Tampilkan postingan dengan label 1760. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1760. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (3)

1929: Dua halaman yang menampilkan kesibukan di kawasan Kali Besar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Johannes Vingboons, ~1760: Keramaian pelayaran di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa dan Kastil Batavia
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Jan Van Ryne, ~1793: Ini merupakan terbitan ulang dari lukisan yang aslinya terbit di sekitar tahun 1754; edisi lain yang pernah terbit sudah dimuat di posting ini, sementara deskripsi atas lukisan ini pernah dibahas di posting ini
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1760, 1793, 1929
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Jan Van Ryne, Johannes Vingboons
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 29 November 2024

Peta kuno dari tahun 1760: Peta keluaran Inggris tentang kepulauan Nusantara

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1760
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa ini memang peta buatan orang Inggris.
  • Pertama tentunya bahasa yang digunakan.
  • Kemudian peta Filipina, yang saat itu dikuasai Spanyol dan seluk beluknya tidak diketahui orang Inggris, yang tampak digambarkan secara ngasal. Ini berbeda sekali dengan misalnya jazirah Hindia yang dikenal baik oleh Inggris sampai-sampai muara Sungai Ganga di sekitar Teluk Benggala digambarkan dengan cukup mendetail untuk skala peta seperti ini.
  • Bengkulu, yang pernah dikuasai Inggris, tentunya diberi perhatian khusus: Bencoolen, Marlbro Fort.
  • Di bagian bawah peta, garis bujur ditambahi keterangan tentang perbedaan tentang perbedaan waktu dengan London (Hours East from London); ini cikal bakal istilah GMT+6, GMT+7, dsb. yang kita gunakan sekarang.
Peta ini berjudul "Hindia Timur", tetapi sejatinya menampilkan wilayah Hindia (Barat) hingga ke Papua termasuk Tiongkok, Korea, dan Taiwan. Peta ini masih memuat kesalahan bahwa Makassar (Maccasser) itu sebuah pulau di barat Sulawesi. Sementara itu Flores disebut "Floris", yang merupakan tambahan nama untuk pulau ini; sebelumnya sudah kita temukan beberapa julukan lain di pembahasan tentang peta-peta kuno lainnya.
Juru kartografi: kemungkinan Francis Garden
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 22 Oktober 2024

Peta kuno dari tahun 1760 tentang "Kepulauan Sunda" tetapi menampilkan Sumatera (dan Malaka)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1760
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Dokumen ini berjudul Premiere Carte des Isles de la Sonde (peta pertama Kepulauan Sunda), tetapi sejatinya menampilkan Sumatera, Semenanjung Malaka, dan sekitarnya. Pulau Jawa dan Kalimantan, yang biasanya masuk ke dalam "Kepulauan Sunda", hanya tergambarkan secuil. Sumatera sendiri cukup ditampilkan dengan komprehensif, yaitu memuat nama-nama yang saat itu menjadi wilayah penting seperti Aceh, Pedir, Deli, Bengkalis, Indragiri, Jambi, Palembang, Bengkulu, Indrapura, Minangkabau, Padang, Pariaman, Singkil, beserta Pulau Weh, Pulau Beras, Nias, Bangka, Belitung, Lingga, Natuna, dsb. Satu catatan: Hampir semua peta kuno dari Eropa menyebut "Banten" sebagai Bantam, termasuk peta ini. Tetapi peta ini menyebut "pelabuhan Banten" sebagai P[ort] de Bentane, sebuah penyebutan yang sudah mendekati nama "Banten".
Juru kartografi: Jacques-Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 04 Oktober 2024

Peta kuno dari tahun 1760: Ketika Jawa dibagi dalam 4 kerajaan, 2 provinsi, dan 5 distrik (2)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1760
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini merupakan variasi dari peta yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya. Peta yang dikeluarkan oleh bangsa Perancis ini lumayan tertarik dengan sungai-sungai dan gunung-gunung di Jawa sehingga banyak kita baca kata rivier (di peta disingkat "R.", sungai), montagnes (pegunungan), serta mont (gunung). Selain itu, seperti pernah disinggung sebelumnya, menurut peta ini di Jawa ada 4 royaume (kerajaan), yang tampaknya istilah mereka untuk wilayah Jakarta yang dikuasai Belanda (Royaume de Jacatra), serta kawasan kesultanan Banten (Bantam), Cirebon (Tsieribon), dan Gresik (Gressic). Peta ini juga menyebut dua wilayah dengan istilah province, yaitu Cidamar (Sidamer) di barat serta Blambangan (Balambuan) di timur. Wilayah lain yang sebelumnya merupakan basis wilayah Kesultanan Mataram, disebut dengan istilah district, yaitu Wates (Watas), Kedaung (Kadoewang), Panaragan (Pannaraga), Lodaya, serta Puger (Poeger). Selanjutnya, selain Madura, ada 4 wilayah yang tampaknya dianggap penting saat itu, tapi tidak diberikan istilah administratif, yaitu Ciasem (Tsiassem), Sukapura (Soekapoera), Tuban, dan Panarukan (Panarucam).
Juru kartografi: Jacques-Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 16 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1760: Ketika Jawa dibagi dalam 4 kerajaan, 2 provinsi, dan 5 distrik (1)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1760
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Peta berbahasa Perancis ini menampilkan Jawa dan Madura dengan pembagian di beberapa royaume (kerajaan) serta district (wilayah), dan juga dua kawasan yang diberi istilah province. Yang termasuk kategori royaume adalah Bantam (Banten), Jacatra (Jakarta), Tsieribon (Cirebon), dan Gressic (Gresik). Istilah district tampaknya mengacu ke wilayah-wilayah selatan Kesultanan Mataram, yaitu mulai dari Watas di barat (~Cilacap sekarang), Cadoewang, Pannaraga, dan Lodaya, hingga ke Poeger di timur (~Jember). Dua wilayah dengan predikat province adalah Sidamer (Cidamar, sekarang wilayah Cianjur dan Sukabumi) di barat dan Balambuan (Blambangan) di timur. Wilayah Tsiassem (Ciasem, sekarang Karawang dan Subang) dan Soekapura (~Ciamis) di barat, serta Panarucam (Panarukan) mendapat porsi penting tanpa diberikan predikat. Sementara dari Madura satu tempat diberi perhatian khusus, yaitu Sammanap (Sumenep).
Juru kartografi: Jacques Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 08 September 2021

Lukisan tentang pelabuhan Sunda Kelapa karya Johannes Vingboons keluaran tahun 1755 & 1760

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pelabuhan Sunda Kelapa, Kastil Batavia, dan deretan pos VOC, menurut lukisan Johannes Vingboons yang dikeluarkan oleh Jacob van Schley pada tahun 1655.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lukisan yang mirip dengan yang sebelumnya, tetapi memiliki beberapa variasi, keluaran tahun 1760.

Waktu: 1755, 1760
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Johannes Vingboons
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: