Tampilkan postingan dengan label Konferensi Malino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konferensi Malino. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 November 2020

Karikatur Belanda yang kritis atas pembentukan negara-negara "boneka" federal, 1947-1949

Salah satu cara Belanda dalam mempertahankan kekuasaan di Indonesia, atau paling tidak memegang pengaruh atau malah kendali atas beberapa wilayah, adalah dengan membentuk negara-negara federal, terutama di luar Jawa. Kelihatannya Belanda ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia hanyalah negara orang Jawa, atau malah hanya sebagian orang Jawa. Karikatur-karikatur di bawah ini memperlihatkan bahwa di Belanda sendiri ide ini dipertanyakan.

De Groene Amsterdammer, 31 Mei 1947
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Karikatur ini memperlihatkan bahwa Belanda, digambarkan sebagai 3 orang di belakang layar, mengatur seorang dalang untuk memperlihatkan besarnya "Negara Pasundan", yang sejatinya hanyalah bayangan dari sebuah wayang.

De Vlam, 15 Agustus 1947
(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Karikatur ini memperlihatkan bagaimana Van Mook membuat Konferensi Malino dengan memilah-milah Indonesia menjadi Bangka, Belitung, Indonesia Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dsb. dengan merangkul tokoh-tokoh yang dia sukai. Sementara Republik Indonesia, digambarkan dengan Sutan Sjahrir, sama sekali tidak diperhatikan, dan tampak gusar dengan aksi Van Mook ini.

De Vlam, 23 Januari 1949
(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Karikatur ini menggambarkan bagaimana banteng Indonesia, yang sebenarnya kuat, terikat oleh perjanjian Linggarjati. Keterbatasan ruang gerak ini dimanfaatkan oleh Van Mook untuk mengganggu sang banteng dengan menembakkan peluru-peluru "negara federal", seperti Bangka, Belitung, Jawa Barat, Kaimantan, Madura, Minangkabau, dan Palembang sementara Aceh, Ambon, dan Bali siap ditembakkan.

Waktu: 1947, 1949
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke kejadian di Indonesia
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI)
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Leo Jordaan | Wim van Wieringen
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 26 November 2019

Poster propaganda Belanda: Dukungan atas Konferensi Malino

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: masa perang kemerdekaan
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Sebuah poster Belanda yang mempropagandakan bagaimana (hasil Konferensi) Malino akan memberikan perlindungan atas ancaman dari kekacauan dan ancaman militerisme Jepang dan pejuang berikat kepala Merah-Putih.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 24 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (16): Para peserta dari Sulawesi

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Najamuddin Daeng Malewa dari Makassar
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Najamuddin Daeng Malewa (paling kanan) dan para peserta lain
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Senin, 22 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (15): Para peserta dari Flores, Sumbawa, dan Timor

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


H.A. Koroh dari Aramasi (Timor)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Don J. Thomas Ximenes da Silva dari Sikka, Flores
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
H.A. Koroh (kedua dari kiri), Muhamad Kaharuddin (Sultan Sumbawa, keempat dari kiri), da Silva (kedua dari kanan), bersama para peserta lain
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
H.A. Koroh (kedua dari kiri) dan da SIlva (ketiga dari kanan) bersama para peserta konferensi
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Sabtu, 20 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (14): Frans Kaisiepo dan peserta lain dari Maluku/Papua

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.



Frans Kaisiepo, didampingi penasehatnya Kapten de Gruyn
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Salim Ajijudin dari Halmahera
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Perwakilan Maluku Selatan:
D.P. Taihitu (bertopi), R.J. Metekohy,  Kapten Tahiya (kanan)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh: Frans Kaisiepo (tokoh Papua, bakal gubernur Irian 1964-1973)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Kamis, 18 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (13): Sukawati dan peserta lain dari Bali dan Lombok

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Anak Agung Gde Agung (kiri), Cokorda Gde Raka Sukawati (kedua dari kiri) bersama delegasi Bali
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Lalu Mahnep (kiri) dan Lalu Serinata dari Lombok
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Lalu Serinata
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (bangsawan Bali, bakal presiden Negara Indonesia Timur), Anak Agung Gde Agung (bangsawan Bali, bakal Menteri Dalam Negeri NIT, kelak Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Selasa, 16 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (12): Sultan Hamid II dan peserta lain dari Kalimantan

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Sultan Hamid II berbicara di konfrensi.
Di sebelah kiri foto adalah Don J. Thomas Ximenes da Silva dari Sikka, Flores
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Perwakilan Kalimantan Timur d.ki.k.ka.:
Sampan alias Zainudin (Long Iram, Kutai); Datu Mohammad (Raja Bulungan); ?; A.R. Alfus (Kutai)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Perwakilan Kalimantan Selatan d.ki.k.ka.:
Ibas bin Uga (Kandangan); Abdul Asikin Noor (kiai dari Pegatan); R. Cyrillus (Pangkalan Bun); Haji Abdul Samad (Martapoera)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Tiok Hiang Soen mewakili Kalimantan Barat
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh: Sultan Hamid II (sultan Pontianak) dll. seperti tertulis di atas
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Minggu, 14 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (11): Liem Tjae Le dan Saleh Achmad mewakili Bangka Belitung

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Liem Tjae Le (kiri) dan Saleh Achmad mewakili wilayah Bangka-Belitung di Konferensi Malino
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Jumat, 12 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (10): Rosihan Anwar dan para wartawan peliput konferensi

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Rosihan Anwar berbicara di Konferensi Malino
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
K.F.J. Verboeket, Kepala Regeerings Voorlichtings Dienst, berbicara di acara makan malam penutup konferensi
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh di foto kedua d.ki.k.ka.: F.J. Goedhart (Parool, Amsterdam); Sujatmoko Mangundiningrat (Het Inzicht, Jakarta); S.T. Hsieh (Central News Agency, Nanking); John de la Valette (Sydney Morning Herald); W.A. van Goudoever (Regeerings Voorlichtings Dienst / Jawatan Informasi Pemerintah, Jakarta); T. Taylor (awak kamera Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta); Wim Latumeten (Het Nieuwsblad, Jakarta); Royal Arch Gunnison (N.A.N.A. & Mutual Broadcasting System, New York); A. Teunis (reporter radio Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta); C.J. Hasperhoven (bagian humas (awak kamera Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Di foto kedua para wartawan ini sepertinya sedikit meniru lukisan karya pelukis Belanda Rembrandt, yaitu Pelajaran Anatomi Dr. Nicolaes Tulp, di mana tatapan mata para lelaki tertuju ke arah yang berbeda-beda.

Rabu, 10 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (9): Suasana di ruangan konferensi

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa: Suasana di ruangan Konferensi Malino, yang tampak juga dihadiri oleh beberapa peserta perempuan, yang dilihat dari model rambut dan pakaiannya kemungkinan besar warga Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:


UPDATE 16 September 2019
Foto kedua dengan ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

UPDATE 9 Oktober 2021
Foto nomor 2 dalam ukuran lebar 2048 piksel:
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Senin, 08 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (8): Kedatangan para delegasi

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Peserta dari Kalimantan di depan para delegasi lain
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Para peserta di luar ruangan konferensi
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Sabtu, 06 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (7): Lokasi konferensi

ENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Gedung konferensi dari kejauhan
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Gedung konferensi dari dekat
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Pemandangan di sekitar gedung konferensi
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Bendera Belanda berkibar di tempat konferensi
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Kamis, 04 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (6): Sambutan tarian untuk para peserta konferensi

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Sambutan tarian Pakarena untuk para peserta konferensi
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Para penari Pakarena
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Pembawa perhiasan Kesultanan Gowa ikut menyambut
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Selasa, 05 Desember 2017

Konferensi Malino, 1946 (5): Acara penutup dan foto bersama

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 15-25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Minggu, 03 Desember 2017

Konferensi Malino, 1946 (4): Beberapa peserta konferensi dari Indonesia Timur

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


D.ki.k.ka.: Salim Ajijudin (Halmahera), Sultan Iskandar (Ternate), Khasan Busoiri
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Sultan Iskandar (Ternate) dan W. Hofen (Pejabat Belanda untuk urusan dalam negeri)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 15-25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Jumat, 01 Desember 2017

Konferensi Malino, 1946 (3): Van Mook di ruang konferensi

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 15-25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), P.J. Koets (ketua kabinet Letnan Gubernur Jenderal; di sebelah kanan van Mook, berdasi gelap), Willem Hovens (Direktur Urusan Dalam Negeri; di sebelah kiri van Mook, tanpa dasi), C.J.H.R. de Waal (Wakil Umum Komisaris Pemerintahan; berjas terang, di sisi kiri van Mook)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:


UPDATE 16 September 2019
Foto pertama dengan ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

UPDATE 9 Oktober 2021
Foto nomor 4 dalam ukuran yang lebih besar dengan tambahan info bahwa yang duduk di sebelah kanan Van Mook adalah Professor Eric O. Baron van Boetzelaer:
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rabu, 29 November 2017

Konferensi Malino, 1946 (2): Sambutan warga Gowa untuk van Mook

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Sambutan penunggang kuda Gowa
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Salah seorang penyambut van Mook
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Kedatangan rombongan mobil van Mook dikawal penunggang kuda Gowa
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Kemungkinan besar pidato sambutan pertama Van Mook, di bawah foto Ratu Belanda
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 15-25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:


UPDATE 16 September 2019
Tambahan foto yang memperlihatkan rombongan berkuda Gowa dan pasukan KNIL bersiap menyambut van Mook di pinggir jalan:

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)