Tampilkan postingan dengan label 1853. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1853. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2026

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (7 - tambahan)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Karya Junghuhn ini pernah terbit di edisi Belanda tahun 1850, cetakan Jerman tahun 1853, dan terbitan Jerman tahun 1857.Gambar di bawah kemungkinan berasal dari tahun 1853.


Gunung Lamongan

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1853
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: kemungkinan Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lihat juga rangkaian lukisan geologi Junghuhn yang dimulai di posting ini.

Sabtu, 09 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno yang memperjelas asal-usul kata "Koja"

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1853
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Kata "Koja" merupakan penuturan leluhur kita atas kata "Khoja" yang merupakan sebutan untuk kelompok warga Muslim Isma'ili di India dan Persia, terutama di Gujarat. Sebagian dari mereka datang ke Nusantara sebagai saudagar yang banyak menjual kain, sebagaimana ditampilkan di gambar di bawah ini. Ini yang kemudian membuat kata "Koja" berkonotasi erat dengan pedagang kain. Populernya "Koja" ini a.l. bisa terlihat dari adanya beberapa wilayah yang disebut "Pekojan" di Jakarta, di samping tentunya Kecamatan Koja dengan Pasar Koja-nya, dan boleh jadi juga Kampung Koja di Tangerang atau Pasir Koja di Bandung.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 04 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (2)

Sekelompok pria Tionghoa bermain kartu
[~1853, Auguste van Pers, Den Haag]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Seorang perempuan asal Bandung bernama Soemina
[3 Mei 1938, Willem G. Hofker]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Seorang pria Jawa dalam busana keraton
[~1830, London]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: ~1830, ~1853, 1938
Tempat terbit: a.l. Den Haag, London
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Auguste van Pers dan Willem G. Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 01 November 2017

Wajah Multatuli alias Eduard Douwes Dekker dari berbagai masa

Amsterdam 1853
(klik untuk memperbesar | © G. SIgling / KITLV)
1880
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Bandung 1925
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 1853, 1880, 1925
Tempat: Amsterdam, Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: