Tampilkan postingan dengan label 1730. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1730. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2024

Peta kuno dari tahun 1730: Jakarta ketika masih dikelilingi pesawahan dan kebun (1)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1730
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini kemungkinan merupakan versi awal dari dokumen yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya. Sama-sama berbahasa Perancis dan digarap oleh Jacques-Nicolas Bellin, peta ini tetapi digambar dengan format berdiri dengan utara menghadap ke kiri, dan tanpa warna serta lukisan tentang pemadangan laut di sekitar pelabuhan. Informasi lainnya sama, seperti masih luasnya kawasan pesawahan dan perkebunan, terutama tebu, yang mengelilingi Jakarta, bertahannya nama "Angke" hingga sekarang, adanya pemukiman khusus untuk orang Jawa dan Ambon di bagian timur Jakarta, serta bahwa  "Jacatra" saat itu merupakan nama sebuah benteng pertahanan, bukan nama kota.
Juru kartografi: Jacques-Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 18 September 2024

Peta kuno dari tahun 1730: Posisi pentingnya Nusantara di pelayaran Asia

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1730
Tempat terbit: Inggris (London?)
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini diberi judul A map of the East-Indies (peta Hindia Timur) meskipun menampilkan wilayah Asia mulia dari jazirah Hindia hingga ke Tiongkok, Taiwan, dan Jepang. Wilayah Nusantara dibagi menjadi Sunda Islands di barat dan Mollucan or Spice I(s)l(ands) di timur. Peta ini menampilkan secara khusus lima pelabuhan dengan skala yang jauh lebih besar: tiga di India dan dua di Nusantara, yaitu Bantam dan Batavia. Ini menunjukkan posisi penting dan strategisnya Banten dan Jakarta saat itu, sebelum kemudian pelabuhan-pelabuhan lain seperti Singapura dan Yokohama serta Shanghai mengambil alih posisi puncak.
Juru kartografi: ?
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 29 Agustus 2024

Peta kuno dari tahun 1730: Kepulauan Sunda

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1730
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini mengikuti tradisi orang-orang Eropa terutama Belanda yang menyebut wilayah yang meliputi Jawa, Kalimantan, dan Sumatera sebagai "Kepulauan Sunda" (dan Nusa Tenggara sebagai "Kepulauan Sunda Kecil"). Peta ini dipenuhi dengan nama-nama tempat yang dianggap penting. Pulau Jawa, karena relatif kecil dibanding dua pulau besar lainnya, harus menerima penempatan nama-nama tempat ini di luarnya, karena di dalamnya sudah penuh sesak. Peta ini menyebut 3 wilayah utama di Jawa: Bantam, Batavia, serta Mataram. Sementara di Sumatera hanya menyebut Achen serta nama-nama lain tanpa menyiratkan bahwa nama-nama itu berada di sebuah kesultanan tertentu. Di Kalimantan, peta ini menyebut beberapa nama selain Woeste Kust (pantai liar): Ryk van Borneo, Succadana, dan Banjar Massin. Menarik untuk dicatat bahwa peta ini menyebut Mahometanen (wilayah Muslim) untuk kawasan barat daya Kalimantan; sebuah istilah yang jarang digunakan.
Juru kartografi: Isaak Tirion
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: