Tampilkan postingan dengan label Denpasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Denpasar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2024

Bali setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1946

Tentara-tentara Jepang yang masih berada di Bali (di latar belakang, menarik tali) membantu pendaratan kapal-kapal militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapal-kapal militer Belanda mendarat di Sanur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pengibaran bendera Australia dan Belanda di Hotel Bali, Denpasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 2 Maret 1946
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 14 Juni 2022

Foto-foto karya Thilly Weissenborn di album "Fotografiƫn van Bali" keluaran studio Kurkdjian, 1913 (4)

PENGANTAR

Thilly Weissenborn merupakan perempuan pertama di Hindia-Belanda yang merintis fotografi profesional. Ada beberapa karyanya menyebar di blog ini; termasuk 14 foto di album Bali yang dikeluarkan oleh studio foto Lux yang didirikan Thilly di Garut. Kali ini blog ini akan menampilkan 28 foto karya Thilly yang dikeluarkan oleh studio foto Kurkdjian, Surabaya, di tahun 1913.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Sapi dengan genta raksasa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Denpasar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sabung ayam di Bangkang (Buleleng?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gadis Bali dalam pakaian adat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua lelaki Bangli
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1913 atau sebelumnya
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: studio foto Onnes Kurkdjian | National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 3 pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Minggu, 12 Juni 2022

Foto-foto karya Thilly Weissenborn di album "Fotografiƫn van Bali" keluaran studio Kurkdjian, 1913 (3)

PENGANTAR

Thilly Weissenborn merupakan perempuan pertama di Hindia-Belanda yang merintis fotografi profesional. Ada beberapa karyanya menyebar di blog ini; termasuk 14 foto di album Bali yang dikeluarkan oleh studio foto Lux yang didirikan Thilly di Garut. Kali ini blog ini akan menampilkan 28 foto karya Thilly yang dikeluarkan oleh studio foto Kurkdjian, Surabaya, di tahun 1913.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Sabung ayam di Kintamani (Bangli)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang prajurit KNIL di sekitar patung-patung di Denpasar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pura di Bangli
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan ke arah lembah dan pesawahan di Bangli
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah jalan menuju Denpasar
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1913 atau sebelumnya
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: studio foto Onnes Kurkdjian | National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini sebelumnya; foto nomor 2 di posting ini.

Jumat, 09 Februari 2018

Pemilihan dan penetapan Cokorda Gde Raka Sukawati sebagai Presiden Negara Indonesia Timur di Konferensi Denpasar, 1946

Cokorda Gde Raka Sukawati memberikan suara, disaksikan van Mook (duduk di tengah)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Pengukuhan Cokorda Gde Raka Sukawati sebagai Presiden Negara Indonesia Timur, dibacakan oleh Tajuddin Nur
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: Desember 1946
Tempat: Denpasar
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (bangsawan Bali, bakal Presiden Negara Indonesia Timur), Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Tajuddin Nur (pengacara dari Makassar, pernah menjadi anggota Volksraad mewakili PNI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Kamis, 07 Desember 2017

Van Mook dan Cokorda Gde Raka Sukawati di Konferensi Denpasar, 1946

PENGANTAR

Konferensi Denpasar adalah kelanjutan dari Konferensi Malino, dan merupakan usaha lanjutan Belanda untuk menggalang barisan pendukung Belanda dalam penentuan masa depan Indonesia. Pertemuan berlangsung dari tanggal 7 hingga 24 Desember 1946, dihadiri 70 delegasi dari wilayah Timur Indonesia, yaitu Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Bali, ditambah pihak yang ditunjuk Belanda untuk mewakili warga Belanda, Tionghoa, dan warga asing.


7 Desember 1946: Van Mook memasuki area konferensi di Hotel Bali, Denpasar, diiringi isterinya di belakang.
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
7 Desember 1946: Para peserta konferensi berfoto di depan hotel
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
18 Desember 1946: Van Mook (kelima dari kiri) berfoto bersama para peserta konferensi, a.l. Cokorda Gde Raka Sukawati (keenam dari kiri), Anak Agung Gde Agung (kedua dari kiri)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: Desember 1946
Tempat: Denpasar
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Cokorda Gde Raka Sukawati (tokoh masyarakat Bali), Anak Agung Gde Agung (tokoh masyarakat Bali)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Kamis, 21 Februari 2013

Sekelompok patung di Bali zaman doeloe

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1913
Tempat: Denpasar
Tokoh:
Peristiwa: Seorang polisi kolonial tampak berjaga di dekat sekumpulan patung
Fotografer: Henry Ruschin Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Geographic Society / Corbis
Catatan: