Tampilkan postingan dengan label kuda lumping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuda lumping. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 April 2023

Kumpulan foto-foto hasil jepretan Walter Staugaard di Jawa, 1941 (3)

Petani dan kerbau di sawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pertunjukan kuda kepang di Kediri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bunga bangkai di Nusa Kambangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Kepuh (Nguter, Sukoharjo?) menangkap dua ular sanca
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1941
Tempat: Jawa (a.l. Kediri, Nusa Kambangan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 09 Februari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Wajah para pendekar pencak silat di Sumatera Utara

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: antara 1947 dan 1953
Tempat: kemungkinan di Sumatera Utara (berdasarkan kuda lumping di foto pertama)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Sabtu, 21 Juli 2018

Seni Sunda zaman dulu dari berbagai masa

Bandung, antara 1863-1865: Empat mojang penari serimpi
(klik untuk memperbesar | © van Kinsbergen / Universiteit Leiden)
Wayang golek di sekitar tahun 1900; kemungkinan besar dalam pose dan posisi yang diatur si fotografer
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sekitar 1905: Kuda lumping dengan iringan angklung
(klik untuk memperbesar | © Sigrist / Universiteit Leiden)
Garut, 1910: sekelompok mojang penari wayang orang
(klik untuk memperbesar | © Knackstedt & Co./ Universiteit Leiden)
Waktu: 1863, 1900-an, 1905, 1910
Tempat: Bandung, Garut, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 03 Mei 2016

Beberapa foto dari Medan di tahun 1929 (2)

Distribusi buah-buahan dengan perahu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Istana Sultan Deli
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pertunjukan angklung, kuda lumping, tari topeng, dan pandu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Gerbang ke wilayah pecinan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1929
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Danau Toba tentunya tidak terletak di Medan; tetapi foto paling bawah berasal  dari foto album yang sama bersama dengan foto-foto lainnya.

Senin, 23 Desember 2013

Penari kuda lumping di Jawa Barat, 1905

Imagno/Getty Images
Waktu: 1905
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: l.d.a.


UPDATE 2 Juli 2018
Sebelumnya posting ini menyebut tahun "sekitar 1930" dan "Jawa" sebagai tempat. Ini harus dikoreksi berdasarkan data terbaru dari koleksi foto Universitas Leiden. Foto yang sama dengan ukuran lebih besar dari Universitas Leiden akan diposting tanggal 21 Juli 2018.

Senin, 01 April 2013

Yogyakarta di sekitar tahun 1910

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: sebelum 1911
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa: Pemuda Yogyakarta (foto pertama); reruntuhan Candi Prambanan (foto kedua); kelompok penari kuda kepang (foto ketiga); prajurit keraton (foto keempat); rombongan pengiring bangsawan (foto kelima).
Fotografer: C.H. Graves
Sumber / Hak cipta: National Geographic Society / Corbis
Catatan: Foto-foto di atas merupakan bagian dari perjalanan Henry G. Bryant ke Jawa yang dituturkan di majalah "The National Geographic Magazine" Vol. XXI yang terbit tahun 1910. Majalah ini bisa dibaca/diunduh dari Internet Archive.