Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (25)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


115. Bongkar muat rotan di Sungai Musi, Palembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
116. Arena pacuan kuda di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
117. Pertunjukan wayang kulit pada saat sekaten di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
118. Penari topeng di Kesultanan Kutai
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
121. Pemain sandiwara Tionghoa di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
122. Pernikahan dua pasang warga Abung, Lampung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Palembang, Bukittinggi, Yogyakarta, Kutai, Jawa Timur, Lampung
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 118 pernah dimuat di posting ini.

Senin, 09 November 2015

Pernikahan warga Pasundan di tahun 1937, jepretan Wijnand Kerkhoff

Pengantin pria (memakai kain, blangkon, tapi juga jas dan dasi kupu-kupu) menunggu pencatatan oleh lebe (penghulu)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
Pengantin pria siap menginjak telur di depan mempelai wanita
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)

Waktu: 1937
Tempat: Pasundan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Wijnand Kerkhoff
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan:

Sabtu, 03 Oktober 2015

Pernikahan kerajaan di Kesultanan Deli, 1939 (4)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh: Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah (Sultan Deli; berjabat tangan di foto ketiga, duduk paling kanan di foto ketujuh)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 02 Oktober 2015

Pernikahan kerajaan di Kesultanan Deli, 1939 (3)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 01 Oktober 2015

Pernikahan kerajaan di Kesultanan Deli, 1939 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 30 September 2015

Pernikahan kerajaan di Kesultanan Deli, 1939 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh: Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah (Sultan Deli; berjabat tangan di foto keenam)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 22 Mei 2015

Pernikahan suku Dayak, 1921

Kedua mempelai digendong menuju sungai. Menurut adat, pengantin tidak boleh menyentuh tanah hingga sampai ke sungai.(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kedua pengantin, di sebelah kanan.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kedua pengantin memegang nasi di atas piring.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1921
Tempat: Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa: Pernikahan sepasang pengantin di sebuah perkampungan Dayak.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 13 Juli 2013

Haryati, janda Soekarno, menikah lagi, 1967

Waktu: 3 Oktober 1967
Tempat: Jakarta
Tokoh: Haryati (isteri ke-7 dari Soekarno, diperisteri 1963-1966), Sakri Sunarto
Peristiwa: Haryati menikah lagi dengan Sakri Sunarto, seorang mantan mayor TNI-AD.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis
Catatan: Sakri Sunarto adalah putra dari tokoh Masyumi Soekiman Wirjosandjojo, Perdana Menteri di tahun 1951-1952, yang merupakan salah satu lawan politik Soekarno.

Sabtu, 20 April 2013

Pernikahan bangsawan Jawa di awal abad ke-20

(klik untuk memperbesar)
Waktu: akhir abad ke-19 / awal abad ke-20
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta:
Catatan: Diambil dari buku "Natuur en Menschen in Indië" karya Augusta de Wit terbitan tahun 1914. Buku ini bisa dibaca/diundah dari Internet Archive.