Tampilkan postingan dengan label 1874. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1874. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang sekelompok pria Aceh dan mesjid yang dibentengi

Mesjid di Aceh yang diberi tembok pertahanan sekeliling (atas); enam pria Aceh termasuk satu anak-anak (bawah)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1874
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: 's Hage Wed. E. Spanier & Zn.
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 20 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Perang Aceh (1)

Sebuah kesatuan Belanda bersenjatakan meriam bergerak kaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Sebuah kesatuan Belanda dengan penembak mortir statis
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1874
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Haarlem (Belanda)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Emrik & Binger
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lukisan-lukisan di atas tampaknya merupakan reproduksi tangan atas foto-foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië (lihat posting di sini dan sini).

Kamis, 26 September 2024

Peta keluaran Inggris dari tahun 1874 tentang Jawa dan Kalimantan

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)


Tahun terbit: 1874
Tempat terbit: London/Edinburgh
Tokoh:
Deskripsi: Peta keluaran Inggris ini menyebut Jawa dan Kalimantan sebagai daerah jajahan Belanda yang utama di Kepulauan Hindia. Ada beberapa hal yang bisa dicatat dari peta ini:

  • Peta ini dihiasi dengan gambar-gambar hewan serta orang berpakaian tradisional Jawa serta Dayak, di samping sketsa tentang kota Kucing dan Sungai Sarawak yang melintasinya.
  • Peta Jawa diberi batas warna: Ungu untuk wilayah yang dikuasai Belanda, umumnya di pesisir utara; serta coklat yang menurut Inggris masih dikuasai oleh Mataram dan/atau penerusnya.
  • Peta Jawa disertai deretan gunung dari ujung barat hingga ke timur, lengkap dengan nama dan ketinggiannya. Menarik bahwa Jawa bagian barat ternyata lebih rapat jarak antar gunungnya daripada bagian tengah dan timur.
  • Wilayah Kalimantan dibagi menjadi 3 bagian: jajahan Belanda (ungu), kekuasaan Kesultanan Brunei (coklat), dan wilayah Kesultanan Sulu (abu-abu).
  • Peta Kalimantan berasal dari peta lain yang disusun para misionaris dari Borneo Church Mission Institution.

Juru kartografi: Van de Velde / Augustins Petermann / G.H. Swanston
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 03 November 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (7), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda di Kuala Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Bivak kesehatan di Gampong Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Mess perwira Belanda di Kuala Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Kesatuan laut Belanda di Kuala Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 01 November 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (6), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda di area Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Gunongan (kiri) dan makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda di sekitar kediaman Sultan Aceh dan gudang rempah-rempah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda dari Batalion III
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda di sisi utara area Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 22 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (1), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) di tahun 1870-an, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda menaiki Gunongan (kiri) dan membuat benteng karung ke arah makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Dua meriam kaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Para petinggi Belanda di geladak kapal Prins Alexander
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Sebuah mesjid di Gampong Jawa, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Para perwira dan prajurit dari Brigade III, yang juga berisi wajah-wajah pribumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874, 1878
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 02 Oktober 2021

Lukisan Charles William Meredith van de Velde tentang Jakarta, Kupang, dan Serang di penghujung abad ke-19

Keramaian kapal di pelabuhan Sunda Kelapa
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kupang dengan benteng pertahanan Belanda
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kediaman Residen Serang
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1850-1874
Tempat: Jakarta, Kupang, Serang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 06 Agustus 2021

Dari album foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië pada saat Perang Aceh (5), 1874

PENGANTAR

Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) di tahun 1874 mengeluarkan sebuah buku yang berisi 30 foto tentang suasana di Aceh pada saat itu. Di bawah ini dua versi dari jilid buku, yang berisi nomor dan uraian dari foto-foto ini. Ini sangat memudahkan kita untuk mengetahui apa yang ditampilkan oleh foto-foto ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

25. Taman Sari Gunongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
26. Gampong Lampante (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
27. Benteng satuan marinir KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
28. Sebuah kesatuan artileri Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
29. Panggung pertunjukan musik untuk hiburan prajurit Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
30. Perahu palang merah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874 (ada kemungkinan beberapa foto dibuat sebelum 1874)
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 04 Agustus 2021

Dari album foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië pada saat Perang Aceh (4), 1874

PENGANTAR

Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) di tahun 1874 mengeluarkan sebuah buku yang berisi 30 foto tentang suasana di Aceh pada saat itu. Di bawah ini dua versi dari jilid buku, yang berisi nomor dan uraian dari foto-foto ini. Ini sangat memudahkan kita untuk mengetahui apa yang ditampilkan oleh foto-foto ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

19. Bivak KNIL di Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
20. Bagian timur benteng Belanda di Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
21. Bagian barat benteng Belanda di Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
22. Bagian dalam dari bivak KNIL di Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
23. Meriam altileri Belanda di bagian timur benteng Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
24. Satuan meriam altileri di Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874 (ada kemungkinan beberapa foto dibuat sebelum 1874)
Tempat: Peunayong (Aceh)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 02 Agustus 2021

Dari album foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië pada saat Perang Aceh (3), 1874

PENGANTAR

Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) di tahun 1874 mengeluarkan sebuah buku yang berisi 30 foto tentang suasana di Aceh pada saat itu. Di bawah ini dua versi dari jilid buku, yang berisi nomor dan uraian dari foto-foto ini. Ini sangat memudahkan kita untuk mengetahui apa yang ditampilkan oleh foto-foto ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

13. Gudang mesiu Belanda di bagian selatan Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
14. Satu sisi Keraton Kesultanan Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
15. Sisi barat Keraton Kesultanan Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
16. Satuan artileri meriam di bagian barat Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
17. Gudang mesiu (?) di markas KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
18. Benteng Belanda di Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874 (ada kemungkinan beberapa foto dibuat sebelum 1874)
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 31 Juli 2021

Dari album foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië pada saat Perang Aceh (2), 1874

PENGANTAR

Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) di tahun 1874 mengeluarkan sebuah buku yang berisi 30 foto tentang suasana di Aceh pada saat itu. Di bawah ini dua versi dari jilid buku, yang berisi nomor dan uraian dari foto-foto ini. Ini sangat memudahkan kita untuk mengetahui apa yang ditampilkan oleh foto-foto ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

7. Para perwira dari Brigade I
(klik untuk memperbesar | © NGA)
8. Para ajudan perwira
(klik untuk memperbesar | © NGA)
9. Teuku Neg-Raja (?) dan pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
10. Para utusan dari Edi (maksudnya Pidie?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
11. Gerbang utama ke Kutaraja dalam kekuasaan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
12. Bagian utara lapisan pertahanan Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874 (ada kemungkinan beberapa foto dibuat sebelum 1874)
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: