Tampilkan postingan dengan label 1964. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1964. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2022

Soekarno bersama Gina Lollobrigida di Roma, 1964

(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)

Waktu: 9 September 1964
Tempat: Roma (Italia)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI); Gina Lollobrigida (aktris Italia)
Peristiwa: Soekarno menghadiri salah satu pemutaran perdana film Woman of Straw, yang dibintangi Gina Lollobrigida, Sean Connery, dan Ralph Richardson.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief
Catatan:

Tambahan foto dari peristiwa yang sama:
(klik untuk memperbesar)

Selasa, 20 Oktober 2020

A.H. Nasution dan D.N. Aidit dalam jepretan Aleksey Yurievich Drugov di depan Kedubes Uni Sovyet, 1964

(klik untuk memperbesar | © Aleksey Yurievich Drugov)

Meski sama-sama komunis, RRT (negara dengan partai komunis terbesar di dunia) berselisih dengan Uni Sovyet (negara dengan partai komunis terbesar kedua di dunia). Keduanya saling berebut pengaruh, termasuk di Indonesia (negara dengan partai komunis terbesar ketiga di dunia saat itu). Nasution dan Aidit tampak berada di area Kedutaan Besar Uni Sovyet di Jakarta, yang kemungkinan merupakan bagian dari usaha Uni Sovyet dalam melobby jajaran petinggi sipil dan militer Indonesia. 

Foto ini diambil oleh Aleksey Yurievich Drugov, yang saat itu berumur 27 tahun dan merupakan seorang staf penerjemah di kedutaan. Kelak, Drugov menjadi guru besar dalam hal keindonesiaan di Rusia.

Waktu: 1964
Tempat: Jakarta
Tokoh:  Abdul Haris Nasution (Menteri Pertahanan dan Keamanan), Dipa Nusantara Aidit (pucuk pimpinan PKI)
Peristiwa:
Fotografer: Aleksey Yurievich Drugov
Sumber / Hak cipta: Aleksey Yurievich Drugov
Catatan:

Senin, 25 April 2016

Corat-coret di aset milik perusahaan Belanda dan unjuk rasa menentang Belanda di saat Trikora, 1964

Versluis dan Nedam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Stam Weuns (?)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
PAR
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Philips
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Synchro Trading
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1964
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ada kemungkinan sebagian dari foto-foto ini berasal dari tahun 1957 di saat proses nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan Belanda?

Sabtu, 23 April 2016

Defile delegasi Indonesia di Kairo dengan mengusung dukungan atas Papua, 1964 (?)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Oktober 1964 (?)
Tempat: Kairo (? Mesir, saat itu Republik Persatuan Arab)
Tokoh:
Peristiwa: Delegasi Indonesia mengusung poster dukungan atas penggabungan Papua ke wilayah Indonesia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto ini tidak memuat banyak catatan, hanya menyebutkan tahun "1964". Dengan melihat kalimat dalam huruf Arab, serta tulisan "Asia Afrika" di pojok kanan bawah, juga bendera pelbagai negara di latar belakang, dan bangunan tua yang sedang dalam proses renovasi, kemungkinan foto ini diambil ketika Mesir (RPA ketika itu) mengadakan KTT Non-Blok yang kedua.

Sabtu, 02 April 2016

Perusakan massa atas Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, 1964

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 18 September 1964
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Massa anti Barat, anti Inggris, dan anti Malaysia merusak gedung Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, memaksa para staff kedutaan harus mendapat perlindungan dari tentara.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 18 Februari 2016

Soekarno dan Ali Sastroamidjojo di Istana Merdeka, 1964

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1964
Tempat: Istana Merdeka (Jakarta)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Ali Sastroamidjojo (Ketua Umum PNI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 16 Februari 2016

Peta wilayah Indonesia dari tahun 1964

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1964
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Peta ini memiliki tanda AP di pojok kiri bawah. Associated Press?

Kamis, 10 Desember 2015

Mengenang Raymond Kennedy, guru besar Yale yang dibunuh APRA di Sumedang 1950

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1964
Tempat: Yale, AS
Tokoh:
Peristiwa: Universitas Yale mengenang Prof. Raymond Kennedy, yang tewas dieksekusi tentara KNIL asal Ambon di sekitar Cimalaka-Tomo, Sumedang di tahun 1950, di saat berkecamuknya pemberontakan APRA.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Kisah singkat tewasnya Raymond Kennedy bisa dibaca di National Geographic Indonesia.

Selasa, 08 Desember 2015

Rapat serikat buruh kiri/komunis di Surabaya, 1964

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1964
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / ANP
Catatan: Bisa terlihat spanduk SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia, salah satu organ PKI), dan SBKB (Serikat Buruh Kendaraan Bermotor).

Selasa, 30 September 2014

Nasib beberapa "sukarelawan" Indonesia di wilayah Malaysia dan Singapura, di era Ganyang Malaysia 1964-1965

Januari 1965: Penahanan seorang "sukarelawan" Indonesia yang berlumuran darah.
(klik untuk memperbesar | © Russell Knight/BIPs/Getty Images)
9 Januari 1965: Perdana Menteri Malaysia Tunku Abdul Rahman berbicara dengan dua "sukarelawan" Indonesia yang tertangkap.
(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)
10 November 1964: Aparat keamanan Malaysia bersiap menginterogasi seorang "sukarelawan" Indonesia yang tertangkap.
(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)
4 Januari 1965: Seorang "sukarelawan" Indonesia tertangkap di perairan sekitar Singapura.
(klik untuk memperbesar | ©  Keystone-France/Gamma-Keystone/Getty Images)

Waktu: 1964, 1965
Tempat: Malaysia, Singapura
Tokoh: Tunku Abdul Rahman (PM Malaysia)
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan: Presiden Soekarno ketika itu menentang pembentukan negara Malaysia, dan menyokong pemisahan Kalimantan Utara dari semenanjung. "Sukarelawan-sukarelawan" dari Indonesia disusupkan untuk mendukung kebijakan Soekarno.

Minggu, 13 April 2014

Unjuk rasa menentang Amerika di tahun 1964

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 19 Agustus 1964
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Para pemuda yang tampaknya berhaluan kiri berunjuk rasa menentang Dubes AS untuk Indonesia, Howard P. Jones, dengan mengarak dan membakar patungnya. Tampak juga patung PM Malaysia Tunku Abdul Rahman (berkacamata, dengan bendera Inggris di kepalanya) ikut diarak.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis

Selasa, 14 Januari 2014

Soekarno dalam karikatur di Malaysia, 1964


Waktu: 1964
Tempat: Malaysia
Tokoh:
Peristiwa: Karikatur yang terbit di Malaysia sekitar akhir 1964 ini menggambarkan tekad Soekarno untuk menghalangi pembentukan negara Malaysia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis

Jumat, 13 Desember 2013

Soekarno dan Charles de Gaulle di Paris, 1964


Waktu: 20 Oktober 1964
Tempat: Paris, Perancis
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Charles de Gaulle (Presiden Perancis)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: AFP / Getty Images

Jumat, 20 September 2013

Soekarno dan Pangeran Norodom Sihanouk, 1964

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 22 Januari 1964 (atas), 19 Agustus 1964 (bawah)
Tempat: Phnom Penh (atas), Bali (bawah)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Pangeran Norodom Sihanouk (penguasa Kamboja)
Peristiwa: Soekarno disambut gadis-gadis Kamboja yang menaburkan bunga saat kunjungan kenegaraannya di Phnom Penh (atas). Soekarno membalas ini dengan menghadirkan gadis Bali dengan karangan bunga, saat Sihanouk berkunjun ke Indonesia dalam ranga perayaan kemerdekaan Indonesia ke-19 (bawah).
Fotografer: ? (atas), Beryl Bernay (bawah)
Sumber / Hak cipta: AFP / Getty Images (atas), Getty Images (bawah)

Minggu, 24 Maret 2013

Nasib beberapa "sukarelawan" Indonesia di Kalimantan Utara, 1964

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: September 1964
Tempat: Kalimantan Utara
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan Gurkha yang dipimpin oleh Mayor Inggris Chris Thomson (satu-satunya bule jangkung di foto-foto di atas) menyergap, menangkap, menahan, dan menginterogasi "sukarelawan" Indonesia yang "menyusup" ke Kalimantan Utara. Beberapa "sukarelawan" lain tampak tewas setelah kontak yang kemungkinan bersenjata.
Fotografer: Larry Burrows
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan: Presiden Soekarno ketika itu menentang pembentukan negara Malaysia, dan menyokong pemisahan Kalimantan Utara dari semenanjung. "Sukarelawan-sukarelawan" dari Indonesia disusupkan untuk mendukung kebijakan Soekarno. Catatan asli foto-foto ini menamakan mereka "terrorists".