Tampilkan postingan dengan label Gunung Salak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Salak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno berbahasa Jerman tentang Jakarta di abad ke-18

Lukisan berbahasa Jerman ini menampilkan Jakarta dilihat dari perairan Sunda Kelapa dengan latar belakang Gunung Gede dan Gunung Salak. Bagian tengah dengan nama Stadt merupakan wilayah kota, sementara bagian kanan dengan nama Schlos adalah Kastil Batavia. Keterangan lainnya dengan mengikuti nomor: 1) gerbang ke kastil; 2) pinggiran kota; kemudian sudut-sudut kastil dengan nama batu-batu mulia yaitu 3) Schantz, 4) Diamant, dan 5) Rubin; 6) pelabuhan; 7) jembatan; 8) gereja
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1750
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 22 Mei 2026

Kekuatan KNIL Laut sebelum Perang Dunia II (3)

Kesatuan Marinir di geladak sebuah kapal perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Siluet kapal penjelajah Hr. Ms. Java di perairan Makassar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan 1936: Kapal perang Sumatra (depan) dan Soemba (belakang) serta beberapa kapal selam menyambut kedatangan Laksamana Madya Hendrikus Ferwerda yang diangkat menjadi Panglima Angkatan Laut Hindia-Belanda. Foto diambil di perairan Tanjung Priuk yang saat itu masih bisa menyingkap Gunung Salak (kanan) dan Gunung Gede (kiri) di latar belakang.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1936
Tempat: a.l. Makassar, Tanjung Priuk (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 22 September 2025

Tindakan bumi hangus pejuang kemerdekaan (33): Berbagai tempat

Pemukiman warga Tionghoa di Tangerang (Serpong?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik teh (di Cibadak, Sukabumi?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kawasan pemukiman di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perkebunan karet di kaki Gunung Salak, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Juli/Agustus 1947
Tempat: Jawa (a.l. Bogor, Sukabumi?, Tangerang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga rangkaian foto dengan tema "bumi hangus" sebagai reaksi para pejuang kemerdekaan atas Aksi Polisionil 1 pihak Belanda, yang dimulai di posting ini.

Senin, 01 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (4)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Malang: Sebuah rombongan pembesar, dengan kendaraan utama sebuah kereta yang ditarik empat kuda, dengan kawalan berkuda di depan, samping, dan belakang, tampak melintasi sebuah jembatan dengan latar belakang sebuah gunung berapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Arak-arakan dari rombongan pengantin di sebuah desa di kaki Gunung Salak. Pengantin pria menaiki kuda, semantara pengantin wanita kemungkinan diangkut di dalam tandu yang didahului oleh sepasang penari, sinden (?), dan pemain gamelan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Banten: Sebuah perkampungan dengan rumah-rumah tradisional, dengan later belakang pesawahan dan pegunungan berawan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Dua gembala bersama kambing-kambingnya, dan sepasang petani, tampak di area pesawahan, dengan latar belakang perkampungan dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Sabtu, 30 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (3)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bengawan Solo: Sebuah desa yang menjadi tempat penyeberangan, terlihat dengan adanya gerbang,     rakit dengan beberapa penumpang yang masih berada di tepian, serta bendera Belanda yang menandakan pentingnya tempat ini. Sementara itu dua perahu tampak menyusuri sungai ini dengan membawa barang-barang yang kemungkinan komoditi perdagangan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Malang: Dua gembala bercengkerama sementara kambing-kambing mereka merumput di sekitar, dengan latar belakang pemandangan di sekitar Gunung Kawi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Tiga pria menunggangi kuda menyusuri sebuah lembah di kaki Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sekitar Jakarta: Sebuah sungai yang tampaknya dangkal, dengan dua jembatan serta dua perkampungan di tepiannya. Empat kerbau tampak menikmati rerumputan yang basah, sementara anak-anak bersuka ria mandi di sungai.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Selasa, 26 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (1)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bogor: Seorang petani di Kedungbadak minum dari bekal yang dibawa istrinya, dengan latar belakang air jernih memancar dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kaki Gunung Semeru: Sebuah desa di Pasuruan dengan rumah-rumah yang beratap rumbia dan kumpulan warga dalam berbagai aktivitas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tuban: Air terjun Nglirip di Singgahan dengan latar depan tiga gembala yang menjaga kawanan kambing yang berkumpul di tepian
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tegal: Pabrik gula di Pangkah dengan enam cerobong asap, sementara pedati berdatangan membawa tebu yang siap diolah untuk menjadi gula
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Rabu, 05 Maret 2025

Lukisan dari tahun 1830 tentang Anyer dan Bogor untuk mengenang Thomas Stamford Raffles dan kekuasaan Inggris di Jawa

Enam warga Inggris, dua di antaranya wanita, menyeberangi Sungai Cisadane di sekitar Batutulis, dengan latar belakang Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gedung yang kelak menjadi Istana Bogor, saat itu dengan bendera Union Jack, dengan latar belakang Gunung Gede, dan latar depan Sungai Cisadane
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Taman yang kelak menjadi Kebun Raya Bogor, dengan Gunung Gede di latar belakang, dan Sungai Ciliwung di kiri tengah
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di sekitar tugu yang didirikan di Anyer untuk mengenang Charles Allan Cathcart, seorang bangsawan Inggris yang ditunjuk menjadi duta untuk Tiongkok, tetapi meninggal dalam perjalanan di Selat Bangka, dan kemudian dimakamkan di Anyer
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1830
Tempat terbit: London
Tempat yang ditampilkan: Anyer, Bogor
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lukisan-lukisan ini tampaknya diambil dari buku karya istri Raffles, Sophia, yang berjudul Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles: particularly in the government of Java, 1811-1816, and of Bencoolen and its dependencies, 1817-1824: with details of the commerce and resources of the Eastern archipelago, and selections from his correspondence.

Jumat, 19 April 2024

Bogor dan Jakarta dalam jepretan Woodbury and Page di sekitar tahun 1880

Sungai Ciliwung di Bogor dengan latar belakang Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Salah satu kanalisasi di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Kawasan pecinan di Glodok, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Versi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: sekitar 1870/1880
Tempat: Bogor, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 08 Agustus 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (29)

Pemandangan dari Hotel Bellevue ke Gunung Salak dengan latar depan jalur kereta dan Sungai Ciliwung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Februari 1935: Sebuah toko buku Kristiani
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan Batutulis dengan latar belakang Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah gedung pemerintahan yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah gedung yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1935
Tempat: Jawa (a.l. Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 19 Desember 2022

Dari sebuah koleksi foto lintas wilayah Nusantara (5)

PENGANTAR

Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi foto yang sayang sekali tidak menyertakan informasi tentang kapan dan di mana foto dibuat serta apa yang menjadi objek pemotretan. Hanya sedikit yang bisa teridentifikasi; sisanya diserahkan ke pemerhati blog ini untuk dilengkapi dengan keterangan yang masih belum ada.


Sebuah jalan tempat orang berjual beli, kemungkinan di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua pria Belanda di sebuah sungai yang membelah tebing
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tiga pria Belanda di air terjun berbatu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan di sebuah pesisir (atau tepi danau?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan dari sebuah bukit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Bellevue di kawasan Empang, Bogor, dengan latar belakang Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: ?
Tempat: a.l. Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 18 Juli 2022

Dari sebuah album foto karya Hermann Salzwedel tentang Jawa di awal abad ke-20 (4)

Pertunjukan wayang kulit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Berbagai pohon berakar banir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga Warna di Puncak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Paleis te Buitenzorg, kelak Istana Bogor, dengan latar belakang Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1900 dan 1910
Tempat: Jawa (a.l. Bogor, Puncak)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hermann Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 03 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang wilayah Priangan di sekitar tahun 1938 (5)

Danau Gunting di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan Batutulis dengan latar belakang Gunung Salak, Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Panen singkong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sungai Cisadane dengan latar belakang Gunung Salak, Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1938
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Wijnand Elbert Kerkhoff
Sumber / Hak cipta: Officieele Vereeniging voor Toeristenverkeer / National Gallery of Australia
Catatan: