Tampilkan postingan dengan label Agus Salim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agus Salim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2025

Van Mook, Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, dan para tamunya di tahun 1948 (4)

1 Januari 1948: Menteri Urusan Jajahan, Jan Jonkman, berbicara dengan beberapa perwakilan warga Indonesia (bagian timur?) di acara resepsi tahun baru yang diadakan Van Mook
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tamu Van Mook pada saat resepsi tahun baru 1 Januari 1948
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1948, di gedung yang kelak menjadi Istana Negara: Amir Syarifuddin, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville, berdiskusi dengan Frank Graham, perwakilan Amerika Serikat 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1948 di acara perpisahan Van Mook sebagai Letnan Gubernur-Jenderal (?): Haji Agus Salim berbicang dengan seorang Belanda yang sama-sama perokok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh:
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Jan Anne Jonkman (Menteri Urusan Jajahan) 
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 14 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (6)

Delegasi Indonesia, d.ki.k.ka.: Ali Sostroamjoyo, dr. Tjoa Tik Len (?), Haji Agus Salim, ?, Johannes Leimena, Nasrun (?), ?, Adnan Kapau Gani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perbincangan di delegasi Belanda yang a.l. diikuti M. Hamelink (di tengah, berdasi, bertolak pinggang), orang Belanda yang menjadi Menteri Keuangan Negara Indonesia Timur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Haji Agus Salim mencoba mengatur mikrofon ketika Amir Syarifuddin berpidato atas nama delegasi Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin membacakan pernyataan delegasi Indonesia dengan a.l. ditemani oleh Haji Agus Salim dan Johennes Leimena
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Adnan Kapau Gani (Wakil Perdana Menteri Indonesia)
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 10 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (4)

Duduk di depan, d.ki.k.ka.Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia anggota KTN), Frank Potter Graham (Ketua KTN asal Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Paul van Zeeland (anggota KTN asal Belgia) berbicara, diamati oleh delegasi Indonesia yang a.l. terdiri dari d.ki.k.ka. Johannes Latuharhary (paling kiri), Ali Sastroamidjojo (berjanggut hitam), Haji Agus Salim (berpeci), Johannes Leimena, Nasrun (? berdasi), Adnan Kapau Gani (bertopi TNI)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin sebagai ketua delegasi Indonesia menandatangani dokumen perjanjian. Di foto ini tampak anggota delegasi Indonesia Kolonel Tahi Bonar Simatupang (berkumis dan berjanggut di belakang Amir), dan kemungkinan dr. Tjoa Tik Len (berkacamata di belakang Haji Agus Salim).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), Frank Potter Graham (Amerika Serikat)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Adnan Kapau Gani (Wakil Perdana Menteri Indonesia)
  • Ali Sastroamidjojo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Tahi Bonar Simatupang (perwira TNI yang menjadi penasihat militer delegasi Indonesia di perundingan Renville)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 06 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (2)

Ketua delegasi Indonesia, Amir Syarifuddin, berbicara di perundingan. Paling kiri adalah Haji Agus Salim (hanya kelihatan tangannya memegang janggut) dan Johannes Leimena. Di sisi lain Amir Syarifuddin: Paul van Zeeland, Mantan Perdana Menteri Belgia yang menjadi perwakilan negaranya di Komisi Tiga Negara.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yang berbicara kemungkinan adalah kapten dari USS Renville, William W. Ball. Tokoh lainnya d.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Amir Syarifuddin, Paul van Zeeland (berbicara), tokoh India, Richard Kirby, Frank Graham
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Proses penandatanganan sebuah dokumen, dilakukan oleh Amir Syarifuddin dan Paul van Zeeland
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin berpidato
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 13 Februari 2024

AI-Colorizing: Haji Agus Salim, 1949

(klik untuk memperbesar)

Pewarnaan foto hitam putih dengan bantuan kecerdasan buatan. Foto asli bisa dilihat di posting ini.

Waktu: 16 April 1949
Tempat: kemungkinan Jakarta
Tokoh: Haji Agus Salim (salah satu pendiri Republik Indonesia, Menteri Luar Negeri pertama)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta:
Catatan:

Jumat, 06 Mei 2022

Soekarno dan Haji Agus Salim di pengasingan di Parapat, 1949 (updated)

Soekarno dan Agus Salim berjalan-jalan di tepi Danau Toba …
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
… duduk-duduk di tangga menikmati udara luar …
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
… berpose di depan Villa Marihat yang kemungkinan menjadi kediaman mereka selama pengasingan
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)


Waktu: Januari/Februari 1949
Tempat: Parapat (Simalungun, Sumatera Utara)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Dalam Aksi Polisionil 2 Belanda menyerbu Yogyakarta dan menangkapi para petinggi Republik Indonesia, serta mengasingkannya ke Parapat serta Bangka.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief
Catatan: Foto di atas merupakan tambahan dan update (lebih besar dan/atau lebih tajam) dari foto-foto yang ada di posting ini sebelumnya.

Jumat, 24 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Haji Agus Salim dan cucu

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: antara 1947-1953
Tempat: ?
Tokoh: Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri 1947-1949, pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan di jalur diplomasi)
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Minggu, 21 April 2019

Soekarno-Hatta dan para menteri Republik Indonesia ketika diasingkan oleh Belanda di Bangka, 1949

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: Februari 1949
Tempat: Bangka
Tokoh (d.ki.k.ka.):
  1. Abdul Gaffar Pringgodigdo (Sekretaris Negara)
  2. Muhammad Natsir (Menteri Penerangan)
  3. Mohammad Roem (mantan Menteri Dalam Negeri)
  4. Herling Laoh (Menteri Pekerjaan Umum)
  5. Abdul Halim (salah seorang pembentuk PDRI)
  6. Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  7. Darma Setiawan (mantan Menteri Kesehatan)
  8. Soekarno (Presiden)
  9. ?
  10. Muhammad Hatta (Wakil Presiden; Perdana Menteri)
  11. Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  12. Djuanda Kartawidjaja (Menteri Perhubungan)
  13. Subari (?)
  14. Kusnan (Menteri Perburuhan dan Sosial)
  15. Assaat gelar Datuk Mudo (Ketua BP-KNIP)
  16. Ali Sastroamidjojo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  17. [Sumarto (seorang komisaris polisi Belanda)]
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Rabu, 27 Maret 2019

Sutan Sjahrir, Soekarno, dan Haji Agus Salim dalam tahanan Belanda di Parapat, 1949

(klik untuk memperbesar | © NIMH)
(klik untuk memperbesar | © NIMH)
(klik untuk memperbesar | © NIMH)

Waktu: 9 Februari 1949
Tempat: Parapat (Simalungun, Sumatera Utara)
Tokoh: Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI), Soekarno (Presiden RI), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Sutan Sjahrir, Soekarno, dan Haji Agus Salim dalam tahanan Belanda setelah militer Belanda merebut Yogyakarta dalam Aksi Polisionil 2 dan menangkapi para pemimpin Republik Indonesia serta mengasingkan ketiga perintis kemerdekaan ini ke Parapat.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Instituut voor Militaire Historie
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Sabtu, 23 Maret 2019

Soekarno dan para anggota Chuo Sangi In, 1944

(klik untuk memperbesar | © NIMH)

Waktu: 3 Februari 1944
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Soekarno (Ketua Chuo Sangi In, dengan jas agak gelap di depan tengah) bersama para anggota Chuo Sangi In lain seperti Muhammad Hatta (ketiga dari kanan), Haji Agus Salim (di belakang Soekarno), Ki Hajar Dewantara (di sebelah kanan Soekarno), dan KH Mas Mansur (depan kiri mengenakan sarung dan peci).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Instituut voor Militaire Historie
Catatan:

UPDATE 22 April 2019

Berdasarkan foto di bawah ini, yang tampaknya merupakan sumber dari foto di atas, keterangan foto dikoreksi. Para tokoh bangsa ini berpose di penutupan sidang kedua dari Chuo Sangi In, pada tanggal 3 Februari 1944 (bukan September 1943 seperti ditulis di posting ini sebelumnya).

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Jumat, 06 Oktober 2017

Soekarno menghadap pembesar militer Jepang

20 Oktober 1943
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Soekarno berdiri di kiri depan
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Soekarno (berpidato) dan Agus Salim (berdiri depan tengah)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 1943, masa pendudukan Jepang
Tempat: Jakarta (kemungkinan besar Istana Negara)
Tokoh: Soekarno (pejuang kemerdekaan), Agus Salim (pejuang kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:


UPDATE 22 April 2019
Berikut foto pertama dalam ukuran yang lebih besar.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / Spaarnestad)

UPDATE 14 Februari 2020

Tambahan dua foto yang memperlihatkan Soekarno dan para tokoh pergerakan nasional lainnya menghadap pembesar militer Jepang dalam dua peristiwa yang berbeda.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Rabu, 26 Oktober 2016

Sutan Sjahrir dan Haji Agus Salim

(klik untuk memperbesar | © Acme Neswpictures / gahetna)

Waktu: Juli/Agustus 1947 (?)
Tempat: New York (?)
Tokoh: Sutan Sjahrir (utusan Republik Indonesia ke PBB), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Foto ini tidak memiliki catatan; tapi kemungkinan ini adalah saat Sutan Sjahrir dan Agus Salim berada di New York untuk berbicara di depan forum PBB memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Acme Neswpictures / Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 16 Juni 2015

Soekarno dan Haji Agus Salim di Parapat, 1949

(klik untuk memperbesar
© Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Anefo)

Waktu: 9 Februari 1949
Tempat: Parapat (Simalungun, Sumatera Utara)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Soekarno dan Agus Salim berjalan-jalan di lokasi pengasingan mereka di Parapat.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 28 Maret 2019:
Tambahan foto yang memperlihatkan Soekarno dan Haji Agus Salim di Parapat.
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

UPDATE 9 Oktober 2021
Foto pertama dalam ukuran yang lebih besar:
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Sabtu, 21 Februari 2015

Haji Agus Salim di tahun 1949

(klik untuk memperbesar | © Bert Hardy/Picture Post/Getty Images)
Waktu: 16 April 1949
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
Peristiwa:
Fotografer: Bert Hardy
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan:

Minggu, 15 Februari 2015

Haji Agus Salim dan Sutan Sjahrir di Gedung PBB, New York 1947

(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)

Waktu: 14 Agustus 1947
Tempat: Gedung PBB, New York, AS
Tokoh: Haji Agus Salim (Menter Luar Negeri), Sutan Sjahrir (mantan Perdana Menteri)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan:

Rabu, 03 September 2014

Pelantikan Kabinet Sjahrir II, 1946 (?)

klik untuk memperbesar (© gahetna)
Waktu: 1946 (?) Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Soekarno melantik Kabinet Sjahrir II di Jakarta (?).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Catatan asli foto ini menyebut tahun "1965" dan "Kabinet Hatta". "1965" sudah pasti salah; "Kabinet Hatta" kemungkinan juga salah karena dua hal: adanya Haji Agus Salim, dan mode pakaian Bung Karno yang tampaknya bukan dari tahun 1949, tapi dari tahun 1945-1946. Jadi yang lebih mungkin adalah Kabinet Sjahrir II.

Rabu, 30 Juli 2014

Delegasi Indonesia di perundingan Renville, 1948

klik untuk memperbesar (© gahetna)
Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Tanjung Priuk, Jakarta
Tokoh: Amir Syarifuddin Harahap (ketua delegasi Indonesia; berpeci di sebelah kanan), Haji Agus Salim (tengah, berpeci hitam), Ali Sastroamidjojo (sebelah kanan Agus Salim)
Peristiwa: Delegasi Indonesia di perundingan Renville, yang diketuai Amir Syarifuddin, dengan anggota a.l. Haji Agus Salim dan Ali Sastroamidjojo.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 11 Juli 2014

Perangko-perangko pertama Republik Indonesia









Waktu:
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Sumber / Hak Cipta: Michael Rogge
Catatan:
1. Gambar-gambar berasal dari film tahun 1955 yang ditujukan untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia luar. Film ini direstorasi oleh Michael Rogge dan diunggah ke youtube.
2. Perangko Indonesia dahulu dicetak oleh "Staatsdruckerei Wien" atau Percetakan Negara Austria di Wina.
3. Cukup menarik bahwa bapak-bapak bangsa Indonesia disandingkan dengan negarawan-negarawan Amerika Serikat.