Tampilkan postingan dengan label Anton Mussert. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anton Mussert. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2022

Fasisme di Hindia Belanda: Pengikut NSB di Surabaya

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, antara lain di Surabaya.


19 Januari 1934: Deklarasi pendirian NSB di Surabaya, dengan bendera NSB, foto Ratu Wilhelmina, dan foto Anton Mussert
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
19 Januari 1935: Foto bersama para pengikut NSB memperingati satu tahun berdirinya NSB di Surabaya, sesi para lelaki …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan sesi foto bersama para wanita
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
22 Agustus 1936: Pimpinan Nationale Jeugdstorm (berseragam) bersama seorang petinggi NSB …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
…  dan bersama tiga petinggi NSB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga pimpinan NSB di Surabaya, salah satunya kemungkinan berdarah campuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an (a.l. 1934, 1935, 1936)
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 24 Mei 2022

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


Anton Mussert di tangsi tentara Darmo, Surabaya, bersama simpatisan NSB dari kalangan militer. D.ki.ke.ka.: Kruitbos (pemimpin NSB Surabaya, mantan kapten artileri), Koppers (kolonel kesatuan lapis baja), Anton Mussert, 2 petinggi NSB, J. de Mos (kapten KNIL)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kruitbos (kedua dari kiri) dan Anton Mussert (tengah), di teras sebuah rumah dengan lambang NSB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert bersama para pendukung NSB di Tretes, Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: 1935
Tempat: Surabaya, Tretes (Pasuruan)
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga karikatur yang kritis atas kunjungan Anton Mussert ini di posting ini.

Kamis, 07 Januari 2021

Karikatur Belanda tentang fasisme Belanda-Nazi di Hindia-Belanda serta dalangnya, 1935/1945

Hitler dengan ideologi fasismenya memiliki banyak penggemar di Eropa, termasuk di Belanda. Tokoh fasis utama Belanda adalah Anton Mussert dengan organisasinya yang bernama NSB (Nationaal-Socialistische Beweging), yang juga memiliki pengikut di Hindia-Belanda. Ketika Jerman menguasai Belanda, Mussert menjadi salah satu pucuk pimpinan Belanda pendudukan, yang ikut bertanggung jawab atas penindasan atas rakyatnya sendiri.

Menarik untuk dicatat bahwa para karikaturis Belanda terkadang mengaitkan Mussert dengan Hindia-Belanda, dan malah menggambarkan bahwa Mussert hanyalah boneka dari seseorang yang berada di kepulauan Nusantara. Sang dalang ini digambarkan berperawakan agak gemuk dan mengenakan topi tropis kolonial.

De Notenkraker 15 Juni 1935
(klik untuk memperbesar | © Albert Hahn jr. / AVS)

Karikatur ini berasal dari masa sebelum Perang Dunia II pecah, dan Adolf Hitler baru saja menjadi Führer dan Reichskanzler. Mussert tampak datang ke Hindia-Belanda, digambarkan dengan daun kelapa dan sinar matahari, serta berlutut di depan Gubernur Jenderal Bonifacius de Jonge. Permohonan Mussert ke De Jonge tapi agak aneh: Dia meminta kedatangannya ditolak.

De Notenkraker 9 November 1935
(klik untuk memperbesar | © Peter van Reen / AVS)

Di tahun 1935 tampaknya Mussert datang ke Hindia-Belanda, dan berkampanye untuk memperbesar barisan pengikutnya. Karikatur di atas menggambarkan bagaimana warga Belanda di Nusantara, dengan mengantongi koran Batavia Nieuwsblad dan De Indische Courant, dengan latar depan daun kelapa, menyambut Mussert dengan lemparan buah khas negera tropis: pisang

De Vlam 1 Desember 1945
(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Setelah Jerman Nazi kalah perang, Anton Mussert ditangkap dan diadili. Di pengadilan, Mussert digambarkan sebagai boneka dari seorang dalang yang berada di Hindia-Belanda (digambarkan dengan pohon kelapa dan rakyat Nusantara yang ditindas).

De Groene Amsterdammer 8 Desember 1945
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Karikatur ini memiliki judul "Siapa di belakang Mussert?". Anton Mussert digambarkan berdiri tegak memberi salam Nazi, sementara di latar belakang, seorang tokoh mengawasinya di latar belakang. Tokoh ini berada di Hindia-Belanda, dengan gunung, pohon kelapa, dan rumah panggung.

Waktu: 1935, 1945
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke hal terkait fasisme Belanda dan hubungannya dengan Hindia-Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Albert Hahn jr. | Leo Jordaan | Peter van Reen | Wim van Wieringen
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: