Tampilkan postingan dengan label Trikora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trikora. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 April 2021

Trikora: Marinir Belanda di Jayapura dan awak kapal KRI Macan Tutul yang ditawan Belanda, 1962

18 Januari 1962: Prajurit Indonesia, kemungkinan besar awak kapal KRI Macan Tutul, ditawan Belanda di Jayapura setelah pasukan Belanda menenggelamkan kapal torpedo yang dikomandoi Yos Sudarso ini
(klik untuk memperbesar | © AVS)
27 Januari 1962: Pasukan marinir Belanda di sekitar Jayapura
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 18 dan 27 Januari 1962
Tempat: Jayapura
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Marcellino Roxas
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 12 Mei 2020

Soekarno dalam karikatur Belanda: 1957 (2)

(klik untuk memperbesar | © AVS)
5 Desember 1957: "Drama tanpa kata"
Karikatur ini menggambarkan bahwa tindakan Soekarno untuk memangkas perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia hanya akan membuatnya jatuh ke pangkuan Mao Zedong dan Nikita Khrushchev dengan genggaman komunismenya.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
7 Desember 1957: "Lampu ajaib Aladin: Memanggil (jin) lebih mudah daripada mengendalikannya" ditambah kutipan dari karya Goethe Der Zauberlehrling: "Arwah yang aku panggil tidak akan lepas dariku"
Karikatur ini menggambarkan bahwa kemarahan rakyat Indonesia, yang dipanas-panasi Soekarno dalam hal Irian Barat, akan membesar dan tidak bisa dikendalikan.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
12 Desember 1957: "Menteri yang bertobat 'Tidak ada lagi makanan dan pakaian mewah!'"
Potongan koran menyebutkan bahwa "Soekarno, yang pertama kali muncul ke publik setelah percobaan pembunuhan tanggal 30 November, mengatakan akan ada kekurangan bahan pangan dan pakaian di masa depan, tetapi rakyat Indonesia harus tetap mempertahankan jiwa revolusinya."
Di sekeliling Soekarno ditampilkan rakyat Indonesia yang memang sudah tidak punya makanan dan pakaian yang melimpah.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
14 Desember 1957: "Orang yang akan tertimpa kelapa"
Karikatur ini menggambarkan bagaimana tentara berusaha mencegah Soekarno dari menggoyang-goyangkan pohon agitasi untuk mencegah dia tertimpa kelapa Mao Zedong dan Nikita Khrushchev.

Waktu: 1957
Tempat:
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia)
Peristiwa:
Karikaturis: Leendert Jurriaan Jordaan
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 10 Mei 2020

Soekarno dalam karikatur Belanda: 1957 (1)

(klik untuk memperbesar | © AVS)
5 Januari 1957: "Badai melanda Indonesia"
Karikatur ini menggambarkan bagaimana ketidakpuasan daerah telah membuat Aceh, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Tengah meninggalkan Soekarno.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
10 Januari 1957
Tampaknya pernah ada perselisihan antara Belanda (diwakili Joseph Luns) dan Inggris (diwakili Harold Macmillan) a.l. terkait penerbangan KLM dari Amsterdam ke Singapura (yang waktu itu masih jajahan Inggris). Amerika (diwakili Dwight Eisenhower) mencoba menengahi sesama anggota NATO ini. Tetapi diam-diam tangan Eisenhower memasok sesuatu ke Indonesia (diwakili Soekarno di balik pintu).

(klik untuk memperbesar | © AVS)
17 Januari 1957: "Penyanyi tenor baru"
Karikatur ini menggambarkan bagaimana Soekarno lantang di panggung dengan memegang pedang kediktatoran, tetapi semuanya diatur oleh Mao Zedong, Nikita Khrushchev, dan Gamal Abdel Nasser.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
9 Maret 1957: "Dalang dan wayangnya"
Karikatur ini menggambarkan Soekarno sebagai dalang dengan lakon "Irian" tetapi malah mendapat kemarahan dari wayang Indonesia Timur (tampaknya melambangkan Permesta) dan Sumatra (melambangkan PRRI).
(klik untuk memperbesar | © AVS)
21 November 1957: "Irian ... atau pintu kerangkeng dibuka!"
Karikatur ini menggambarkan Soekarno siap membuka pintu amukan massa, yang begitu terkepas bebas kemungkinan bisa memangsa dirinya sendiri, dan pada ujungnya hanya menguntungkan burung nasar Mao Zedong dan Nikita Khrushchev.

Waktu: 1957
Tempat:
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia)
Peristiwa:
Karikaturis: Charles Boost (nomor 2), Leendert Jurriaan Jordaan (selain nomor 2)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 19 April 2017

Pasukan Belanda di Papua pada masa Trikora, 1962

8 Juni 1962: Pasukan Belanda setelah satu pertempuran melawan pasukan payung Indonesia di sekitar Jayapura
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
2 Juni 1962: Pasukan Belanda bersiap menghadang kedatangan prajurit Indonesia
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: Juni 1962
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Sabtu, 15 April 2017

Para sukarelawan dan prajurit Indonesia yang siap diterjunkan di Papua pada masa Trikora, 1962-1963

Jakarta, 21 Februari 1962: Pemberangkatan pasukan Indonesia menuju Papua
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Jakarta, 30 April 1962: Barisan para sukarelawan
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Jakarta 1963: Tempat pendaftaran para sukarelawan
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1962, 1963
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Selasa, 11 April 2017

Prajurit Indonesia yang tertawan Belanda di Papua, 1962

12 Juni 1962: Seorang prajurit Indonesia yang ditawan Belanda di Jayapura;
menurut catatan Belanda namanya Kapten Jalaludin
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
28 Agustus 1962: Lima prajurit Indonesia yang tertangkap Belanda di sekitar Jayapura
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Januari (?) 1962: Seorang prajurit Indonesia yang tertangkap Belanda
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Waktu: 1962
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo | ANP
Catatan:

Senin, 25 April 2016

Corat-coret di aset milik perusahaan Belanda dan unjuk rasa menentang Belanda di saat Trikora, 1964

Versluis dan Nedam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Stam Weuns (?)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
PAR
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Philips
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Synchro Trading
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1964
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ada kemungkinan sebagian dari foto-foto ini berasal dari tahun 1957 di saat proses nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan Belanda?

Sabtu, 23 April 2016

Defile delegasi Indonesia di Kairo dengan mengusung dukungan atas Papua, 1964 (?)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Oktober 1964 (?)
Tempat: Kairo (? Mesir, saat itu Republik Persatuan Arab)
Tokoh:
Peristiwa: Delegasi Indonesia mengusung poster dukungan atas penggabungan Papua ke wilayah Indonesia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto ini tidak memuat banyak catatan, hanya menyebutkan tahun "1964". Dengan melihat kalimat dalam huruf Arab, serta tulisan "Asia Afrika" di pojok kanan bawah, juga bendera pelbagai negara di latar belakang, dan bangunan tua yang sedang dalam proses renovasi, kemungkinan foto ini diambil ketika Mesir (RPA ketika itu) mengadakan KTT Non-Blok yang kedua.

Kamis, 21 April 2016

Pengungsian warga Belanda dan pro-Belanda dari Papua, 1962

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1962
Tempat: Papua (keberangkatan), Belanda (kedatangan)
Tokoh:
Peristiwa: Warga Belanda dan pro-Belanda mengungsi dari Papua menuju Belanda dengan menggunakan kapal atau pesawat terbang untuk menghindari perang terbuka setelah Presiden Soekarno menyerukan Trikora.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Lihat juga posting terkait sebelum ini.

Minggu, 20 September 2015

Unjuk rasa mendukung pembentukan Front Nasional Pembebasan Irian Barat, 1958

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 4 Januari 1958 (?)
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Pemuda dari berbagai kesatuan berunjuk rasa di Jakarta mendukung pembentukan Front Nasional Pembebasan Irian Barat.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 24 Juli 2015

Masyarakat Makassar menghadiri orasi Soekarno, 1962

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 4 Januari 1962
Tempat: Lapangan Karebossi (?), Makassar
Tokoh:
Peristiwa: Masyarakat Makassar menghadiri orasi Soekarno yang menggelorakan Trikora.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / UPI
Catatan:

Kamis, 11 September 2014

Pasukan Mandala di lapangan Karebosi, Makassar, 1962

klik untuk memperbesar [© gahetna]
Waktu: 26 Januari 1962
Tempat: Lapangan Karebosi, Makassar
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan Mandala, melakukan apel militer di lapangan Karebosi, Makassar, sebagai bagian dari operasi Trikora.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 09 Februari 2014

Soekarno membaur dengan rakyat yang dipimpinnya (2)

Bert Hardy | Picture Post/Getty Images
Soekarno bercengkrama dengan warga dari negara muda yang dipimpinnya (16 April 1949?).
Popperfoto/Getty Images
Soekarno bersama para isteri dan anak dari tentara yang dikirim ke Sumatera untuk menumpas pemberontakan PRRI (1958).
Terrence Spencer//Time Life Pictures/Getty Images
Soekarno ikut memukul tambur dalam lawatannya ke Ambon, 1963, di saat Trikora digelorakan.
Waktu: l.d.a.
Tempat: l.d.a.
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia)
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Rabu, 22 Januari 2014

Soekarno berorasi (3), 1963

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1963
Tempat: kemungkinan besar Makassar
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia)
Peristiwa: Soekarno berorasi di depan ribuan orang dalam menggelorakan semangat Trikora.
Fotografer: Terrence Spencer
Sumber / Hak cipta: Time Life Pictures / Getty Images

Kamis, 28 November 2013

Pertemuan Soekarno dengan rakyat Papua, 1963

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: Mei 1963
Tempat: ?
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Kolonel Sabur (ajudan Soekarno)
Peristiwa: Pertemuan Soekarno dengan rakyat Papua.
Fotografer: Terrence
Sumber / Hak cipta: Time Life Pictures / Getty Images

Selasa, 19 November 2013

Soekarno dan KRI Irian

KRI Irian, di perairan Maluku (atau Sulawesi?)
Soekarno menginspeksi KRI Irian
Soekarno menyalami Howard P. Jones yang berdiri di sebelah Nikolai A. Mikhailov di atas KRI Irian
Soekarno dan Howard P. Jones di atas KRI Irian
Waktu: Mei 1963
Tempat: perairan Sulawesi atau Maluku
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Howard P. Jones (Dubes AS untuk Indonesia), Nikolai A. Mikhailov (Dubes Uni Sovyet untuk Indonesia)
Peristiwa: lihat keterangan masing-masing foto
Fotografer: Terrence Spencer
Sumber / Hak cipta: Time Life Pictures / Getty Images
Catatan: KRI Irian dibeli Indonesia dari Uni Sovyet di tahun 1962 dalam rangka Trikora. Kapal ini menjadi kapal perang terbesar di belahan bumi bagian selatan pada saat itu. Uni Sovyet membangun 13 kapal sekelas ini, dan hanya satu yang dijual ke luar negeri, yaitu KRI Irian ini.
Info lebih lanjut bisa dilihat di wikipedia (id) dan wikipedia (en).