Tampilkan postingan dengan label Kutaraja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutaraja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2024

Aceh di tahun 1870 (1)

Sebuah benteng Belanda di Kluet Kambing (?)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pasukan Belanda di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sungai Krueng Aceh di Aneuk Galong (?)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1870
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 01 November 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (6), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda di area Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Gunongan (kiri) dan makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda di sekitar kediaman Sultan Aceh dan gudang rempah-rempah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda dari Batalion III
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda di sisi utara area Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 30 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (5), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Pohon beringin di area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Lapisan pertahanan Belanda di tepi Krueng Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Seorang rohaniwan bersama beberapa perwira Belanda di tenda perawatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pemakaman seorang bangsawan Kesultanan Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Meriam besar dan pelurunya di dekat pintu masuk Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 28 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (4), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Jembatan di atas Krueng Aceh di kawasan Gampong Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Area yang kelak menjadi tempat Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di sekitar pohon Kohler yang merupakan tempat tewasnya Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di bagian timur dari area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di sekitar pohon Kohler, di bagian barat dari area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 26 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (3), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878; Sebuah benteng pertahanan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Kompleks kuburan di kawasan Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Area pesawahan yang menjadi medan pertempuran pada tanggal 12 Januari 1874
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Perbatasan Keraton Aceh yang menjadi dinding pertahanan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Krueng Aceh dilihat dari pos pertahanan meriam Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Aceh (a.l. Kutaraja)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 24 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (2), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Kesatuan penembak mortir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Batalion IX di Gampong Jawa, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Krueng Aceh, dilihat dari pos meriam berkaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Kesatuan penembak mortir di balik dinding pertahanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Parit pertahanan yang didirikan pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 22 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (1), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) di tahun 1870-an, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda menaiki Gunongan (kiri) dan membuat benteng karung ke arah makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Dua meriam kaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Para petinggi Belanda di geladak kapal Prins Alexander
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Sebuah mesjid di Gampong Jawa, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Para perwira dan prajurit dari Brigade III, yang juga berisi wajah-wajah pribumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874, 1878
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 25 Agustus 2022

Aceh, Minangkabau, dan Priangan di tahun 1880-an dalam koleksi foto Woodbury and Page (6)

Sebuah jembatan dari tonggak kayu di pesisir Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan di atas Krueng Aceh, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan barak tentara Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan di atas Krueng Aceh, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1880-an
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 23 Agustus 2022

Aceh, Minangkabau, dan Priangan di tahun 1880-an dalam koleksi foto Woodbury and Page (5)

Kemungkinan kompleks perumahan perwira Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tampak dalam sebuah benteng Belanda di Aceh dengan barak tentara dan meriam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Monumen Kohler, jenderal Belanda yang tewas di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan kawasan pemukiman warga Belanda di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah mesjid di Lambaro, Aceh, yang diduduki Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1880-an
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 5 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 21 Agustus 2022

Aceh, Minangkabau, dan Priangan di tahun 1880-an dalam koleksi foto Woodbury and Page (4)

Kemungkinan salah satu sudut Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah perumahan di pesisir di Aceh (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan pohon Kohler yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu gerbang ke kawasan Keraton Aceh (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah tangsi militer Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1880-an
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 19 Agustus 2022

Aceh, Minangkabau, dan Priangan di tahun 1880-an dalam koleksi foto Woodbury and Page (3)

Sebuah tangsi militer Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tentara Belanda di jalur kereta, kemungkinan di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah benteng Belanda di Aceh dengan lapisan pertahanan tonggak kayu dan pagar tinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Stasiun akhir jalur kereta di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan sebuah sungai di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1880-an
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: