Tampilkan postingan dengan label 1965. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1965. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2024

AI-Colorizing: Abdul Haris Nasution, 1965

(klik untuk memperbesar)

Pewarnaan foto hitam putih dengan bantuan kecerdasan buatan. Foto asli bisa dilihat di posting ini.

Waktu: 6 Mei 1965
Tempat: bandara Schipol, Belanda
Tokoh: Jenderal Abdul Haris Nasution (salah satu pendiri TNI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta:
Catatan:

Senin, 13 April 2020

Ratna Sari Dewi di tahun 1965

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
Waktu: 21 Desember 1965
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Ratna Sari Dewi (isteri Presiden RI Soekarno)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Netherlands National News Agency
Catatan: Foto ini tampaknya diperoleh pihak Belanda melalui Malaysia, yang saat itu masih berseteru dengan Indonesia. Teks yang mengiringi foto ini cukup menarik untuk dicatat.

Koeala Loempoer: Ratna Sari Dewi, de derde vrouw van President Soekarno, is een communistische spionne, schrijft het regeringsgezinde blad Oetoesan Melayoe in Koeala Loempoer. Zij zou optreden als bemiddelaarster tussen Soekarno en de Indonesische Communistische Partij. Zij zou reeds enkele malen getracht hebben naar Japan te vluchten.

[Kuala Lumpur: Ratna Sari Dewi, istri ketiga Presiden Soekarno, adalah mata-mata komunis, demikian menurut Utusan Melayu, koran yang dekat dengan pemerintah di Kuala Lumpur. Dia dikabarkan merupakan penghubung antara Soekarno dan Partai Komunis Indonesia. Dia dikatakan telah mencoba beberapa kali untuk kabur ke Jepang.]

Senin, 06 Maret 2017

Kedatangan duo pemusik The Blue Diamonds ke Jakarta, 1965

(klik untuk memperbesar | © ANP / spaarnestad)

Waktu: 20 Desember 1965
Tempat: Jakarta
Tokoh: The Blue Diamonds (duo pemusik rock and roll: Ruud dan Riem de Wolff; Ruud berkacamata).
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Ruud dan Riem de Wolff adalah indo yang lahir di Jakarta tahun 1941 dan 1943. Di tahun 1949 orangtua mereka memutuskan untuk pindah ke Belanda. Karya musik mereka rupanya digemari masyarakat Indonesia (juga karena orang Indonesia suka artis indo?) sehingga mereka diundang untuk tampil di negeri kelahirannya di tahun 1965.


UPDATE 9 Oktober 2021
Poster dari salah satu film yang dibintangi The Blue Diamonds, Ramona, dari tahun 1961:
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Sabtu, 04 Maret 2017

Kedatangan rombongan Omar Dhani di Belanda setelah peristiwa G30S 1965

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 31 Oktober 1965
Tempat: Belanda
Tokoh: Laksamana Madya Udara Omar Dhani (Menteri Pangliima Angkatan Udara)
Peristiwa: Presiden Soekarno memerintahkan Omar Dhani untuk melakukan perjalan keliling Asia dan Eropa setelah peristiwa G30S. Perintah ini dianggap untuk menjauhkan Omar Dhani dari pihak-pihak di dalam negeri yang mencurigai atau bahkan menuduh Omar Dhani terlibat atau mendukung peristiwa G30S.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Minggu, 01 Januari 2017

Penyitaan buku-buku yang dicap kebarat-baratan di tahun 1965

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 16 Agustus 1965
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa: Di saat pengaruh kiri sangat kencang di Indonesia, buku-buku yang dianggap berbau barat disita dan kemudian dimusnahkan. Ini berlaku juga untuk film, atau musik seperti karya-karya Beatles. Tampak di foto atas Tarzan dan Topeng Hitam (Zorro versi Indonesia?) dikumpulkan untuk dimusnahkan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Ironisnya, hanya beberapa bulan kemudian buku-buku yang dicap kiri menjadi sasaran pemusnahan.

Jumat, 09 September 2016

Soekarno, Presiden Rumania Chivu Stoica, dan gadis Bali, 1965

(klik untuk memperbesar | © ANP)

Waktu: 18 Agustus 1965
Tempat: Jakarta (Istana Merdeka?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Chivu Stoica (Presiden Rumania)
Peristiwa: Soekarno berbicang dengan seorang gadis Bali dalam kunjungan Chivu Stoica ke Jakarta
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ANP
Catatan:

Sabtu, 03 September 2016

Soekarno dan DN Aidit beberapa hari setelah peristiwa G30S PKI, 1965

(klik untuk memperbesar | © ANP / DPA-Bildfunk)
Waktu: 8 Oktober 1965
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Dipa Nusantara Aidit (Pimpinan PKI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ANP
Catatan:

Rabu, 22 Juni 2016

Pembakaran atribut dan material komunisme setelah peristiwa G30S PKI

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1965
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 20 Juni 2016

Puing-puing dari kantor pusat PKI yang dirusak massa, 1965 (3)

10 Oktober 1965
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
10 Oktober 1965
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: Oktober 1965
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Markas PKI dihancurkan massa pada tanggal 8 Oktober 1965; beberapa hari kemudian massa mengerumuni puing-puing area organisasi komunis ini, sementara tentara tampak dikerahkan untuk berjaga-jaga.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 18 Juni 2016

Perusakan bangunan milik Pemuda Rakyat, 1965

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 14 dan 16 Oktober 1965
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Foto atas memperlihatkan pembakaran gedung milik Pemuda Rakyat oleh para pemuda dari organisasi Islam pada tanggal 14 Oktober 1965; sementara foto bawah menunjukkan bagaimana tentara berjaga-jaga di area itu dua hari kemudian.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 14 Juni 2016

Warga Tiongkok yang terluka setelah aksi anti komunisme, 1965

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1965
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa: Seorang warga Tiongkok dengan kepala berperban serta pakaian berdarah tampak menunjukkan tangan. Tentara kemungkinan datang setelah bangunan ini menjadi sasaran amukan massa anti komunisme. Tidak jelas apakah kompleks ini merupakan bagian dari Kedutaan RRT atau Universitas Res Publica. Di latar belakang tampak seorang warga Tiongkok lain yang juga berperban dan berdarah; sementara di latar depan tampak kertas berserakan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 21 Mei 2016

Pergerakan tentara di Jakarta setelah peristiwa G30S 1965 (4)

Sebuah tank di depan Istana Negara, 4 Oktober 1965
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Manuver tentara 8 Oktober 1965 (dari kesatuan pendukung Soekarno?)
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Waktu: Oktober 1965
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ANP
Catatan:

Jumat, 20 Mei 2016

Unjuk rasa beberapa ormas Islam di tahun 1965/1966

Muhammadiyah, 1965
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pelajar Islam Indonesia, 1965
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Himpunan Mahasiswa Islam, 1966
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Mathla'ul Anwar, 1966
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1965, 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 18 Mei 2016

Unjuk rasa menentang Soekarno 1965/1966 (2)

Oktober 1965
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
1966, Bandung (?)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Februari 1966
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Januari 1967
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1965, 1966 (dan awal 1967)
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Unjuk rasa para pelajar dan mahasiswa dari KAPPI dan KAMI menentang. menghujat, dan meminta pengadilan atas Soekarno.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Lihat juga posting terkait.

Senin, 16 Mei 2016

Corat coret menentang Soebandrio dan tokoh kiri lainnya, 1965/1966

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1965 (2 foto teratas), 1966 (bawah)
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 06 Mei 2016

Penangkapan Komandan Cakrabirawa Letkol Untung, 1965

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 22 Oktober 1965 (?)
Tempat: Jakarta (atau Tegal?)
Tokoh: Letkol Untung (bin Syamsuri), mantan Komandan Cakrabirawa yang menculik dan membunuh beberapa perwira TNI-AD di dalam peristiwa G30S PKI.
Peristiwa: Tentara menggelandang Letkol Untung dengan tangan terikat, setelah dia tertangkap di wilayah Tegal.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Jumat, 29 April 2016

Pemakaman para jenderal korban G30S PKI, 1965 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 5 Oktober 1965
Tempat: Jakarta
Tokoh: Mayor Jenderal Soeharto (Panglima Kostrad; di foto kedua dengan seragam loreng dan tongkat komando)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 27 April 2016

Pemakaman para jenderal korban G30S PKI, 1965 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 5 Oktober 1965
Tempat: Jakarta
Tokoh: Mayor Jenderal Soeharto (Panglima Kostrad; di foto kedua dengan seragam loreng dan tongkat komando)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 19 April 2016

Kunjungan A.H. Nasution ke Belanda di tahun 1965

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 6/7 Mei 1965
Tempat: bandara Schiphol (Belanda)
Tokoh: Jenderal Abdul Haris Nasution (Menteri Pertahanan)
Peristiwa:
Fotografer: Wieleck
Sumber / Hak cipta: Anefo / Het Nationaal Archief
Catatan:


UPDATE 2 Januari 2020

Tambahan foto dan informasi: Nasution berada di Schiphol untuk perjalanan lanjutan ke Moskow, Uni Sovyet dalam rangka peringatan 20 tahun kemenangan Tentara Merah atas Jerman Nazi.

(klik untuk memperbesar | ©  Ge van der Werff / Het Geheugen / ANP)