Tampilkan postingan dengan label Ereveld Ancol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ereveld Ancol. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (6)

Tulang belulang warga kulit putih yang dieksekusi Jepang dibawa dengan mobil menuju Ancol
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penggalian liang lahat di Ancol untuk menampung penguburan kembali para warga kulit putih yang dieksekusi Jepang di masa perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ereveld Ancol, tempat penguburan kembali para korban eksekusi Jepang yang sebelumnya terpencar di berbagai tempat dan tak terpelihara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga keranda sederhana dari bambu yang membawa sisa-sisa jenazah warga kulit putih korban eksekusi Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua sisa jenazah, dengan dua kayu salib, siap dimakamkan kembali di tempat yang lebih terhormat di Ereveld Ancol
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Senin, 08 April 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (6), 1946

Pendampingan atas peti jenazah yang kemungkinan berisi sisa jasad seorang tentara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Peletakan karangan bunga di monumen Ereveld Ancol
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook (dan istri?) bersama para pembesar militer Belanda dan Inggris, a.l. Jenderal Simon Hendrik Spoor (paling kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tukang gali kubur membersihkan sisa-sisa tanah penguburan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Alunan terompet penghormatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kuburan yang sudah tertutupi karangan bunga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rangkaian kuburan di Ereveld Ancol yang masih ada hingga sekarang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Jenderal Simon Hendrik Spoor (Kepala Staf Tentara Belanda di Indonesia)
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 06 April 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (5), 1946

Peti jenazah yang terkesan pendek, kemungkinan karena dari jenazah hanya tersisa tulang belulang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salib untuk J.L. Appleby warga Australia (?) yang berusia 33 tahun ketika dieksekusi Jepang di Batutulis, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salib untuk Hanna Christa Hilgers, perempuan Belanda muda berusia 21 tahun ketika dieksekusi Jepang di Batutulis, Bogor(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salib untuk T.H. Powell, warga Inggris yang berusia 30 tahun ketika dieksekusi Jepang di Batutulis, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Liang lahat baru dengan latar depan kuburan yang sudah ada terlebih dulu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Peti jenazah dengan topi baja, kemungkinan karena yang meninggal adalah tentara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 04 April 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (4), 1946

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 02 April 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (3), 1946

Rombongan yang mengikuti konvol mobil jenazah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerabat dan/atau sejawat mengantar hingga ke liang lahat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penaburan tanah ke atas peti jenazah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan kerabat yang ditinggalka, didominasi oleh perempuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 31 Maret 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (2), 1946

Pengangkatan peti jenazah yang terlihat ringan kemungkinan karena tinggal tulang belulang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Peletakan peti jenazah di dekat liang lahat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan musik militer …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang diikuti jip militer, kemungkinan berisi jenazah …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan rombongan pelayat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan di depan: Kesatuan KNIL yang didominasi wajah lokal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 29 Maret 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (1), 1946

Barisan yang menunggu kedatangan jenazah di depan lubang kuburan yang sudah disiapkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan rombongan pembawa jenazah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Persiapan penyambutan rombongan pembawa jenazah; di latar depan tampak sebuah salib tanpa nama hanya dengan tulisan geexecuteerd (=dieksekusi)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan musik militer mendampingi iringan jenazah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Prosesi penembakan salvo ke udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: