Tampilkan postingan dengan label 1860-an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1860-an. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (6)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1857: Aneka buah-buahan Nusantara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1881: Aneka buah-buahan Nusantara, diwarnai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1860-an: Prajurit Nias
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1864: Pangeran Buleleng, Gusti Ngurah Ketut Jelantik, bersama pengiringnya dalam kunjungan ke Jakarta menghadap Gubernur Jenderal Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1857, 1860-an, 1864, 1881
Tempat: Jakarta, Nias
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto terakhir pernah dimuat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil.

Jumat, 17 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Wajah-wajah penghuni pulau Jawa (2)

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Dua perempuan dan gamelan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penjual makanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kumpulan buah-buahan dari Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak dan sangkar burung
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 15 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Wajah-wajah penghuni pulau Jawa (1)

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Halaman kumpulan lima foto
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penjual burung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penjual peralatan rumah tangga dari anyaman bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari serimpi di Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Empat lelaki Jawa makan-minum di atas dipan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jawa (a.l. Bandung)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 13 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Pengantin Banten dan penari Singaraja

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Pengantin Banten (Lebak?) diapit dua pengiring berpakaian adat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari Bali dari Singaraja, yang diberi judul salah (bukan oleh Isidore) Dansense javanaise
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto nomor di atas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Banten, Singaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: Versi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 11 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Kalangan ningrat Jawa

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Seorang bangsawan Jawa, yang sayangnya diberi judul salah (bukan oleh Isidore) Malaischer Radjah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tengah: 3 putri dari Sultan Hamengkubuwono VI;
kanan: istri dari Bupati Lebak (?);
kiri: 2 putri dari Bupati Lebak, yaitu Mursilah dan Saripah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Putra tertua dari Bupati Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita ningrat bersama abdi dalemnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Lebak, Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Untuk foto nomor 2 lihat juga posting ini.

Selasa, 27 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Wajah warga setempat

Pengantin laki-laki (?)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Ibu dan anak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tiga perempuan di rumah bambu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Wanita bermain musik
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sebuah keluarga (pendatang dari Jawa?)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sepasang pengantin (?)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Lelaki mencari kutu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Dua lelaki dewasa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Woodbury & Page | Universiteit Leiden
Catatan:

Minggu, 25 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Sarana transportasi

Pedati
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kereta kuda milik tuan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
delman
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Woodbury & Page | Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 23 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Profesi warga lokal

Penjahit, kemungkinan di sebuah rumah Belanda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jongos
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bujang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tukang kayu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
 Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Woodbury & Page | Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 21 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Rumah warga bukan Belanda

Rumah warga yang kelak disebut orang Betawi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah Tionghoa di sekitar Kota
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah Raden Saleh Syarif Bustaman, sekarang bagian dari RS Cikini
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Woodbury & Page | Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 19 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Warga pendatang

Seorang Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © Woodbury & Page / Universiteit Leiden)
Warga Hindia
(klik untuk memperbesar | © C.K. Louran Jr. / Universiteit Leiden)
Seorang fakir
(klik untuk memperbesar | © Woodbury & Page / Universiteit Leiden)
Seorang londo item
(klik untuk memperbesar | © Woodbury & Page / Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Sudah sejak zaman dulu kawasan Jakarta merupakan tempat warga datang dari berbagai penjuru. Foto-foto di atas tampaknya dibuat di sebuah studio, terlihat dari meja dan kursinya. Si fotografer kelihatannya ingin memperlihatkan aneka ragam pendatang yang ada di Jakarta saat itu.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: C.K. Louran Jr. / Woodbury & Page / Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 17 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Rumah Belanda

Rumah Belanda di Tanah Abang
(klik untuk memperbesar | © Thomas Pryce | Universiteit Leiden)
Kediaman C. Schulter
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kediaman Ulrich & Sophie Niederer-Rumpus
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Thomas Pryce (no. 1) | Woodbury & Page (no. 2-5) | Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 15 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Pedagang makanan keliling

Penjual minuman bersama warga
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penjual makanan bersama ibu-ibu dan anak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penjual nanas (?)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penjual buah-buahan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Woodbury & Page | Universiteit Leiden
Catatan: