Tampilkan postingan dengan label Alexander Andries Maramis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alexander Andries Maramis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2024

Para pejabat Uni Belanda-Indonesia, 1950 (2)

Prof. L.J.C. Beaufort bersama Kusumah Atmaja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Melawan arah jalur jam dari pojok kanan: M.J.C. Reyers, Wirjono Prodjodikoro, M.J. Prinsen, A.A. Maramis, J. Donner, Kusumah Atmaja, L.J.C. Beaufort, Schuurman, Kusomo Utoyo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1950
Tempat: Sebuah kafe di bandara Kemayoran, Jakarta
Tokoh: Delegasi Indonesia terdiri dari a.l. Alexander Andries Maramis, Kusumo Utoyo (utusan Kementrian Luar Negeri), Kusumah Atmaja (Ketua Delegasi), Subekti (Pengadilan Arbitrase UBI), dan Wirjono Prodjodikoro. Pihak Belanda diwakili oleh a.l. A.J. Prinsen, J. Donner (Wakil Ketua Delegasi), L.J.C. Beaufort (Pengadilan Arbitrase UBI), M.J.C. Reyers (Pengadilan Arbitrase UBI), serta Schuurman (Komisi Tinggi Belanda di Indonesia)
Peristiwa: Republik Indonesia pernah menjadi negara bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS), dan RIS pernah menjadi negara serikat dari Uni Belanda-Indonesia (UBI). UBI merupakan hasil dari Konferensi Meja Bundar, semacam persemakmuran yang beranggotakan Kerajaan Belanda dan mantan serta masih tanah jajahannya. Foto di atas memperlihatkan kedatangan delegasi UBI dari Belanda ke Jakarta yang disambut rekanannya dari Indonesia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini dengan para tokoh yang sama.

Minggu, 11 Juni 2023

Empat foto tentang Jakarta di sekitar tahun 1900

Paleis van Daendels, sekarang Gedung A.A. Maramis di Sawah Besar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Delman dan warga bersarung di sebuah jalan besar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak dalam pakaian tradisional di jalan yang diterangi lampu gantung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kesibukan di sekitar sebuah jembatan yang dilalui jalur trem
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1900
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 16 Desember 2019

Para pejabat Uni Belanda-Indonesia, 1950 (1)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1950
Tempat: lapangan terbang Kemayoran, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Uni Belanda-Indonesia (UBI) merupakan hasil dari Konferensi Meja Bundar, di mana Belanda dan Indonesia sepakat membentuk semacam persemakmuran yang beranggotakan Kerajaan Belanda beserta mantan dan masih tanah jajahannya. Foto di atas memperlihatkan kedatangan delegasi UBI dari Belanda ke Jakarta yang disambut rekanannya dari Indonesia.
Dari kiri ke kanan:
* Kusumo Utoyo (utusan Kementrian Luar Negeri)
* Subekti (Pengadilan Arbitrase UBI)
* M.J.C. Reyers (Pengadilan Arbitrase UBI)
* L.J.C. Beaufort (Pengadilan Arbitrase UBI)
* J. Donner (Wakil Ketua Delegasi Belanda)
* A.J. Prinsen (anggota delegasi Belanda)
* Schuurman (Komisi Tinggi Belanda di Indonesia)
* Kusumah Atmaja (Ketua Delegasi Indonesia)
* Alexander Andries Maramis (anggota delegasi Indonesia)
* Wirjono Prodjodikoro (anggota delegasi Indonesia)
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 02 Oktober 2017

Soekarno dan para perintis kemerdekaan lainnya, 1944

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 1944
Tempat: Jakarta
Tokoh: D.ki.k.ka. (mohon dilengkapi) ... depan: ?, KH Mas Mansur, ?, Soekarno, R.M.A.A. Kusumo Utoyo, Ahmad Subarjo; tengah: ?, ?, ?, Alexander Andries Maramis, Iwa Kusumasumantri; belakang: Supomo, Mohammad Roem, Mohammad Yamin, orang Jepang (?), orang Jepang (?), ?, ?
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Ini satu dari sedikit foto Soekarno tanpa peci.