Tampilkan postingan dengan label Mahmud Badaruddin II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahmud Badaruddin II. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (21)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Makam Sultan Palembang, Mahmud Badaruddin II, di Ternate yang menjadi tempat pembuangan pahlawan yang melawan usaha Belanda menguasai Kesultanan Palembang. Rappard dipastikan membuat lukisan ini berdasarkna foto yang beredar sebelumnya (lihat di sini).
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Istana Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan yang sekarang menjadi Museum "Balla' Lompoa" atau "Balla' Lompoa ri Sungguminasa". Bangunan ini sepenuhnya menggunakan konstruksi kayu, dengan lantai yang lumayan tinggi dari permukaan tanah. Sebuah tangga beratap menjadi akses tunggal untuk keluar masuk dari dan menuju bagian dalam dari istana ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah jalan di Ambon yang tampaknya berada di kawasan warga berada. Ini terlhat dari bangunan tembok bercat putih, yang meski tidak beratap genting tetap berukuran relatif besar dan membutuhkan banyak tiang penyangga. Seorang Belanda dengan pakaian perlenta tampak berjalan, di antara tukang sapu jalan, seorang ibu yang menggendong anak, dan pedagang pikul yang menawarkan jualannya ke seorang pria di sebuah rumah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di perairan Pulau Ternate yang memperlihatkan pemukiman di pesisir serta perahu dan kapal layar yang meramaikan lalu lintas laut di sekitar pulau ini. Di latar belakang tampak kepulan asap keluar dari Gunung Gamalama
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 27 September 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (4)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


18. Kepulauan Banda (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
19. Satu pemandangan di Maluku (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
20. Penyeberangan sungai di Jawa Barat (Citarum? sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
21. Kapal dan perahu di sebuah muara di Maluku (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
22. Sebuah pantai di Maluku (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
23. Makam Sultan Palembang, Mahmud Badaruddin II, di Ternate (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1890
Tempat: Banda, Jawa Barat, Maluku, Ternate
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 23 pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 25 Juni 2021

Dari sebuah album foto tentang Makassar dan sekitarnya 4: Bangunan keramat, 1910

PENGANTAR

National Gallery of Australia membeli banyak koleksi foto dari Leo Haks. Salah satunya adalah sebuah album foto yang kemungkinan besar awalnya dimiliki oleh seorang Belanda di Makassar, yang tampaknya bekerja di sebuah perkebunan, atau malah menjadi seorang pegawai penting di sana. Ini terlihat dari banyaknya foto tentang Makassar dan sekitarnya, serta rumah kediamannya, dan juga foto dia di lapangan. Foto-foto ini kemungkinan besar berasal dari fotografer E. Becker.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Selain tentang Makassar, album yang diperkirakan berasal dari tahun 1900-1910 ini juga memuat foto dari lokasi di mana si pemiliki tampaknya pernah pergi, misalnya Ternate dan Jawa. Di Jawa, tampaknya dia berkunjung ke kawasan Bromo, dan membawa foto-foto karya fotografer Hermann Salzwedel. Selain itu, tampaknya dia juga pernah ke Semarang karena album ini berisi juga foto karya studio Yim Fong. Bagian akhir album ini memuat dua foto yang menjadi contoh manipulasi foto sebelum adanya Photoshop.


Atas: makam Sultan Mahmud Badaruddin II di Ternate;
bawah: sebuah mesjid yang masih perlu identifikasi lebih lanjut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Atas: rumah tradisional;
bawah: tampaknya sebuah bangunan keramat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Atas: dua bangunan keramat (?);
bawah: perkampungan warga
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kuburan yang tertutupi pohon beringin dan belukar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Atas: seorang wanita Belanda berpose di dekat kuburan di bawah pohon beringin;
bawah: sebuah jalan setapak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalan setapak dan pohon beringin yang sama dengan yang di foto sebelumnya (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1910
Tempat: Makassar, Ternate
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: E. Becker
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto makam Sultan Badaruddin II pernah dimuat di posting ini; bagian bawah dari foto nomor 3 pernah dimuat di sini.


Tambahan: Satu dari foto di atas dalam versi lepas dan ukuran 2048 piksel.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Senin, 06 Juli 2020

Makam Sultan Palembang, Mahmud Badaruddin II, di Ternate

Makam Sultan Mahmud Badaruddin II di sekitar tahun 1890
(klik untuk memperbesar | © Woodbury and Page / NGA)

Makam yang sama di antara tahun 1900 dan 1910;
foto bawah kemungkinan adalah Masjid Lawang Kidul di Palembang
(klik untuk memperbesar | © E. Becker / NGA)

Waktu:  1890, 1910
Tempat:  Ternate; Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: E. Becker / Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 01 Juli 2020

Serbuan armada laut Belanda ke Kesultanan Palembang, 1821 (1)

24 Juni 1821: Armada Belanda mendarat dan memulai penyerbuan ke Palembang
(klik untuk memperbesar | © AVS)

27 Juni 1821: Pasukan Belanda menawan Sultan Mahmud Baddarudin II dan membawanya ke kapal perang mereka
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu:  24 & 27 Juni 1821
Tempat:  Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:  Haatje Oosterhuis
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: