Tampilkan postingan dengan label Cianjur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cianjur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juni 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (9)

Gudang pengeringan di sebuah perkebunan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gedung Belvedere, tempat warga Belanda berkumpul di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pria Belanda di depan rumah gaya tradisional dengan atap rumbia, pagar bambu, dan dua anjing peliharaan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan di Sindanglaya (Cipanas, Cianjur)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Puncak di sekitar Sindanglaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: a.l. Bukittinggi, Sindanglaya (Cipanas, Cianjur)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 16 Mei 2023

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (2)

Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.


~1920: Beberapa pura desa dengan latar belakang Gunung Batur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1916: Hotel Sindanglaya di Cipanas, Cianjur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Satu keluarga Belanda berfoto di Tosari
(klik untuk memperbesar | © Studio Onnes Kurkdjian / NGA)
~1930: Cibodas, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
~1920: Cadas Pangeran, Sumedang?
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1916, 1920, 1930
Tempat: Bali, Cibodas (Bogor), Sindanglaya (Cipanas, Cianjur), Sumedang (?), Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Studio Onnes Kurkdjian, Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 14 Mei 2023

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (1)

Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.


1916: Danau di Sindanglaya (Cipanas, Cianjur)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1920: Sebuah pemandangan di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Alun-alun Garut dengan Masjid Agung-nya; wanita dengan kamera dan tripod kemungkinan adalah Thilly Weissenborn yang membuka studio foto Lux di kota ini
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1916, 1920
Tempat: Jawa Barat (a.l. Garut, Cianjur)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn (kecuali foto pertama?)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 04 Januari 2023

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (8)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Wisata keluarga keraton, kemungkinan ke Jubileumspark Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto ibu dan saudara, serta wisata ke Cipanas (Cianjur) dan Bojonegoro, juga tur sepeda di Padalarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto ayah, ibu, saudara, dan wisata keluarga ke Jakarta, Sukabumi, Yogyakarta, juga Bendung Walahar di Karawang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang dipenuhi kaum perempuan, di samping dua laki-laki yang tidak disebutkan namanya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto keluarga, a.l. keluarga Mochtar, serta foto seorang bangsawan dengan dua pembesar Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman terakhir yang menyisakan dua foto: sebuah stasiun kereta api, dan piala sepakbola, olahraga kegemaran Samsoedin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Bandung, Bojonegoro, Cianjur, Cipanas, Karawang, Padalarang, Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 07 November 2022

Dari sebuah kumpulan foto bernomor tentang Jawa Barat di awal abad ke-20 (1)

Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi yang sayang sekali tidak diketahui dikeluarkan kapan dan oleh siapa. Sedikit beruntung, foto-foto ini diberi nomor dan deskripsi, sehingga di beberapa nomor kita masih bisa tahu di mana dan tentang apa foto ini dibuat. Nomor tertinggi adalah 37; sayang sekali kita hanya terwariskan 19 foto, mulai dari nomor 2 dengan beberapa nomor yang hilang.

2. Sebuah pabrik pengolahan kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
3. Kampung nelayan (di selatan Cianjur?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
4. Kampung nelayan di Kali Kuti (di selatan Cianjur?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
8. Sarana penyeberangan di Sungai Cigadang, Cianjur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
9. Gua pinggir laut yang menjadi sarang burung
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: awal abad ke-20
Tempat: Jawa Barat (a.l. Cianjur)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta:National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 24 Juni 2022

Foto-foto tentang Jawa dari album "Groet uit Batavia 1913" (3)

Perjalanan berkuda di Cibodas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumput jenis xanthorrhoea di Cibodas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Curug Cibeureum (Cianjur)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga Warna di kawasan Puncak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Papandayan (Garut)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1913 atau sebelumnya
Tempat: Jawa Barat (a.l. Cianjur, Cibodas, Garut)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 22 Juni 2022

Foto-foto tentang Jawa dari album "Groet uit Batavia 1913" (2)

Perajin batik
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan di Cibadak (Sukabumi)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah dan perbukitan di Sindanglaya (Cipanas, Cianjur)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Gede dilihat dari Cibodas (Bogor)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Gede dan Pangrango dilihat dari Cibodas (Bogor)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1913 atau sebelumnya
Tempat: Jawa (a.l. Cianjur, Cibadak, Cibodas)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 21 September 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (1)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


1. Kawasan Sindanglaya, Cianjur, dengan latar belakang Gunung Gede (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
2. Profil batu cadas di Karawang (sebelum 1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
3. Kawasan pemukiman di pesisir Surabaya (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
4. Kawasan Tanjung Priok (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
5. Memetik buah pala di Pulau Banda (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
6. Perumahan di Banda Neira (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1880
Tempat (d.a.k.b.): Karawang, Cianjur, Surabaya, Jakarta, Banda, Banda Neira
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 09 Juli 2021

Dari buku foto tentang Bogor terbitan Carl Lang (4): Wajah lokal, 1883

PENGANTAR

Di awal tahun 1880-an penerbit Carl Lang di Bogor mengeluarkan sebuah buku berisi 24 foto tentang wilayah Bogor. Salah satu eksemplarnya terkumpul ke kolektor Leo Haks dalam kondisi bagus, dan kemudian menjadi khazanah dari National Gallery of Australia, yang akan ditampilkan di blog ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)(klik untuk memperbesar | © NGA)

19. Mesjid di kawasan Empang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
20. Kampung dan pesawahan dengan latar belakang Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
21. Kawasan pecinan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
22. Sekitar jembatan Batutulis
(klik untuk memperbesar | © NGA)
23. Puncak Pass, Sindanglaya (Cipanas, Cianjur); saat itu masih diberi pintu untuk buka-tutup
(klik untuk memperbesar | © NGA)
24. Pemandangan ke arah Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1880-1883
Tempat: Cianjur, Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Carl Lang | National Gallery of Australia
Catatan: