Tampilkan postingan dengan label iklan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iklan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2024

Dari sebuah brosur pariwisata tentang Bali yang dikeluarkan pemerintah Hindia-Belanda di awal abad ke-20

"Bali, the Wonderland" adalah sebuah brosur pariwisata berbahasa Inggris yang dikeluarkan pemerintah Hindia-Belanda …
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
…  di awal abad ke-20 untuk memikat para pelancong dari manca negara untuk berkunjung ke Bali
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Brosur ini berisi peta pelayaran menuju Bali beserta waktu tempuh dari Eropa, Timur Tengah, Australia, Jepang, Hongkong, serta Amerika …
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
… dan juga jadwal dan lamanya pelayaran, yang dari sudut pandang masa kini tentunya sangat lama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: awal abad ke-20
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 27 Februari 2024

Poster iklan Hotel Bali, Denpasar, dari tahun 1948 (2)

Sfeer & bekoring (suasana dan pesona)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari iklan yang sama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1948
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: "Hotel Bali" sekarang bernama "Hotel Inna" dan sudah ditetapkan menjadi cagar budaya.

Minggu, 25 Februari 2024

Poster iklan Hotel Bali, Denpasar, dari tahun 1948 (1)

Versi berbahasa Inggris
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Versi berbahasa Belanda
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1948
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: "Hotel Bali" sekarang bernama "Hotel Inna" dan sudah ditetapkan menjadi cagar budaya.

Jumat, 23 Februari 2024

Poster iklan penerbangan KLM rute Amsterdam-Jakarta dari tahun 1934

Satu tahun setelah pesawat Pelikan bisa menempuh penerbangan dari Belanda menuju Hindia-Belanda hanya dalam waktu empat hari –sebuah rekor dunia pada saat itu– KLM dengan bangga mulai membuka penerbangan untuk umum. Saat itu waktu tempuhnya adalah lima setengah hari; suatu yang mencengangkan mengingat perjalanan tercepat sebelumnya, melalui laut, membutuhkan waktu 6 minggu atau lebih dari 40 hari.

Poster ini memperlihatkan kota-kota ternama saat itu yang disinggahi; dan juga membandingkan rute penerbangan terjauh bangsa lain seperti Inggris (London-Kapstadt dan London-Madras) serta Perancis (Marseille-Saigon) yang masih lebih pendek daripada rute Amsterdam-Jakarta-Bandung. Poster ini juga menjadi menarik karena menunjukkan rute pelayaran laut internasional pada saat itu, yang menggambarkan jalur transportasi mana yang sangat penting di dunia, selain Amerika, menjelang pertengahan abad ke-20.

Iklan yang menyebutkan penerbangan mingguan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Iklan yang menyebutkan dua penerbangan seminggu
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1934
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 20 September 2023

Iklan tentang cairan perawatan rambut "minyak Makassar" di Inggris, abad ke-19

(klik untuk memperbesar)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Inggris
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Dari buku Hair: An Illustrated History karya Susan J. Vincent
Catatan:

Selasa, 05 Januari 2021

Poster iklan pariwisata Hindia-Belanda, 1925-1937

Come and see Netherland India
Iklan keluaran Jawatan Pariwisata Batavia, antara 1925 dan 1929
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Iklan keluaran Persatuan Pariwisata Batavia, antara 1925 dan 1934
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Visit Java Bali
Iklan keluaran Jawatan Penerangan Pariwisata Batavia, 1937
(klik untuk memperbesar | © AVS)


Waktu: 1929, 1934, 1937
Tempat: 
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 08 Desember 2020

Iklan perjalanan kapal laut dari Hamburg ke Hindia Belanda, 1929

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Sebuah iklan dari perusahaan pelayaran kapal uap Jerman-Australia, yang menawarkan rute Hamburg-Amsterdam-Belawan-Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya-Makassar dan kembali melalui Cilacap-Padang-Rotterdam-Antwerpen.

Waktu: antara 1920 dan 1929
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 04 Desember 2020

Pemanfaatan Perang Lombok untuk iklan coklat dan bungkus rokok, 1894

Setelah Perang Aceh, yang sejatinya saat itu belum tuntas, ekspedisi militer Belanda di Lombok merupakan hal yang menyita banyak perhatian masyarakat Belanda. Ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mencoba menjual barang dagangannya dengan membonceng "kepopuleran" Perang Lombok di dalam iklan atau kemasan produknya. Ini terdengar agak aneh, tapi gambar-gambar di bawah ini memang menunjukkan bahwa ada produk kakao/coklat dan rokok yang diiklankan atau dibungkus dengan referensi ke Perang Lombok.

Iklan kakao (coklat) dengan motif Perang Lombok
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Bungkus rokok dengan gambaran pertempuran di Lombok, serta tulisan Mataram dan Tjakranegara
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Bungus rokok yang sama, kali ini dengan penekanan pada seorang perwira KNIL yang terlibat Perang Lombok: Kolonel Andries Scheuer
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1894
Tempat: 
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 12 Agustus 2020

Ketika Rotterdamsche Lloyd mendominasi pelayaran dan perjalanan di Indonesia (2): Iklan pelayaran dari tahun 1892 & 1958

PENGANTAR

Ketika dunia penerbangan komersial secara masal belum muncul, pelayaran merupakan satu-satunya sarana perhubungan jarak jauh, terutama untuk transportasi antar pulau atau benua. Rotterdamsche Lloyd, yang didirikan tahun 1839, merupakan salah satu perusahaan pelayaran yang mendominasi transportasi antar Eropa dan kawasan Asia Tenggara. Perusahaan ini bahkan mengembangkan jalur pelayarannya hingga ke Tiongkok, Australia, dan kawasan Pasifik.

Perang Dunia II menghantam keras perusahaan ini. Direkturnya di Belanda, Willem Ruys, ditangkap Jerman Nazi dan dieksekusi. Sementara di kawasan Hindia-Belanda, armadanya dihancurkan angkatan udara Jepang, antara lain kapal SS Slamat, MS Baloeran, dan MS Dempo. Tenggelamnya SS Slamat merupakan salah satu tragedi besar dalam sejarah pelayaran karena membawa tewas 450 penumpang dan awak.

Brosur pelayaran dari Rotterdam ke Jawa melalui Southhampton dan Marseille dari tahun 1892. Tampak beberapa penumpang wanita mengenakan bawahan kain, salah satunya malah juga atasan kebaya.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Brosur perjalanan dari tahun 1958 dengan rute yang sama, tetapi dengan kapal uap yang lebih besar dan modern. Kapal ini bernama Willem Ruys untuk mengenang direktur perusahaan yang dieksekusi Jerman Nazi semasa Perang Dunia II.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1892 (atas), 1958 (bawah)
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 13 Februari 2019

Penjualan "Aplus", oli mesin buatan Hindia-Belanda, 1933

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 1933
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Minjak motor yang ringankan benzine ini saat itu dipasarkan hingga ke New York.

Kamis, 23 November 2017

Perkembangan Hotel Homann, Bandung, dan jalan di sekitarnya dari tahun 1915 ke 1940

1915
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
1915
(klik untuk memperbesar | © Tio Tek Hong / KITLV)
1925
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
1935
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
1935
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
1940
(klik untuk memperbesar | © J.K. Zaalberg / KITLV)

Waktu: 1915, 1925, 1935, 1940
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Minggu, 19 November 2017

Perkembangan Hotel Preanger, Bandung, dan jalan di sekitarnya dari tahun 1930 ke 1935

1930
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
1930
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
1930
(klik untuk memperbesar | © A.H. de Chantepie / KITLV)
1933
(klik untuk memperbesar | ©  J.H.B. Kuneman / KITLV)
1935
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
1935
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 1930, 1933, 1935
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Sabtu, 28 Oktober 2017

Promosi pariwisata Sukabumi di zaman Belanda

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: antara 1906-1930
Tempat: Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Minggu, 19 Oktober 2014

Iklan pariwisata ke Hindia-Belanda zaman doeloe

(klik untuk memperbesar | © Jim Heimann Collection/ Getty Images)
1932
(klik untuk memperbesar | © Jim Heimann Collection/ Getty Images)
1932
(klik untuk memperbesar | © Jim Heimann Collection/ Getty Images)
1936
(klik untuk memperbesar | © Jim Heimann Collection/ Getty Images)
(klik untuk memperbesar | © Jim Heimann Collection/ Getty Images)
1930-an
(klik untuk memperbesar | © Getty Images)
1926
(klik untuk memperbesar | © Jim Heimann Collection/ Getty Images)

Waktu: 1926, 1930-an, 1932, 1936
Tempat: Bali, Garut, Jawa, Sumatera
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan:

Sabtu, 29 Juni 2013

Kebun cengkeh, dalam iklan dari awal abad ke-20

Waktu: awal abad ke-20
Tempat: Maluku (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Science & Society Picture Library / Getty Images
Catatan: Kartu ini adalah bagian dari kampanye Liebig's Extract of Meat Company di dalam mempromosikan saripati daging keluaran mereka.