Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (1)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bogor: Seorang petani di Kedungbadak minum dari bekal yang dibawa istrinya, dengan latar belakang air jernih memancar dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kaki Gunung Semeru: Sebuah desa di Pasuruan dengan rumah-rumah yang beratap rumbia dan kumpulan warga dalam berbagai aktivitas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tuban: Air terjun Nglirip di Singgahan dengan latar depan tiga gembala yang menjaga kawanan kambing yang berkumpul di tepian
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tegal: Pabrik gula di Pangkah dengan enam cerobong asap, sementara pedati berdatangan membawa tebu yang siap diolah untuk menjadi gula
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Kamis, 17 Oktober 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Belanda menangkap tersangka pelaku pembantaian atas 18 warga Eropa

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Di Balapulang, Tegal, massa membantai 18 warga Belanda, dikabarkan tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Militer Belanda kemudian menangkap para tersangka …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

… menggiring mereka dan membuat foto seperti yang tercantum di atas ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Agustus 1946
Tempat: Bulapulang (Tegal)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting terkait sebelum ini.

Kamis, 05 September 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Ekshumasi korban-korban kekerasan (2)

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Seorang Belanda menunjuk ke sebuah sumur kecil tempat korban masa "bersiap" dibuang, di latar belakang tampak tengkorak dan tulang belulang yang kelihatannya digali dari dasar sumur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian tengah foto memperlihatkan sumur, dengan dinding yang sebagian runtuh, yang menjadi tempat pembuangan korban "bersiap". Di latar belakang tampak sebuah meja yang diduga pihak Belanda merupakan tempat eksekusi atas 18 warga Belanda dari berbagai usia.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Agustus 1946
Tempat: Balapulang (Tegal)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto para tersangka pelaku yang kemudian ditangkap Belanda akan dimuat di posting tanggal 17 Oktober 2024.

Kamis, 29 Februari 2024

Lukisan karya Abraham Salm dari sekitar tahun 1872: Malang dan Tegal

Pabrik gula Pangkah, Tegal
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pantai Srigonco di selatan Malang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1872
Tempat: Pangkah (Tegal), Srigonco (Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga lukisan lain karya Abraham Salm di beberapa posting sebelumnya: tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, dan Sumedang.

Kamis, 19 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang Tegal di sekitar tahun 1890 (5)

Gembala memandikan kerbau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Petani membajak sawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Stasiun pemeriksaan gula di Kagok (catatan: saat itu Tegal masih dikategorikan West Java)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Nelayan di perairan laut sekitar Tegal
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1890
Tempat: Tegal
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 17 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang Tegal di sekitar tahun 1890 (4)

Seorang pekerja perkebunan di antara pohon tebu dan petunjuk ketinggian
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rombongan pedati di pematang perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemuatan tebu hasil panen ke pedati
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pabrik gula Pangkah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1890
Tempat: Tegal
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 15 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang Tegal di sekitar tahun 1890 (3)

Kawanan kerbau di Kali Gung (?) di kawasan Kagok dengan latar belakang Gunung Slamet
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lahan untuk perkebunan yang siap ditanami
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penanaman bibit tebu di bawah pengawasan para mandor dan tuan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kediaman Residen Tegal
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Stasiun kereta Tegal
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1890
Tempat: Tegal
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 13 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang Tegal di sekitar tahun 1890 (2)

Seorang warga Ketapan (?), Slawi, di perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pohon tebu (liar?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan tebu (difoto di malam hari?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan tebu surat bandeng dengan petunjuk ketinggian
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang petani membajak sawah di dekat pabrik gula Kemanglen dengan latar belakang Gunung Slamet
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1890
Tempat: Tegal
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 11 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang Tegal di sekitar tahun 1890 (1)

Penyiapan lahan untuk ditanami tebu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Jodan, kelak menjadi Hotel Merdeka di Tegal
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kantor syahbandar pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perahu dengan muatan gula
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perahu di kanal yang menuju pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1890
Tempat: Tegal
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 26 Juli 2020

Beberapa foto lama dari Jawa Tengah

Tegal Arum (Tegal), sekitar 1890: Makam Amangkurat I
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Pasar di Slawi (Tegal), sekitar 1890
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Kassian Cephas di Kawah Candradimuka, Banjarnegara, sekitar tahun 1895
(klik untuk memperbesar | © Kassian Cephas / NGA)

Semarang, 1930: Pertemuan Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff (duduk kelima dari kiri) dengan para bupati sekawasan Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

11 September 1932: Kunjungan Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge ke Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Limpung (Batang), 27 Oktober 1932: Foto bersama di sebuah pameran agraria
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu:  1890, 1895, 1930, 1932
Tempat:  Banjarnegara, Batang, Magelang, Semarang, Tegal
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 02 Juni 2020

Beberapa alat transportasi zaman dulu (4): Tenaga kuda

Delman
(klik untuk memperbesar | © Yim Fong / NGA)
Kereta kuda empat roda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tegal, sekitar 1890: Pedati kuda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tegal, sekitar 1890: Kuda tunggang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gerobak kuda antar 1900-1913
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1890, 1913
Tempat: Tegal, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 31 Mei 2020

Beberapa alat transportasi zaman dulu (3): Tenaga kerbau

Jawa, sekitar 1880: Pedati
(klik untuk memperbesar | Herman Salzwedel / © NGA)
Tegal, sekitar 1890: Pedati pengangkut tebu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sumatera (?), sekitar 1900: Pedati penangkut tebu
(klik untuk memperbesar | © H. Kleinmamm & Co / NGA)

Waktu: 1880, 1890, 1900
Tempat: Tegal, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Kleinmamm & Co; Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 14 November 2019

Belanda menggali tulang belulang korban kekerasan para pemuda pejuang semasa hiruk pikuk setelah proklamasi kemerdekaan, 1946/1947

Balapulang (Tegal) 1946: Tulang belulang warga Belanda atai Indo korban kekerasan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung, 1947: Tim medis memeriksa jasad korban kekerasan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: 1946, 1947
Tempat: Balapulang (Tegal), Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Pihak Belanda memiliki istilah yang jarang muncul di buku sejarah Indonesia: "masa bersiap". Ini adalah masa di penghujung 1945 hingga ke 1946, ketika Indonesia sudah memproklamirkan diri, tetapi para pemuda pejuang belum terkonsolidasi dan terkontrol secara solid, sementara warga Belanda yang tersisa di Indonesia masih mengandalkan sisa-sisa KNIL dan sedikit tentara Belanda yang sudah datang untuk mencari keamanan.
Epori kemerdekaan, kebencian terhadap bangsa penjajah, dan hiruk pikuk pasca proklamasi membuat munculnya insiden-insiden kekejaman tak terkendali atas warga Belanda atau Indo-Belanda.
Setelah pasukan reguler dikapalkan dari Belanda, dan militer Belanda menguasai beberapa wilayah penting, pihak Belanda menggali kuburan-kuburan dari korban tindak kekerasan ini, yang dua di antaranya ditampilkan di atas ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 16 Oktober 2018

Batang pohon sebagai barikade penghalang gerak maju pasukan Belanda: Cilacap, Tegal

PENGANTAR

Sebelum ini kita sudah melihat banyak foto yang menunjukkan bagaimana TNI menghancurkan banyak jembatan untuk menghadang gerak maju militer Belanda di Aksi Polisionil 1. Tindakan TNI yang lain adalah memasang barikade di jalur yang dianggap penting dengan menebang pohon di sekitarnya dan melintangkan batang pohon ini badan jalan. Ini memang tidak bisa menghalangi tentara Belanda secara permanen, tapi paling tidak memperlambat mereka.

Berikut beberapa foto dari berbagai daerah.

Tegal, Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Cilacap, 27 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © Hugo Wilmar / spaarnestad)
Cilacap, 27 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © Hugo Wilmar / spaarnestad)
Cilacap, 10 Oktober 1947: Sisa-sisa barikade yang dikerumuni warga dan anak-anak
(klik untuk memperbesar | © J.C. Taillie / gahetna)

Waktu: Juli & Oktober 1947
Tempat: Cilacap, Tegal
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan Belanda mencoba mengenyahkan batang-batang pohon yang ditumbangkan TNI guna menghalang gerak maju militer Belanda saat Aksi Polisionil 1 di sekitar Cilacap dan Tegal.
Fotografer: Hugo Wilmar (foto nomor 2 & 3), J.C. Taillie (foto nomor 4)
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan: