan graffiti di Yogyakarta mendukung kemerdekaan

"Apa? NICA dengan hak sejarahnya?"
(klik untuk memerbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
"Kami katakan: Pencurian bersejarah!"
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
"Bersatu - Merdeka" dengan latar belakang Hotel Merdeka
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Singa Belanda berkedok
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: 1948
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Kamis, 21 Maret 2019

Mural mendukung Soekarno-Hatta dan menolak Van Mook di Yogyakarta, 1948

(klik untuk memperbesar | © NIMH)

Waktu: Desember 1948
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Instituut voor Militaire Historie
Catatan: Foto diambil oleh Koninklijke Landmacht setelah militer Belanda merebut Yogyakarta di Aksi Polisionil 2.

Selasa, 19 Maret 2019

Aksi Polisionil 1: Truk militer Belanda meledek "Mana Soekarno?", 1947

(klik untuk memperbesar | © NIMH)

Waktu: Juli-September 1947
Tempat: Jawa Barat (?)
Tokoh:
Peristiwa: Seekor anjing memandang dari lubang sebuah truk militer Belanda milik Tijger Brigade yang dicoreti dengan tulisan Waar is Soekarno? (Mana Soekarno?) semasa Aksi Polisionil 1.
Fotografer: Vermeulen
Sumber / Hak cipta: Nederlands Instituut voor Militaire Historie
Catatan:

Selasa, 22 Januari 2019

Coretan "Merdekka" di Monumen Van Heutsz di Amsterdam

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: kemungkinan akhir 1940-an
Tempat: Amsterdam
Tokoh:
Peristiwa: Kawasan monumen untuk mengenang panglima perang Belanda di Perang Aceh, Joannes Benedictus van Heutsz, dicoreti kata "MERDEKKA". Kelebihan huruf "K" menunjukkan kemungkinan bahwa ini dilakukan oleh warga Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia.
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Sekarang ini gambar dan nama "Van Heutsz" sudah hilang dari monumen ini, dan namanya berganti menjadi Monument Indië-Nederland. Monumen ini kemudian memang kontroversial karena mengagungkan seseorang yang membuat ribuan rakyat Aceh terbunuh. Di Jakarta sendiri, monumen Van Heutsz di kawasan Menteng dirobohkan di tahun 1960-an.

Sabtu, 08 Desember 2018

Mural mendukung kemerdekaan Indonesia (10): Mojokerto, 1947

Coretan di tembok yang menggambarkan seorang pejuang menebaskan samurai ke lelaki botak bercelana pendek yang tampaknya gambaran seorang tentara Belanda
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Coretan yang tampaknya ada di loket stasiun kereta Mojokerto:
"We welcome any body who respects our freedom"
"Kita menghormati semoea orang jang menghormati kemerdekaan kita"
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 18 Juli 1947
Tempat: Mojokerto
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 2 Januari 2020
Foto yang sama dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)

Rabu, 24 Oktober 2018

Mural propaganda yang membandingkan peta Indonesia dengan Belanda, 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1948
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa: Warga Yogyakarta menyaksikan mural yang membandingkan peta Indonesia yang besar dengan peta Belanda di pojok kiri bawah yang kecil.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 04 Juli 2018

Aksi Polisionil 1: Inspeksi pengamat militer asing ke wilayah sekitar Salatiga (1), 1947

Para pengamat militer: Kolonel Servais (Belgia; paling kiri), Kolonel Morizon (Perancis; mengalungi kamera) bersama perwira Belanda dipimpin oleh Kolonel Tijmen (memegang tongkat)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Inspeksi atas pipa saluran air di sungai Tuntang yang disabotase para pejuang
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Inspeksi atas pipa saluran air di sungai Tuntang yang disabotase para pejuang
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Inspeksi atas pipa saluran air di sungai Tuntang yang disabotase para pejuang
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Rombongan inspeksi di hotel Kopeng yang dibakar para pejuang
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pengamat militer dari Inggris, Mayor Sands, membuat catatan di depan hotel Kopeng yang dibakar para pejuang. Di tembok hotel terbaca coretan para pejuang "Berdjoeanglah Oentoek Noesa dan Bangsa!"
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 27 September 1947
Tempat: sekitar Salatiga
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 01 April 2017

Mural mendukung kemerdekaan Indonesia (9): Purwokerto

Dua prajurit Belanda mengisi bensin di KPM (Kantor Pembagian Minyak) yang bertuliskan "Tetap Merdeka! Liberty id the Right of Every Nation"
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
"1 Kali Merdeka Tetap Merdeka; Sajapoen Bertanggoeng Djawab"
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: Juli 1947
Tempat: Purwokerto
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 2 Januari 2020
Foto yang sama dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)

Selasa, 28 Maret 2017

Coretan para pejuang di Majalengka dan Sukabumi semasa Aksi Polisionil 1, 1947

Majalengka: "Belanda Soedah Menjerah - Kembalikan Si Reken"
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Sukabumi: "Merdeka - Sabarlah Sdr2 Sekalian - Djangan Menoeroetkan Nafsoe"
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: Juli 1947
Tempat: Majalengka, Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar (foto bawah)
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief (foto atas) & Spaarnestad Photo (foto bawah)
Catatan: "Si Reken" kemungkinan adalah seorang perempuan yang dikabarkan diculik Belanda semasa perang kemerdekaan.


UPDATE 2 Januari 2020
Foto nomor 2 dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)