Tampilkan postingan dengan label Alahan Panjang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alahan Panjang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pakaian adat (1)

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Panghulu (Minang); panghulu Alahan Panjang; haji dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar)
Pemuka adat Supayang; dubalang/pengiringnya; panghulu kapalo Pasir Talang
(klik untuk memperbesar)
1. Rombongan wanita Alahan Panjang; 2. ulama Alahan Panjang; 3. Haji Abdullah dari Supayang
(klik untuk memperbesar)
Pemuda Rantau Baru mengembara pengembaraan; pemuda Surulangun
(klik untuk memperbesar)
Sebuah keluarga terpandang di Alahan Panjang; dua gadis Lebong menari
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Alahan Panjang dan Supayang (Solok), Lebong, Rantau Baru (Pelalawan), Surulangun (Musi Rawas Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Sabtu, 29 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Alahan Panjang

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Rumah tradisional
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah tabuah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Rumah tradisional
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pesawahan di Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Istana Rajo Alam Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Istana Rajo Alam Alahan Panjang dengan rumah tabuah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah tabuah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pohon mangga
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perumahan di pinggir sawah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Pesawahan di Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Alahan Panjang (Solok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 27 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Danau Diatas dan lembah Batang Gumanti

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Jembatan beratap di lembah Batang Gumanti
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Danau Diatas, hulu utama Batang Hari
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Danau Diatas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Danau Diatas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Danau Diatas dilihat dari Gunung Talang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pemandangan ke arah Alahan Panjang dan Selimpat
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jembatan beratap di lembah Batang Gumanti
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jembatan beratap di lembah Batang Gumanti
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Danau Diatas, hulu utama Batang Hari
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Alahan Panjang (Solok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 19 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Wajah warga dan penghulu Alahan Panjang

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Halaman kedua yang berisi potret
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penghulu Kepala Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pria dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pria tua dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Istri dari mantri (kopi?) Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita tua dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita muda dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Pria dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Istri dari mantri (kopi?) Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penghulu Kepala Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pria tua dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Wanita muda dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Wanita tua dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Alahan Panjang (Solok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 17 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pemuka masyarakat Alahan Panjang dan warga lokal pendamping penjelajahan

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Halaman pertama yang berisi potret
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mantri kopi Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bujang kuda ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kuli angkut ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kuli angkut ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jaksa Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Juru tulis ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Mantri kopi Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kuli angkut ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kuli angkut ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bujang kuda ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jaksa Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Juru tulis ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat:  Alahan Panjang (Solok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:


UPDATE 24 Agustus 2020: Tambahan sketsa

Pendamping ekspedisi dari warga lokal dengan nama-nama julukan Si Pakan, Si Angkat, Si Gai, Si Dulah, Si Mail, Si Jemam, Si Mageh, dan Si Akal
(klik untuk memperbesar)

Lembah Harau, salah satu tempat yang dikunjungi tim penjelajahan
(klik untuk memperbesar)

Meski lokasi utama yang dikunjungi tim penjelajahan adalah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan, mereka sempat juga meninjau Lebong di Bengkulu
(klik untuk memperbesar)