Tampilkan postingan dengan label Zhou Enlai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zhou Enlai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2022

Kedatangan Soekarno di bandara Beijing, 1956

(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)

Waktu: 5 Oktober 1956
Tempat: Bandara Beijing
Tokoh: Mao Zedong (Pemimpin Republik Rakyat Tiongkok); Soekarno (Presiden RI); Zhou Enlai (Menteri Perdana RRT)
Peristiwa: Soekarno dan rombongannya disambut Mao Zedong dan Zhou Enlai serta dielu-elukan masyarakat Tiongkok ketika Soekarno tiba di bandara Beijing dalam lawatannya ke RRT.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: China Photo Service / Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 06 Februari 2021

Peristiwa-peristiwa dalam sejarah Indonesia menurut karikatur Belanda, 1955-1958 & 1970

Het Parool, 19 April 1955
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Bagi Leo Jordaan yang membuat karikatur ini, Konferensi Asia Afrika di Bandung adalah ajang buat Zhou Enlai untuk menawarkan komunisme dan Jawaharlal Nehru untuk mengkampanyekan nasionalisme-sekuler di kalangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

(klik untuk memperbesar | © Menno van Meeteren / AVS)

Karikatur yang berjudul Het verloren paradijs ("surga yang lepas") ini disebut berasal dari tahun 1956, tapi mungkin dibuat di tahun 1950. Karya ini menggambarkan seorang Belanda dengan pakaian a la Gubernur Jenderal meninggalkan Indonesia dengan menahan malu, sementara Singa Belanda yang mendampinginya tampak cedera.

Vrij Nederland, 1 Maret 1958
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Perang saudara di Indonesia antara pemerintah pusat di Jakarta dengan pemberontak di Sumatera Barat digambarkan oleh Leo Jordaan sebagai peristiwa di mana pada ujungnya dunia komunisme (diwakili oleh Nikita Khrushchev dan Mao Zedong) adalah pihak yang akan mengambil keuntungan.

De Tijd - De Maasbode, 12 Agustus 1970
(klik untuk memperbesar | © Charles Boost / AVS)

Soekarno banyak berkunjung ke manca negara, dan berbagai negara di Eropa, tapi tidak pernah ke Belanda. Karenanya, kunjungan Soeharto ke Belanda di tahun 1970 merupakan tonggak penting dalam pemulihan persahabatan antara Belanda dan Indonesia. Namun, di Belanda sudah menunggu berbagai kalangan yang cenderung negatif terhadap Indonesia seperti diperlihatkan di karikatur di atas. Ini mulai dari Door de Eeuwen Trouw yang mendukung RMS, hingga ke kalangan yang menyebut Soeharto sebagai moordenaar (jagal), dan yang memperjuangkan hak-hak rakyat Papua.

Waktu: 1955, 1956, 1958, 1970
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke peristiwa terkait Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Charles Boost | Leo Jordaan | Menno van Meeteren
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 02 Juli 2015

Soekarno, Gamal Abdel Nasser, dan Zhou Enlai, 1965

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1965
Tempat: Kairo (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Zhou Enlai (Perdana Menteri RRC), Gamal Abdel Nasser Hussein (Presiden Mesir)
Peristiwa: Zhou Enlai, Soekarno, dan Gamal Abdel Nasser; kemungkinan besar di Mesir menunggu Konferensi Negara-negara Non-blok yang akan dibuka di Aljazair.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / UPI
Catatan: Ini satu dari sedikit foto yang menunjukkan Soekarno merokok.

Minggu, 27 Oktober 2013

Konferensi Asia-Afrika 1955: Zhou Enlai

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: April 1955
Tempat: Bandung
Tokoh: Zhou Enlai (Perdana Menteri RRC)
Peristiwa: Konferensi Asia-Afrika 1955
Fotografer: Lisa Larsen [1-4], Howard Sochurek [5-6], ? [7-8]
Sumber / Hak cipta: LIFE [1-6], Bettmann / Corbis [7-8]

Kamis, 24 Oktober 2013

Senin, 21 Oktober 2013

Konferensi Asia-Afrika 1955: Beberapa negarawan (4)

Jawaharlal Nehru, U Nu
Gamal Abdel Nasser Hussein, Jawaharlal Nehru
Zhou Enlai, Jawaharlal Nehru
Zhou Enlai, Mohammed Ali Bogra, U Nu
Waktu: April 1955
Tempat: Bandung
Tokoh: Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
Zhou Enlai (Perdana Menteri RRC)
U Nu (Perdana Menteri Burma)
Gamal Abdel Nasser Hussein (Perdana Menteri Mesir)
Mohammed Ali Bogra (Perdana Menteri Pakistan) 
Peristiwa: Konferensi Asia-Afrika 1955
Fotografer: Lisa Larsen [1], Howard Sochurek [2-3], ? [4]
Sumber / Hak cipta: LIFE [1-3], Bettmann / Corbis [4]

Selasa, 15 Oktober 2013

Konferensi Asia-Afrika 1955: Beberapa negarawan (2)

Zhou Enlai, Indira Priyadarshini Gandhi, Jawaharlal Nehru
U Nu, Jawaharlal Nehru, Ali Sastroamidjojo
Ali Sastroamidjojo, John Lionel Kotelawala, Mohammed Ali Bogra, Jawaharlal Nehru, U Nu
Jawaharlal Nehru, Mohammed Ali Bogra, Ali Sastroamidjojo
Waktu: April 1955
Tempat: Bandung
Tokoh: Zhou Enlai (Perdana Menteri RRC)
Indira Priyadarshini Gandhi (anak Jawaharlal Nehru)
Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
Mohammed Ali Bogra (Perdana Menteri Pakistan)
Ali Sastroamidjojo (Perdana Menteri RI)
U Nu (Perdana Menteri Burma)
John Lionel Kotelawala (Perdana Menteri Sri Lanka)
Peristiwa: Konferensi Asia-Afrika 1955
Fotografer: Howard Sochurek [1-2], Lisa Larsen [3-4]
Sumber / Hak cipta: LIFE

Senin, 30 September 2013

Konferensi Asia-Afrika 1955

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: April 1955
Tempat: Bandung
Tokoh: Zhou Enlai (Perdana Menteri RRC)
Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
Vengalil Krishnan Krishna Menon (Dubes India untuk PBB)
Gamal Abdel Nasser Hussein (Perdana Menteri Mesir)
U Nu (Perdana Menteri Burma)
Peristiwa: Konferensi Asia-Afrika 1955
Fotografer: Howard Sochurek [1-3], Lisa Larsen [4-5], ? [6]
Sumber / Hak cipta: LIFE [1-5], Popperfoto/Getty Images [6]

Selasa, 16 Juli 2013

Soekarno dan Zhou Enlai di Mesir, 1965

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 6 Juli 1965
Tempat: Kairo, Mesir
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Zhou Enlai (Perdana Menteri RRC)
Peristiwa: Soekarno dan Zhou Enlai dalam perjalanan perahu menyusuri Sungai Nil, menunggu Konferensi Negara-negara Non-blok yang akan dibuka di Aljazair.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis