Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Desember 2024

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (2)

Kapal militer Australia HMAS Warrnambool di perairan Dilli; 2 tahun kemudian kapal ini tenggelam setelah menabrak ranjau laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Orang-orangan sawah di sebuah ladang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemandangan ke arah sebuah teluk di Timor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa ini adalah warga-warga Timor yang berpose di depan markas NICA ini sebelumnya pernah bergerilya melawan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para guru dan tenaga pengajar yang dikerahkan NICA untuk membuka kembali sekolah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 18 Desember 2024

Ambon setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (5)

Sebuah keluarga menjemur kacang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah di Ambon dengan dinding dari daun nipah (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang ibu membawa 4 rantang dengan makanan yang kemungkinan dibagikan pihak NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah sekolah untuk anak-anak yang dibuka oleh pihak NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ruang kelas di sekolah dengan tempat duduk seadanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anak kecil di rumah sakit yang dikelola NICA di Ambon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Ambon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 14 November 2024

Kepulauan Kei setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945

Dapur di belakang rumah seorang warga Kei
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah sumur di Kepulaua Kei dengan kedalaman sekitar 30 meter
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua aparat NICA bersama sekelompok warga Kei asal Manado
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang mayor KNIL bernama Scheffer bersama anak-anak Kei di depan sekolah yang didirikan kembali setelah berakhirnya pendudukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayor Scheffer memberikan pengarahan kepada para pemuka warga Kei, terutama terkait masih belum adanya para tentara Jepang di Kei yang belum dipulangkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Australia dan dua tentara Belanda, a.l. Mayor Scheffer, bersama warga Tual di Kepualauan Kei. Di sebelah kiri tampak 3 tentara Jepang menempel ke sebuah mobil.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Kepulauan Kei
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 18 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Dua sobekan dari sebuah album foto

Antara 1930 dan 1935: Pembukaan sekolah pribumi khusus perempuan di Mardikenya, Purwokerto (atas); dua warga Tionghoa dengan nama Ang Beng Siang dan Ang [?] Koan (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Yogyakarta, 18 Desember 1934: Para pegawai OVL (kemungkinan Openbare Verlichting = Jawatan Lampu Penerangan Umum)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1930 dan 1935: 30 pria Eropa dengan pakaian resmi bersama seorang pria Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman asal dua foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1934
Tempat: Jawa (a.l. Purwokerto, Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 06 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pesta kostum (1)

Kemungkinan di sebuah sekolah khusus untuk anak-anak perempuan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua pasang warga Belanda dalam pakaian badut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tujuh gadis Belanda memeragakan peri dengan harfa, seruling, dan terompet
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: tidak ada keterangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 03 Oktober 2023

Fasilitas umum di Merauke setelah Belanda dan Sekutu mengukuhkan kekuasaan, 1945 (1)

Sekolah rakyat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gereja Katolik Roma dalam pembangunan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto udara yang memperlihatkan a.l. konstruksi gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bank van Nederlands-Indië
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Merauke
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 04 Januari 2022

Anak-anak sekolah bangga mendapatkan papan sabak, 1947

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 10 November 1947
Tempat: Papua (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Deskripsi foto menyebutkan Grote Oost (Indonesia Timur) sebagai lokasi pengambilan foto.

Jumat, 04 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 61-66

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


61. Gunung Singgalang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
62. Keluarga Minang di depan rumah gadang di Koto Gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
63. Pesilat Minangkabau bersenjata kerambit
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
64. Sepasang pengantin Minangkabau bersama pendamping di Tilatang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
65. Pertemuan para penghulu Minang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
66. Sekolah warga Minang di Tilatang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat: Sumatera Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 63 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 64 di posting ini.

Rabu, 21 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (27)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


134. Sekolah misi Kristen di Mojowarno, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
136. Transportasi tembakau dengan menggunakan pedati dan perahu, Sumatera Utara
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
137. Konvoi logistik bahan makanan dari Indrapuri semasa Perang Aceh
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
138. Pedati kerbau di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
139. Dua pria Belanda menaiki perahu bersama warga Pulau Siberut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
140. Perahu-perahu nelayan bertambat di sekitar pelabuhan Tanjung Mas, Semarang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Mojowarno (Jombang), Sumatera Utara, Indrapuri (NAD), Jawa, Pulau Siberut (Mentawai), Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 136 pernah dimuat di posting ini, serta no. 137 di posting ini dan ini.

Senin, 19 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (26)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


124. Klinik lapangan kesatuan KNIL di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
126. Pakubuwono IX dan Residen W. de Vogel
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
127. Sultan Hamengkubuwono VII
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
129. Sultan Kutai, Aji Muhammad Sulaiman beserta para isteri dan selirnya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
130. Seorang bangsawan Gianyar beserta pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
133. Sekolah pribumi di Pakan Kamis, Tilatang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jawa, Surakarta, Yogyakarta, Kutai, Gianyar, Tilatang (Agam)
Tokoh: Aji Muhammad Sulaiman (Sultan Kutai ke-18), Hamengkubuwono VII (Sultan Yogyakarta), Pakubuwono IX (Susuhunan Surakarta)
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. #126 pernah dimuat di posting ini, no. 127 di posting ini dan ini, no. 129 di posting ini, serta no. 130 di posting ini.

Senin, 12 April 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album VII: Di sekitar perkampungan pekerja perkebunan Padang Bulan

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Album VII ini berisi foto-foto dari berbagai perkebunan, terutama dari Padang Bulan. Peta yang pertama kali dimuat di posting tentang Album VI, diperbarui di bawah ini untuk mengikuti tambahan informasi dari Album VII ini.

Peta perkebunan tembakau di wilayah Deli, Langkat, dan Serdang
(klik untuk memperbesar)

Beberapa foto boleh jadi sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Jalan menuju perkampungan pekerja Keling
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekolah untuk para anak pekerja perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warung di kompleks perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkampungan pekerja asal Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah bendungan di area perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan di Padang Bulan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun: Album foto tidak mencantumkan tahun terbit, tapi berdasarkan album-album lain bisa disimpulkan bahwa foto-foto ini berasal dari awal abad ke-20 atau akhir abad ke-19
Tempat: Perkebunan Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: