Tampilkan postingan dengan label Soebandrio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soebandrio. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2020

Karikatur Belanda tentang Papua: Faktor Tunku Abdul Rahman

Vrij Nederland, 22 Oktober 1960: "Ik vond het niet nodig vooraf met de Nederl. Regering te praten"
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Vrij Nederland, 3 Desember 1960:
Soepele diplomatie: "Geen verwikken aan … welterusten!"
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Kedua karikatur ini menunjukkan bagaimana Belanda merasa bahwa Federasi Malaya (kelak menjadi Malaysia), yang diwakili oleh Perdana Menterinya, Tunku Abdul Rahman, memiliki kepentingan tersendiri dalam hal Papua (yang tidak dijabarkan lebih lanjut).
Karikatur pertama memperlihatkan bagaimana Rahman berkata kepada A.H. Nasution dalam hal Papua, di belakang Joseph Luns, bahwa "Saya tidak merasa perlu untuk berbicara dengan pemerintah Belanda sebelumnya."
Di karikatur kedua tampak Rahman tidak melanjutkan kegiatan menyetrika baju (di atas badan Subandrio), dan melepas sepatu serta memakai baju tidur, membawa lilin ke kamar, dan berkata "Selamat malam." Potongan koran di pojok kanan atas menyebutkan bahwa Subandrio sebelumnya berkata bahwa satu-satunya penyelesaian masalah Papua adalah dengan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia secepatnya. Tunku Abdul Rahman mengomentari pernyataan ini dengan berkata: "Jika ini adalah posisi resmi pemerintah Indonesia, maka langkah saya berikutnya adalah pergi tidur dulu."

Waktu: 1960
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Leo Jordaan
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 17 Juni 2016

Isteri dan anak Soebandrio di sela-sela sidang KNIP di Malang, 1947

(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: 1947
Tempat: Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Cas Oorthuys
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan: Lelaki di sebelah kiri diidentifikasi oleh catatan foto sebagai "Dhr. Djamal".

Senin, 16 Mei 2016

Corat coret menentang Soebandrio dan tokoh kiri lainnya, 1965/1966

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1965 (2 foto teratas), 1966 (bawah)
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 12 Mei 2016

Soebandrio diadili Mahmilub, 1966

7 Oktober 1966
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
7 Oktober 1966 (?)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
19 Oktober 1966
(klik untuk memperbesar | © Keystone / gahetna)
25 Oktober 1966
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
26 Oktober 1966 (?)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: Oktober 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soebandrio (Menteri Luar Negeri di akhir era Soekarno)
Peristiwa: Mahmilub mengadili Soebandrio dengan tuduhan terlibat peristiwa G30S PKI. Di bulan Oktober itu pula Soebandrio divonis mati.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo / Het Nationaal Archief
Catatan: Vonis mati ini kemudian diubah menjadi "penjara seumur hidup"; dan di tahun 1995 Soebandrio dibebaskan dengan alasan kesehatan. Lihat juga posting terkait sebelum ini.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Abdul Haris Nasution, Chaerul Saleh, Johanes Leimena, dan Soebandrio di Istana Bogor, 1965

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 24 November 1965
Tempat: Istana Bogor
Tokoh (d.ki.k.ka.): Jenderal Abdul Haris Nasution (Menteri Pertahanan dan Kemanan; dengan kaki yang mash pincang), Chareul Saleh (Ketua MPRS), Johannes Leimena (salah satu menteri koordinator di Kabinet Dwikora I), Soebandrio (Wakil Perdana Menteri)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / UPI
Catatan: Di akhir masa perang kemerdekaan Nasution pernah menangkap Chaerul Saleh dan membuangnya ke Jerman karena Chaerul menentang hasil Konferensi Meja Bundar.

Kamis, 10 April 2014

Soebandrio mencari dukungan Filipina untuk menentang Malaysia

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 21 September 1963
Tempat: Plaza Hotel, New York
Tokoh: Soebandrio (Menteri Luar Negeri Indonesia), Salvador Ponce Lopez (Menteri Luar Negeri Filipina)
Peristiwa: Soebandrio bertemu rekannya Salvador Lopez untuk menggalang dukungan menentang pembentukan negara Malaysia
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis

Selasa, 08 April 2014

Soekarno dan Soebandrio di Konferensi Wartawan Asia-Afrika, 1963

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: Mei (?) 1963
Tempat: Bandung
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), Soebandrio (Menteri Luar Negeri Indonesia, berdiri di sebelah kanan Soekarno)
Peristiwa: Soekarno dan Soebandrio di Konferensi Wartawan Asia-Afrika (KWAA).
Fotografer: Terrence Spencer
Sumber / Hak cipta: Time Life Pictures / Getty Images
Catatan: KWAA tampaknya tidak begitu mendapat tempat di sejarah Indonesia, kemungkinan karena acara ini dianggap condong ke ideologi kiri.

Selasa, 07 Januari 2014

Soebandrio menyanyi untuk Soekarno, 1963

Terrence Spencer | Time Life Pictures/Getty Images
Waktu: 1963
Tempat: Makassar
Tokoh: Soebandrio (Menteri Luar Negeri Indonesia)
Peristiwa: Soebandrio menyanyi dalam menyambut kehadiran Soekarno di Makassar di saat kampanye Trikora.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Kamis, 22 Agustus 2013

Mahmilub memvonis Soebandrio dengan hukuman mati, 1966

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 25 Oktober 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soebandrio (Menteri Luar Negeri di akhir era Soekarno)
Peristiwa: Soebandrio mendengarkan keputusan Mahkamah Militer Luar Biasa yang menjatuhi hukuman mati kepadanya atas keterlibatannya di dalam peristiwa G-30-S PKI.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis
Catatan: Vonis mati ini kemudian diubah menjadi "penjara seumur hidup"; dan di tahun 1995 Soebandrio dibebaskan dengan alasan kesehatan.

Senin, 19 Agustus 2013

Soeharto mengumumkan diadilinya Soebandrio, 1966

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 30 September 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh: Letnan Jenderal Soeharto (Ketua Presidium Kabinet Ampera)
Peristiwa: Soeharto mengumumkan bahwa Soebandrio, mantan Menteri Luar Negeri, akan mulai diadili oleh Mahkamah Militer Luar Biasa pada tanggal 1 Oktober 1966.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis

Minggu, 18 Agustus 2013

Soebandrio di tahun 1962

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1962
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soebandrio (Menteri Luar Negeri)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis