Tampilkan postingan dengan label Sungai Barito. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungai Barito. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (20)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Sungai Kapuas di Sintang, dengan sebuah rakit bergubuk di latar depan, sebuah kapal uap di latar tengah, dan benteng dan gedung pemerintahan Belanda di latar belakang. Lukisan ini memiliki beberapa kemiripan dengan sebuah foto yang terbit sekitar tahun 1880 (lihat posting ini) yang mengindikasikan bahwa Rappard mengambil inspirasi (menjiplak dengan variasi?) dari foto tua ini.
 (klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pendulangan intan tradisional di Kalimantan, kemungkinan di sekitar Banjarmasin. Tampak seorang pria menyerahkan seayak bebatuan ke seorang pria lain, sementara seorang lelaki lain berjalan menuju sungai dengan membawa seayak kerikil. Di sungai, tiga lelaki mencoba memilah batuan intan dari kumpulan tanah dan kerikil.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Rumah lanting, atau rumah terapung di atas rakit, di Sungai Barito. Rumah ini kemungkinan besar milik seorang pemuka warga Banjar. Ini terlihat dari panjangnya rakit, ukuran dan jumlah rumah di atasnya, kemudian dua kelompok pendayung di bagian depan dan belakang, serta tentu saja pemasangan bendera Belanda di tengah-tengahnya.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah pemandangan khas Kalimantan: badan air yang besar dan relatif tenang (sungai atau danau), pepohonan yang tumbuh menembus permukaan air, serta gelondong kayu yang mengapung di permukaan air.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 28 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (14)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Perumahan warga Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Kristiani di Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Api Banda, Maluku
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pulau Wakde, Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pelabuhan Balikpapan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kapal uap di Sungai Barito
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Banda, Kalimantan (Balikpapan, Sungai Barito), Papua (a.l. Pulau Wakde)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 26 Mei 2013

Menangkap buaya di Sungai Barito, awal abad ke-20

(klik untuk memperbesar)
Waktu: akhir abad ke-19 / awal abad ke-20
Tempat: Sungai Barito, Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta:
Catatan: Diambil dari buku "Natuur en Menschen in Indiƫ" karya Augusta de Wit terbitan tahun 1914. Buku ini bisa dibaca/diundah dari Internet Archive.