Tampilkan postingan dengan label gugur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gugur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (6)

Dua tentara Inggris tanpa baju berlari dengan menghunus senapan di tengah pertempuran kota
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Inggris bersiaga di balik gerobak dan benda-benda lain yang malang melintang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Inggris yang terluka diangkut dengan tandu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Militer Inggris mengamati seorang pejuang yang gugur di pertempuran (catatan foto Belanda menyebutnya "extremist")
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesibukan di sebuah kawasan pecinan dengan latar belakang bendera palang merah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 09 September 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Korban-korban tembak dan kekerasan (1)

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Tentara berseragam KNIL mengangkut seorang warga Tionghoa yang penuh luka, kemungkinan besar di Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Seorang pemuda Indonesia yang terkena tembak peluru Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Seorang pemuda dengan luka berdarah di kepala
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Catatan foto menyebut bahwa sebuah mobil berbendera merah-putih melaju kencang dan menembaki posisi pasukan Belanda. Tentara Belanda memberondong balik dan menewaskan salah seorang pemuda Indonesia yang berada di dalam mobil.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 22 Desember 2018

Pendaratan pasukan NICA di Bali, 1946 (2)

Truk militer Belanda turun dari kapal MS Aleantara meluncur ke tanah Bali
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Para perwira Jepang yang masih berada di Bali bertemu para perwira Belanda di Sanur
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Jasad pemuda yang gugur dalam menolak kedatangan kembali kekuasaan Belanda di Bali
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Jasad-jasad pemuda lain, yang gugur dalam pertempuran melawan kedatangan kembali pasukan Belanda di Bali, dikuburkan secara massal
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: Maret 1946
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: W.F.J. Pielage
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Selasa, 09 Oktober 2018

Sebuah perlawanan rakyat Jawa di awal tahun 1900-an yang belum teridentifikasi

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1900 dan 1910
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa: Foto-foto memperlihatkan jenazah beberapa lelaki yang tampaknya tewas setelah perlawanan mereka ditumpas oleh pasukan Belanda. Jenazah tampak dikelilingi oleh warga lokal, pamong yang pro-Belanda, pasukan KNIL, dan pejabat Belanda. Belum ada informasi mengenai waktu, tempat, dan detail lain tentang peristiwa ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 16 September 2016

Aksi Polisionil 1 di Medan dan sekitarnya (6): Para pejuang yang gugur di Medan

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: Juli 1947
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa: Para pejuang, bersama beberapa tentara Jepang yang bersimpati pada perjuangan Indonesia, mencoba menghadang gerak maju pasukan Belanda di Aksi Polisionil 1 di wilayah Medan dan sekitarnya. Sebuah granat yang dilontarkan pasukan Belanda meledak dan menewaskan beberapa pejuang termasuk dua tentara Jepang. Belanda mengabarkan bahwa mereka juga menawan seorang Jepang lainnya di peristiwa ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto nomer 4 pernah muncul di blog ini tanggal 28 Maret 2013 dengan kualitas dan resolusi yang lebih kecil.

Rabu, 14 September 2016

Aksi Polisionil 1 di Medan dan sekitarnya (5): Para pejuang yang gugur di Kuala, Langkat

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Juli 1947 (foto pertama); Agustus 1947 (foto lainnya)
Tempat: Kuala (Langkat)
Tokoh:
Peristiwa: Foto para pejuang yang gugur semasa Aksi Polisionil 1 Belanda di wilayah sekitar Medan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Catatan foto menyebutkan lokasinya "Koeala en Banten" yang tidak mudah untuk ditelusuri lebih lanjut. Mengingat ada foto lain yang menyebut "Bindjei/Koeala" sangat boleh jadi foto-foto berasal dari Kuala di Langkat. Kondisi pahlawan di foto ketiga tampak mengenaskan; kemungkinan kakinya terkena pecahan mortir.

Minggu, 04 September 2016

Pejuang kemerdekaan Indonesia gugur di dalam pertempuran (2)

Lubuk Pakam (Deli Serdang), 29 Juli 1948(?)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Juli 1947
Tempat: Sumatera (foto atas: Lubuk Pakam)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Deskripsi foto atas menyebut "Juli 1948" meski ada kemungkinan foto sebenarnya berasal dari Juli 1947 di saat Aksi Polisionil 1 di sekitar Medan. Foto bawah hanya menyebut "Sumatra" tanpa perincian lebih lanjut.

Minggu, 31 Januari 2016

Jumat, 29 Januari 2016

Pose kemenangan pasukan KNIL di Sigli, 1897

(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)

Waktu: Agustus 1897
Tempat: Sigli (Aceh)
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan KNIL berpose setelah mengalahkan para pejuang Aceh di sebuah pertempuran Sigli
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan: Harus diakui foto ini mudah membangkitkan emosi karena para tentara KNIL tampak ponggah berdiri di atas jasad para pejuang Aceh; dan kesatuan ini selain terdiri dari orang Belanda juga diisi oleh warga lokal (kemungkinan dari Jawa dan Maluku?).

Rabu, 20 Agustus 2014

Kudeta APRA, Bandung 1950 (3)

Kesatuan APRA berpatroli di kota Bandung unjuk kekuatan.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Truk TNI dengan bendera merah putih mendapat serangan dari APRA yang membuat beberapa anggota TNI gugur di tempat.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Truk yang sama difoto dari sudut berbeda.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Korban APRA lainnya yang gugur bergelimpangan di jalanan kota Bandung.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Jasad seorang anggota TNI yang gugur dalam penyerangan APRA tampak tergeletak di jalan.
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Waktu: Januari 1950
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari serangan Angkatan Perang Ratu Adil pimpinan Kapten Westerling yang sempat menguasai kota Bandung.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Acme Newspictures / Museum Maluku /  J. de Bode / M.J. Latumahina


UPDATE 10 Juni 2018
Foto nomer 2 dengan resolusi lebih tinggi.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Selasa, 19 Agustus 2014

Kudeta APRA, Bandung 1950 (2)

Markas Divisi Siliwangi di dalam kekuasan APRA.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Dengan berpatokan pada kendaraan yang diparkir bisa dipastikan bahwa kedua anggota TNI ini gugur dibantai APRA di depan markas Divisi Siliwangi.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Kondisi mengenaskan dari salah satu anggota TNI yang gugur di depan markas Divisi Siliwangi.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Kesatuan APRA, kemungkinan setelah merebut markas Divisi Siliwangi. Empat orang yang duduk di tanah kemungkinan adalah anggota TNI yang tertawan.
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Waktu: Januari 1950
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari serangan Angkatan Perang Ratu Adil pimpinan Kapten Westerling yang sempat menguasai kota Bandung.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Acme Newspictures / Museum Maluku /  J. de Bode / M.J. Latumahina


UPDATE 10 Juni 2018
Foto nomer 3 dengan resolusi lebih tinggi.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Senin, 18 Agustus 2014

Kudeta APRA, Bandung 1950 (1)

Kesatuan APRA menjatuhkan dua orang yang kemungkinan besar adalah anggota TNI yang sedang menuju markas Divisi Siliwangi dengan menggunakan sepeda.
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Kedua anggota TNI tampak gugur di lokasi serangan.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Di depan markas Divisi Siliwangi kesatuan APRA menembaki anggota TNI yang mengemudikan jip. Tampak dua anggota TNI gugur dalam peristiwa ini.
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Jip dengan nomer 3-0168 ini kemudian digunakan APRA untuk keliling unjuk kekuatan.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Waktu: Januari 1950
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari serangan Angkatan Perang Ratu Adil pimpinan Kapten Westerling yang sempat menguasai kota Bandung.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Acme Newspictures / Museum Maluku /  J. de Bode / M.J. Latumahina

Selasa, 08 Juli 2014

Tentara Jepang yang memilih desersi atau bergabung dengan pemuda Indonesia di dalam melawan Belanda (1)

Pengantar: Setelah kapitulasi Jepang semua tentaranya diperintahkan untuk menyerahkan diri dan peralatan perangnya kepada Sekutu. Secara umum perintah ini dipatuhi, yang membuat usaha para pemuda Indonesia untuk merebut senjata dari tangsi-tangsi pasukan Jepang menemui rintangan. Korban jatuh di kedua belah pihak.

Di sisi lain, sebagian serdadu tidak sudi menyerah, dan lebih memilih desersi atau malah bergabung dengan para pejuang kemerdekaan di dalam perang melawan Belanda. Berikut beberapa fotonya.

(klik untuk memperbesar)
© gahetna

Tiga serdadu Jepang yang gugur ketika bertempur bersama para pemuda Indonesia di dalam melawan pasukan Belanda. 

© gahetna

© ???

Sisa-sisa usaha penyergapan para pemuda atas konvoi tentara Belanda di wilayah Medan (21 Juli 1947). Dalam peristiwa ini dua serdadu Jepang gugur, dan satu lagi tertangkap Belanda. Mitraliur yang terfoto adalah senjata Jepang.


Updata tanggal 21 Juni 2015:  Foto paling atas tersedia di bawah ini dengan resolusi yang lebih besar. Menurut catatan Belanda gugurnya tiga orang ini terjadi pada tanggal 19 Juli 1946 ketika para pejuang berusaha menyergap pasukan Belanda di antara Citeureup dan Cileungsi.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)