Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 September 2025

Pemeriksaan Sekutu dan Belanda atas kejahatan perang militer Jepang di Medan, 1945/1946 (2)

Setelah Inggris meninggalkan Medan, Belanda yang kemudian datang kembali mengambil alih aktivitas pemeriksaan kejahatan perang di Medan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan mengisi tim yang menjadi Mahkamah Militer Sementara yang mengadili kasus kejahatan perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anggota tim penyelidik kejahaatan perang asal Belanda sedang menyusun laporan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 02 September 2025

Pemeriksaan Sekutu dan Belanda atas kejahatan perang militer Jepang di Medan, 1945/1946 (1)

Para pegawai War Crime Investigation Team yang dibentuk pihak militer Inggris di Medan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… berpose di sebuah gedung yang menjadi kantor mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pihak Sekutu memeriksa para tentara Jepang yang kemungkinan akan didakwa kejahatan perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan kawasan penjara yang menjadi tempat tahanan para tentara Jepang, dijaga oleh kesatuan Inggris asal India
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 04 Desember 2024

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Kupang, Medan, dan Pekanbaru

Landasan pacu di Pekanbaru
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Medan dengan tulisan "BELAWAN DELI"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: antara 1942 dan 1945
Tempat: Kupang, Medan, Pekanbaru
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 27 September 2024

Aneka foto dari masa perang kemerdekaan (1)

Kemungkinan besar 1948: Seorang Belanda bernama Rob Nieuwenhuijs di jembatan kereta api Gombong, Kebumen, yang menjadi batas "status quo" antara wilayah yang dikuasai Belanda di barat dan TNI di timur. Jembatan ini menjadi tempat di mana Belanda dan TNI beberapa kali menjalankan pertukaran tawanan ataupun warga sipil.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yogyakarta, 19 Desember 1948: Pergerakan pasukan Belanda dari Brigade T di saat Aksi Polisionil 2
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yogyakarta, 19 Desember 1948: Pasukan Belanda dari Resimen Infantri 1-15 merengsek ke Yogyakarta pada saat Aksi Polisionil 2
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Medan, 14 Februari 1947: Para pejuang kemerdekaan yang berasal dari TNI dan Masyumi yang tertangkap dan ditahan militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Gombong, Medan, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto nomor 3 pernah dimuat di posting ini; foto nomor 4 di posting ini.

Kamis, 16 Mei 2024

Kedatangan pasukan Inggris di Medan setelah Jepang kalah perang, 1945

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 17 Oktober 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Aneka wajah aparat keamanan dan prajurit KNIL (2)

Prajurit dengan senjata karabin
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang peniup terompet asal Manado
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Prajurit kavaleri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Serdadu dengan ransum makanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pergantian komandan KNIL di Medan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Medan (foto nomor 5)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 25 Juni 2022

Berbagai rumah tradisional dan mesjid di tahun 1930-an

1937: Perumahan warga Tengger
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pinggiran Batavia: Perumahan warga Tionghoa (kiri) yang tampaknya berhadapan dengan perumahan warga lokal (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1936: Bagian belakang sebuah pecinan di Jakarta (Jatinegara?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1937: Sebuah kampung di Salatiga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah mesjid di Jawa yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mesjid Raya Medan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1930-an (a.l. 1936, 1937)
Tempat: Jakarta, Medan, Salatiga, Tengger
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 30 Mei 2022

Fasisme di Hindia Belanda: Para pengikut NSB di Medan

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda.


22 Februari 1935: Sebuah rumah yang menjadi markas NSB di Medan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
8 Juli 1936: Pimpinan NSB di Medan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
6 September 1936: Tokoh NSB Belanda, Gerrit van Duyl (memegang topi kolonial) bersama para pengikut NSB di pelabuhan Belawan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… sebelum Van Duyl kembali ke Belanda setelah lawatannya di Nusantara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: 1935, 1936
Tempat: Medan
Tokoh: Gerrit van Duyl (teolog Protestan dan politisi pucuk pimpinan NSB)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lelaki di foto keempat yang mengenakan topi kolonial di belakang Van Duyl lumayan mirip dengan tokoh yang disinyalir sebagai "dalang" NSB oleh karikatur yang pernah dimuat di posting ini. Pilihan lain adalah lelaki paling kanan di foto kedua.

Jumat, 11 Februari 2022

Dari arsip Atlas Van Stolk: Wajah beberapa warga dan tokoh Belanda

7 Januari 1927: Pembukaan komunikasi jarak jauh Belanda-Nusantara melalui signal radio
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1927: Ratu Wilhelmina menyampaikan pesan radio dari Belanda ke Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1900 dan 1920: Berpose di atas dan depan mobil
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Medan, 1929: Sebuah jamuan makan warga Belanda dengan dua pelayan lokal
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1930 dan 1939: Rumah sakit Angkatan Laut di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Rotterdam, 1939: Pangeran Bernhard van Lippe-Biesterfeld mengamati maket Mesjid Demak
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1972: Sukmawati Soekarnoputri di Belanda
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1920, 1927, 1929, 1939, 1972
Tempat: Belanda, Medan, Surabaya
Tokoh: Wilhelmina Helena Pauline Maria (Ratu Belanda); Bernhard van Lippe-Biesterfeld (suami Ratu Juliana); Sukmawati Soekarnoputri (anak Soekarno)
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 03 Februari 2022

Dari arsip Atlas Van Stolk: Wajah beberapa warga Nusantara

Antara 1898 dan 1906: Sebuah pengadilan di Semarang (?)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Warga Karo di sekitar Brastagi
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Arak-arakan di Medan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1900 dan 1934: Benteng Rotterdam di Makassar
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1909: Dua misionaris Belanda bersama 3 warga Minahasa
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1906, 1909, 1934
Tempat: Brastagi, Makassar, Medan, Minahasa, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 03 Desember 2021

Medan dan Langkat 1932 (3/3)

Kediaman Gubernur
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kawasan niaga Kesawan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Balaikota Medan
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1932
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 01 Desember 2021

Medan dan Langkat 1932 (2/3)

Masjid Azizi di Langkat
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Grand Hotel di Medan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kantor Nederlandsche Handelsmaatschappij di Medan
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1932
Tempat: Langkat, Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: